Menko Bahlil Dipanggil ke Istana: Bahas Listrik Desa & Pabrik Baterai CATL-Antam

Editor: Anri Syaiful
Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14 WIB
Menko Bahlil Dipanggil ke Istana: Bahas Listrik Desa & Pabrik Baterai CATL-Antam
Presiden Prabowo Subianto menerima Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026. [BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta – Komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan energi sekaligus akselerasi ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) makin dibikin sat-set. Presiden Prabowo Subianto secara khusus memanggil Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pertemuan penting ini membahas dua agenda krusial: percepatan program listrik masuk desa dan kesiapan peresmian pabrik baterai raksasa hasil kolaborasi CATL dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia makin siap melesat jadi pemain utama rantai pasok EV global, sekaligus memastikan akses energi terbarukan dan listrik bisa dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat di penjuru Tanah Air.

Terang benderang! Ribuan titik listrik desa siap diresmikan

Urusan pemerataan energi memang nggak boleh ditawar. Dalam keterangan persnya usai menghadap Presiden, Menko Bahlil membeberkan fakta bahwa akses listrik di pelosok negeri masih menjadi tantangan besar yang harus segera dituntaskan. Tercatat, masih ada hampir 11 ribu desa dan dusun di berbagai daerah Indonesia yang hingga kini belum menikmati aliran listrik secara memadai.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pemerintah telah merancang program Listrik Desa secara masif. Sebagai tahap awal yang konkret, sebanyak 1.413 titik penerangan telah dirampungkan pada program tahun 2025 dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo dalam waktu dekat.

“Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” ujar Menko Bahlil kepada awak media usai pertemuan di Istana, dikutip astakom.com pada Jumat (30/10/2026).

Langkah ini diharapkan bisa memangkas ketimpangan energi daerah pedalaman sekaligus memantik roda perekonomian lokal agar makin produktif.

Pabrik baterai CATL–Antam mulai berproduksi, tinggal menunggu tanggal main!

Nggak cuma soal penerangan di desa, pertemuan tersebut juga mengupas tuntas progres mega proyek hilirisasi energi. Menko Bahlil melaporkan perkembangan signifikan dari pabrik baterai kendaraan listrik hasil kongsi raksasa baterai asal Tiongkok, CATL, bersama BUMN tambang Indonesia, Antam.

Uniknya, pabrik ini merupakan proyek yang peletakan batu pertamanya (groundbreaking) dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo sekitar setahun yang lalu. Nggak pakai lama, kini fasilitas produksi tersebut sudah rampung dan mulai beroperasi secara komersial.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Menko Bahlil.

Kehadiran fasilitas baru ini makin memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri kendaraan listrik dunia. Bahlil mencatat, hadirnya pabrik CATL–Antam ini menambah daftar panjang fasilitas produksi baterai EV papan atas di Tanah Air, menyusul pabrik milik Hyundai serta pabrik berbasis investasi RRT yang sebelumnya sudah beroperasi di Halmahera, Maluku Utara.

Integrasi rantai pasok EV Indonesia makin top tier di kancah global

Melalui pengoperasian pabrik-pabrik baterai tersebut, Indonesia berhasil membuktikan bahwa proses hilirisasi bukan sekadar wacana manis. Ekosistem kendaraan listrik nasional kini sudah terintegrasi dari hulu ke hilir secara utuh—mulai dari penambangan nikel, pengolahan mineral murni, pembuatan prekursor dan katoda, hingga produksi sel baterai siap pakai.

Integrasi rantai nilai yang sangat komplet ini menjadi keunggulan kompetitif yang jarang dimiliki oleh negara-negara lain di dunia. Pemerintah optimistis, konsistensi hilirisasi energi ini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” tutur Menko Bahlil menutup keterangannya.

Dengan rampungnya pabrik baterai CATL-Antam serta berjalannya program listrik desa, Indonesia makin mempertegas posisinya sebagai negara yang nggak cuma fokus pada transisi energi hijau, tapi juga mandiri secara kedaulatan industri. (aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo baru aja memanggil Menko Bahlil ke Istana buat bahas dua agenda yang real penting banget: percepatan peresmian 1.413 titik program listrik desa biar hampir 11 ribu desa/dusun yang mati lampu bisa langsung glowing, plus kesiapan peresmian pabrik baterai kendaraan listrik raksasa hasil collab CATL dan Antam yang ternyata udah mulai produksi! Langkah sat-set ini membuktikan kalau rantai pasok ekosistem EV Indonesia dari tambang sampai sel baterai udah terintegrasi secara utuh dari hulu ke hilir—sebuah pencapaian top tier yang nggak banyak dimiliki negara lain demi menggolkan agenda hilirisasi nasional.

Presiden Prabowo Menko Bahlil Listrik Desa Baterai CATL-Antam Hilirisasi Energi Pabrik Baterai CATL–Antam Baterai EV EV Indonesia

Infografis

Terkini