Berawal dari Lima Meja, Ini Asal Usul Pasar Kue Subuh Senen
astakom.com, Jakarta – Pasar Kue Subuh Senen menjadi salah satu tujuan berburu aneka kue dan jajanan di Jakarta Pusat. Aktivitas jual belinya berlangsung sejak malam hingga dini hari, sehingga kawasan ini dikenal sebagai tempat kulakan bagi pedagang maupun tujuan pembeli yang membutuhkan kue untuk berbagai keperluan.
Menghimpun dari berbagai sumber informasi mengenai sejarah Pasar Kue Subuh Senen, sentra perdagangan ini disebut mulai dirintis pada 1988 oleh Elkana Tju bersama empat rekannya. Mereka mengawali usaha dengan berjualan menggunakan lima meja di sekitar kawasan Pasar Senen. Informasi tersebut dikutip pada Jumat, (23/10/2026).
Berawal dari lima meja di kawasan Senen
Pada awal perkembangannya, kegiatan jual beli kue dilaporkan berlangsung sekitar pukul 02.00 hingga 08.00 WIB. Waktu operasional tersebut menjadi bagian dari sejarah penamaan Pasar Kue Subuh yang masih dikenal hingga sekarang.
Seiring bertambahnya jumlah pedagang, kegiatan perdagangan pun berkembang. Tempat yang awalnya hanya menggunakan beberapa meja perlahan menjadi lokasi yang semakin dikenal oleh pembeli yang membutuhkan aneka kue dalam jumlah banyak.
Perkembangan ini turut memperlihatkan bagaimana kegiatan perdagangan berskala kecil dapat tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan pembeli di kawasan perkotaan.
Mulai menempati area parkir pada 1991
Pada 1991, Elkana Tju disebut mengajukan izin kepada pengelola Pasar Senen Blok 4 untuk menggunakan area parkir sebagai lokasi berjualan. Pengajuan tersebut dikabarkan mendapat persetujuan, sehingga para pedagang memiliki tempat berdagang yang lebih terorganisasi.
Perkembangan Pasar Kue Subuh Senen kemudian menarik pembeli dari luar Jakarta. Sejumlah daerah yang disebut menjadi asal pembeli antara lain Bekasi, Bogor, Tangerang, hingga Cilegon.
Sebagian pembeli datang untuk membeli kue dalam jumlah besar atau kulakan, kemudian menjualnya kembali. Aktivitas tersebut membuat pasar ini tidak hanya menjadi tempat belanja untuk konsumsi pribadi, tetapi juga bagian dari rantai perdagangan jajanan.
Mengapa disebut Pasar Kue Subuh?
Nama Pasar Kue Subuh berkaitan dengan waktu jual beli yang pada awalnya berlangsung sejak dini hari. Kegiatan perdagangan dilaporkan berlangsung sekitar pukul 02.00 hingga 08.00 WIB.
Namun, jam operasional pasar disebut mulai bergeser pada 1995, menjadi sekitar pukul 19.00 hingga 02.00 WIB. Dengan jadwal tersebut, aktivitas perdagangan berlangsung sejak malam hingga menjelang dini hari, sementara nama Pasar Kue Subuh tetap melekat.
Pasar ini juga menjadi tujuan bagi pembeli yang membutuhkan pasokan kue untuk dijual kembali. Beragam kebutuhan tersebut membuat kegiatan kulakan menjadi salah satu bagian dari aktivitas perdagangan di kawasan ini. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Pasar Kue Subuh Senen menyimpan cerita tentang perdagangan yang berkembang dari skala sederhana. Sentra kue ini disebut bermula dari lima meja pada 1988, lalu berkembang dengan bertambahnya pedagang dan pembeli. Meski jam operasionalnya dilaporkan berubah sejak 1995, nama Pasar Kue Subuh tetap menjadi identitas yang melekat pada kawasan perdagangan kue di Jakarta Pusat.









