Delegasi Qatar Kunjungi UIN Jakarta, Bahas Kolaborasi Riset hingga Pelatihan Bahasa

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:36 WIB
Delegasi Qatar Kunjungi UIN Jakarta, Bahas Kolaborasi Riset hingga Pelatihan Bahasa
Delegasi Qatar Kunjungi UIN Jakarta, Bahas Kolaborasi Riset hingga Pelatihan Bahasa (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta baru aja kedatangan tamu penting dari delegasi keagamaan dan kebudayaan Islam Qatar. Pertemuan yang digelar di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat pada Rabu (28/10/2026) ini jadi ajang buat bonding sekaligus menjajaki kolaborasi akademik, penguatan studi keislaman, sampai upskilling SDM antarlembaga.

Kunjungan resmi delegasi Qatar

Dalam agenda resmi ini Dalam agenda ini, Qatar hadir dipimpin oleh Assistant Director of Sheikh Abdullah bin Zaid Al Mahmoud Islamic Cultural Center, Mr. Sultan Saad Hassan Al-Badr. Turut hadir Head of the Imams and Preachers Affairs Department, Mr. Ajian Jaber Ajeem Al-Mufreh Al-Ahbabi; Head of the Mosques Personnel Affairs Section, Mosques Department, Mr. Ali Mar'i Mohammed Al-Gharamah Al-Qahtani; serta Head of the Islamic Relations Section, Islamic Affairs Department, Mr. Majed Majed Hareb Al-Mansouri, dengan pendampingan langsung dari tim Kedutaan Besar Negara Qatar di Jakarta.

Jajaran pimpinan UIN Jakarta menyambut hangat kehadiran mereka. Terlihat Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan, Din Wahid, M.A., Ph.D.; Guru Besar Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), Prof. Dr. Hamka Hasan, Lc., M.A.; Dekan FDI, Dr. Yuli Yasin, M.A.; Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Ismatu Ropi, M.A., Ph.D.; serta jajaran staf Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) dan Pusat Informasi dan Humas (PIH).

Sambutan warm Rektor UIN

Buka sesi penyambutan, Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, langsung spill gambaran umum UIN Jakarta sebagai kampus keagamaan Islam negeri terbesar di Indonesia yang menampung puluhan ribu mahasiswa dari seluruh penjuru negeri.

“Pertama-tama, kami menyambut baik kehadiran Anda sekalian di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Universitas ini memiliki sekitar 42.000 mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia dengan 13 fakultas, mencakup ilmu humaniora, kedokteran, tarbiyah, ekonomi, serta fakultas-fakultas lainnya,” ungkapnya dikutip oleh astakom pada Kamis, (29/10/2026).

Nggak mau kalah, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan UIN Jakarta, Din Wahid, ikut memaparkan rekam jejak jejaring internasional UIN Jakarta yang sudah menjangkau kampus-kampus di Timur Tengah hingga negara Barat seperti AS dan Australia. Pihaknya menegaskan kalau UIN Jakarta siap all in buat ngerjain proyek-proyek kolaboratif yang konkret.

“Kami memiliki berbagai program kerja sama internasional, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen hingga penelitian bersama dan konferensi tahunan yang rutin dihadiri para akademisi dari negara-negara Arab. Sangat memungkinkan bagi kita untuk bermusyawarah mengenai hal-hal konkret yang dapat kita kerjakan bersama antara UIN Jakarta dan lembaga Anda,” ucapnya.

Komitmen pendanaan Kemenag Qatar

Merespon hal tersebut, Assistant Director of Sheikh Abdullah bin Zaid Al Mahmoud Islamic Cultural Center, Mr. Sultan Saad Hassan Al-Badr, mengungkapkan kalau kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan instruksi langsung dari pimpinan puncak keagamaan Qatar.

“Kunjungan kami ini dilaksanakan berdasarkan arahan dari Yang Mulia Menteri Wakaf dan Urusan Keislaman, Bapak Ghanem bin Shahin Al-Ghanim, untuk meninjau secara langsung kebutuhan saudara-saudara kami di Republik Indonesia dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan urusan syariat dan keagamaan, para imam, khatib, dan lain sebagainya,” paparnya.  

Ia turut menambahkan kalau pihak kementerian terbuka banget buat mendanai atau memfasilitasi berbagai inisiatif keren, mulai dari training Bahasa Arab, peningkatan kapasitas para da'i, sampai distribusi mushaf Al-Qur'an dan literatur Islam.

“Insya Allah, kita akan berdiskusi bersama mengenai hal-hal yang dapat kami kontribusikan di sini sebagai kementerian dalam mendukung dan memperkuat kerja sama yang telah terjalin antara Negara Qatar dan Republik Indonesia di bidang urusan keislaman,” jelasnya.

Peluang wakaf dan pertukaran

Di sisi lain, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, Yuli Yasin, sharing soal peluang pertukaran pelajar sekaligus penguatan tata kelola filantropi Islam di kampus melalui Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta.

“Sebelum itu, menanggapi apa yang disampaikan oleh Dr. Hamad, terdapat program pertukaran mahasiswa antara fakultas kami dengan perguruan tinggi di Timur Tengah, seperti Universitas Ez-Zitouna di Tunisia dan beberapa universitas di Maroko. Saya berharap hubungan ini dapat menjadi sarana komunikasi antara kami dengan Kementerian Pendidikan maupun universitas-universitas di Qatar,” ungkapnya.

Yuli Yasin juga menyoroti potensi pengelolaan wakaf yang bisa digarap bareng-bareng lewat acara ilmiah maupun program strategis.

“Kami di universitas ini juga memiliki lembaga wakaf di bawah naungan kampus bernama Social Trust Fund (STF) yang mengelola dan mengumpulkan dana wakaf serta zakat untuk menunjang kesejahteraan para dosen dan civitas akademika. Ke depan, kita dapat mengagendakan konferensi bersama atau program penguatan pengelolaan wakaf antara Negara Qatar dan Indonesia,” ucapnya.

Melengkapi diskusi, Guru Besar FDI UIN Jakarta, Prof. Hamka, memaparkan kalau UIN Jakarta punya fasilitas lengkap di berbagai lokasi kampus yang siap diakselerasi bareng delegasi Qatar.

“Selain Kampus Utama di sini, UIN Jakarta juga memiliki Kampus lain yang menaungi fakultas-fakultas strategis seperti Kedokteran, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Ekonomi. Kami sangat terbuka untuk mengajak delegasi meninjau fasilitas serta potensi kolaborasi akademik di sana,” jelasnya.

Kunjungan ini diharapkan nggak cuma berhenti di meja diskusi, tapi betul-betul jadi game changer buat memperluas jaringan internasional UIN Jakarta di kawasan Timur Tengah, mendorong mobilitas civitas akademika, dan mencetuskan aksi nyata di bidang pendidikan Islam. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kunjungan delegasi Qatar ke UIN Jakarta ini jelas jadi angin segar buat peningkatan kualitas pendidikan dan jejaring global kampus. Kerja sama ini nggak cuma soal diplomasi formal di atas kertas, tapi membuka peluang riil buat mahasiswa dan dosen, mulai dari program pertukaran pelajar, upskilling bahasa Arab, riset kolaboratif, sampai potensi pendanaan program keislaman dan wakaf

Qatar Kemenag kemenag update Kementerian Agama

Infografis

Terkini