BPS Mulai Sensus Ekonomi: Data Warga Dijamin Aman, Jadi Dasar Menyusun Kebijakan
BPS mulai Sensus Ekonomi 2026 door to door untuk mendata warga dan usaha. Data ini dijamin rahasia dan dipakai sebagai dasar kebijakan ekonomi yang lebih tepat.
BPS mulai Sensus Ekonomi 2026 door to door untuk mendata warga dan usaha. Data ini dijamin rahasia dan dipakai sebagai dasar kebijakan ekonomi yang lebih tepat.
Kementan memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan terus menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
Program prioritas nasional yang masuk dalam Asta Cita Presiden Prabowo iini digagas mendongkrak kesejahteraan rakyat sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi.
Neraca perdagangan RI surplus USD5,64 miliar hingga April 2026. Ekspor nonmigas, terutama industri pengolahan, jadi penopang di tengah ketidakpastian global.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Fahri Hamzah sebut ekonomi RI tumbuh 5,61% didorong konsumsi rakyat dan program MBG, dari UMKM hingga kampung nelayan jadi penggerak utama.
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,09 juta kunjungan, mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87%.
Kinerja ekspor RI Maret 2026 capai USD22,53 miliar, naik tipis. Nonmigas jadi penopang utama meski migas turun, dengan pasar utama China, AS, dan India.
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat sinergi dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).