Cak Imin Spill 2 Tahun Presiden Prabowo 1,1 Juta Orang Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:28 WIB
Cak Imin Spill 2 Tahun Presiden Prabowo 1,1 Juta Orang Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Cak Imin Spill 2 Tahun Presiden Prabowo 1,1 Juta Orang Keluar dari Kemiskinan Ekstrem [astakom/str-Antasena]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah ngeklaim sebanyak 1,1 juta orang berhasil keluar dari kategori kemiskinan ekstrem dalam dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, ngespill kalau jumlah penduduk dalam kategori miskin ekstrem mengalami penurunan signifikan dari 2,8 juta jiwa kini tersisa 1,7 juta jiwa.

"Bahwa pemberdayaan selama dua tahun ini menunjukkan beberapa hal sebagai berikut; pertama, dalam hal soal kemiskinan. Data BPS 2026 tingkat kemiskinan kita turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen. Kemiskinan ekstrem turun dari 2,8 juta menjadi 1,7 juta jiwa," kata Cak Imin saat hadir di acara penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026, dikutip astakom.com pada Kamis (29/10/2026).

Gotong royong kurangi angka kemiskinan

"Artinya, dalam dua tahun ini sekitar 1,1 juta saudara kita keluar dari kemiskinan ekstrem," katanya.

Cak Imin menilai tren positif ini merupakan buah manis dari koordinasi lintas kementerian yang digeber pemerintah. Lewat Kementerian Sosial, misalnya, negara hadir menyokong 26,8 juta keluarga miskin lewat berbagai skema perlindungan sosial agar mereka bisa survive sekaligus merintis kemandirian.

"Kita terus bantu dan kita dorong untuk mandiri, termasuk terus menerima perlindungan sosial," kata Cak Imin.

Enggak cuma fokus ke urusan perut dan dompet, pemerintah juga tancap gas di sektor pendidikan demi memutus rantai kemiskinan. Program Sekolah Rakyat kini terbukti merangkul sekitar 44.200 anak dari keluarga prasejahtera dan anak telantar untuk mencicipi bangku sekolah dengan fasilitas yang layak.

Hasilnya? Real talk, anak-anak yang tadinya minder dan menghadapi segudang problem kini menunjukkan progres glow up mental serta motivasi belajar yang jauh lebih oke. Kendati demikian, Cak Imin secara sportif mengakui kalau tantangan di lapangan masih ada, mengingat masih ada PR besar untuk mendampingi anak-anak yang menghadapi masalah sosial kompleks.

Akui PR masih numpuk

Cak Imin mengingatkan kalau pemerintah nggak bisa ngehandle sendiri atau kerja sendirian karena masih ada jutaan PR rumah yang menunggu untuk diselesaikan.

Berdasarkan data, sebanyak 22,93 juta penduduk masih memerlukan intervensi langsung atau penanganan, ditambah 9.366 desa yang statusnya masih tertinggal dan jauh dari kata layak.

Makanya, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemda, BUMN, dunia usaha, pesantren, kampus, hingga lembaga filantropi jadi kunci utama agar progress pengentasan kemiskinan ini tidak jalan di tempat.

"Kita masih ada 22,93 juta saudara kita yang masih menunggu campur tangan pemerintah dan seluruh pihak, ada 9.366 desa yang masih tertinggal dan masih jauh dari kemajuan," katanya.

Siapin insentif fiskal

Supaya ekosistem pemberdayaan ini makin gacor di berbagai daerah, pemerintah saat ini sedang menggodok aturan terkait pemberian insentif fiskal. Kebijakan hasil kolaborasi bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri itu disiapkan sebagai reward nyata bagi pemda yang sukses bikin gebrakan dalam mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.

"Kita tidak akan terus membiarkan keberhasilan ini hanya sekadar keberhasilan satu kabupaten, satu provinsi, tetapi keberhasilan ini harus menjadi keberhasilan seluruh provinsi dan kabupaten-kota dan lain di seluruh tanah air," kata Cak Imin.

Cak Imin menegaskan kalau warga miskin bukan sekadar keluar dari statistik kemiskinan ekstrem, melainkan benar-benar naik kelas secara ekonomi, mandiri, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional.

"Kita bersyukur angka kemiskinan turun dan akan terus kita perjuangkan untuk turun, tetapi kita juga ingin seluruh warga miskin kita akhirnya bisa menjadi warga yang naik kelas," pungkasnya. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah mengklaim sebanyak 1,1 juta orang berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Cak Imin menyebut penurunan ini didukung bantuan sosial bagi 26,8 juta keluarga miskin dan program Sekolah Rakyat yang menjangkau 44.200 anak. Meski begitu, pekerjaan rumah masih besar karena 22,93 juta penduduk membutuhkan intervensi dan 9.366 desa masih berstatus tertinggal. Pemerintah pun menyiapkan insentif fiskal bagi pemda yang berhasil menekan kemiskinan, dengan target bukan sekadar memperbaiki angka statistik, tetapi juga mendorong masyarakat lebih mandiri dan naik kelas secara ekonomi.

2 Tahun Presiden Prabowo kemiskinan ekstrem Cak Imin Menko PM BPS

Infografis

Terkini