Mentan Amran Copot 8 Pejabat Bapanas dan Bulog Buntut Kasus 600 Ton Beras SPHP Dioplos
astakom.com, Jakarta - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dibuat geram setengah mati gais! Kasus pengoplosan dan pengemasan ulang beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 600 ton berhasil dibongkar di kawasan Kalibata, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026). Amran mengecam keras aksi ini karena oknum-oknum nakal tega memanfaatkan barang subsidi demi mengeduk keuntungan pribadi yang sangat besar.
"Ini kejahatan. Ini subsidi, karena itu untuk kelas menengah ke bawah. Ini untuk membantu saudara kita yang kurang mampu, tetapi dia ambil haknya, kemudian manipulasi," tegas Amran.
Modus licik pelaku: ganti karung sampai oplos jadi beras premium
Dalam inspeksi tersebut, Mentan Amran membocorkan dua modus utama yang dipakai para pelaku buat mengelabuhi konsumen dan mencari cuan haram:
- Ganti Label & Karung: Beras SPHP dari Bulog yang mestinya dijual Rp12.500 per kg ke masyarakat dibongkar dari kemasan aslinya, lalu dikemas ulang pakai label merek lain atau karung polos.
- Pengoplosan Beras: Beras SPHP dicampur dengan beras kualitas rendah, atau diubah labelnya seolah-olah menjadi beras premium dan beras fortifikasi demi mematok harga jauh lebih mahal.
Amran menduga total beras yang dimanipulasi bisa jauh melebihi 600 ton, mengingat arus keluar-masuk beras terjadi setiap hari dan praktik ini disinyalir udah berjalan cukup lama.
Sat-set! 8 pejabat Bapanas dan Bulog langsung dicopot
Nggak pakai lama, Amran langsung mengambil tindakan tegas buat menyapu bersih oknum-oknum di internal lembaga. Total ada 10 orang yang dijatuhi sanksi, dengan rincian 8 pejabat Bapanas dan Perum Bulog dicopot dari jabatannya per hari itu juga, serta 2 pegawai Bulog DKI Jakarta diberi peringatan keras.
"Yang diberhentikan levelnya cukup tinggi. Ya, tetapi 8 ini langsung berhenti, per hari ini kita copot semua," ujar Amran. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian mereka dalam mengawasi distribusi pangan subsidi.
Diseret ke hukum, satgas pangan Polri amankan tersangka
Kasus pengoplosan beras rakyat ini dipastikan bakal terus bergulir ke ranah hukum pidana. Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri langsung turun tangan melakukan pemeriksaan intensif.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dilaporkan telah memeriksa sedikitnya sembilan orang saksi, dan satu di antaranya sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan buat membongkar potensi indikasi tindak pidana korupsi dalam rantai distribusi tersebut. (RaM)
Gen Z Takeaway
Parah banget gais, tindakan tegas Mentan Amran yang langsung sat-set membongkar modus pengoplosan beras SPHP plus mencopot 8 pejabat Bapanas dan Bulog jadi bukti nyata kalau hak rakyat kecil nggak boleh disunat demi cuan pribadi, dan semoga Satgas Pangan Polri bisa ngusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya biar nggak ada lagi oknum yang berani main-main sama urusan perut masyarakat.








