Presiden Prabowo: Olahraga adalah Kehormatan dan Cermin Kekuatan Bangsa

Penulis: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:31 WIB
Presiden Prabowo: Olahraga adalah Kehormatan dan Cermin Kekuatan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada Atlet Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 Aichi Nagoya Tahun 2026, di Istana Negara Jakarta, Kamis (29/10/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor olahraga memegang peranan krusial bagi martabat, harkat, dan ketahanan suatu bangsa. Prestasi di arena olahraga dinilai bukan sekadar kalkulasi kemampuan teknis atlet di lapangan, melainkan representasi langsung dari daya juang, resiliensi, dan karakter rakyat suatu negara.

Pernyataan fundamental tersebut ditekankan Kepala Negara dalam amanatnya saat menyerahkan apresiasi dan bonus bagi kontingen atlet peraih medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya 2026 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

“Olahraga adalah kehormatan bangsa, bangsa yang kuat akan mencerminkan bahwa rakyatnya kuat, rakyat yang kuat, rakyat yang semangat. Rakyat yang semangat, bangsa semangat, bangsa tidak dapat ditaklukkan, kita ingin jadi bangsa yang terhormat,” ujar Presiden, dalam rilis yang diterima redaksi astakom.com.

Atas nama seluruh tumpah darah Indonesia, Presiden Prabowo melayangkan apresiasi mendalam kepada seluruh patriot olahraga yang telah mengibarkan bendera Merah Putih di kancah Benua Kuning.

“Saudara-saudara putra putri terbaik bangsa, saudara telah berjuang keras untuk membela kehormatan bangsa, untuk itu saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Peringatan tak cepat berpuas diri dan arahan pembinaan sejak SD

Pada perhelatan multievent Aichi-Nagoya 2026, kontingen Indonesia membukukan prestasi gemilang yang melampaui target. Di Asian Games ke-20, tim Merah Putih meraup 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu (total 39 medali) dari target awal empat keping emas. Sementara di ajang Asian Para Games ke-5, para atlet disabilitas tampil mendominasi dengan mengoleksi 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu (total 73 medali) dari target tujuh emas.

Kendati menuai torehan manis, Presiden Prabowo memperingatkan seluruh ekosistem keolahragaan nasional agar pantang terlena. Menyadari status Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, daya saing di pentas global masih menuntut kerja keras yang berlipat ganda.

“Kita tidak boleh cepat puas, kita negara keempat terbesar di dunia, kita harus berjuang lebih keras lagi,” tegas Presiden.

Sebagai langkah konkret, Kepala Negara langsung menginstruksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk menyusun peta jalan pembinaan atlet secara terstruktur, jangka panjang, dan sistematis. Fondasi pembinaan tersebut diinstruksikan menyasar jenjang paling dasar di bangku pendidikan, yang diimbangi dengan perbaikan fasilitas fisik di daerah.

“Kita harus membina dari anak-anak SD, untuk itu sekolah-sekolah akan kita perbaiki di seluruh Indonesia,” ucap Presiden.

Ke depan, pemerintah mengarahkan ketersediaan sekolah unggulan di setiap kabupaten, disertai revitalisasi menyeluruh sekolah-sekolah tingkat kecamatan agar terfasilitasi sarana prasarana olahraga yang representatif.

Hakikat bonus dan panggilan kolaborasi nasional menuju bangsa pemenang

Mengenai kucuran bonus bernilai miliaran rupiah yang digelontorkan pemerintah, Kepala Negara menegaskan filosofi di balik penghargaan tersebut. Dukungan materiil dari negara bukan dimaknai sebagai bingkisan instan, melainkan wujud legitimasi negara atas cucuran keringat dan dedikasi para patriot.

“Bonus bukan sekadar hadiah, bonus adalah pengakuan, penghargaan atas jerih payah saudara-saudara,” ujar Presiden.

Guna menjaga kesinambungan ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan, Presiden menyerukan konsolidasi lintas sektor antarpemangku kebijakan, pengurus federasi, hingga tenaga kepelatihan untuk bekerja secara ilmiah dan terukur.

“Sekali lagi perjalanan masih jauh, usaha kita harus lebih keras lagi, lebih sistematis. Para pemimpin negara, para pengelola, mari kita bersatu, berjuang merumuskan langkah-langkah terbaik untuk bangsa kita, untuk anak-anak kita, untuk masa depan Indonesia,” kata Presiden.

Mengakhiri pidatonya, Presiden Prabowo membakar semangat seluruh kontingen dan generasi muda agar senantiasa merawat mentalitas juara demi reputasi tanah air di gelanggang dunia.

“Terima kasih perjuangan kalian, terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia, berjuang terus, berprestasi terus, Indonesia harus jadi bangsa yang menang,” pungkas Presiden. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Mindset bangsa juara bener-bener disuarakan lantang di Istana Merdeka! Presiden Prabowo menegaskan kalau medali dan bonus miliaran rupiah bukan sekadar flexing trofi, tapi soal martabat dan kehormatan bangsa yang pantang ditaklukkan. Pesan paling krusialnya: nggak boleh cepat puas sebagai negara peringkat keempat dunia terbesar. Pembinaan atlet kini bakal langsung di-scouting sejak bangku SD dan fasilitas olahraga sekolah di kecamatan bakal dirombak total. Saatnya Indonesia buang mental jago kandang dan bertransformasi jadi winning nation!

Asian Games 2026 Asian Para Games 2026 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Presiden RI Presiden Pabowo

Infografis

Terkini