Wamenlu Anis Matta Desak Reformasi OKI Demi Selamatkan Palestina

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:06 WIB
Wamenlu Anis Matta Desak Reformasi OKI Demi Selamatkan Palestina
Vahd Nabyl Juru Bicara Kemlu RI (astakom/ Nadiah)

astakom.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong reformasi menyeluruh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta penguatan mekanisme penyelesaian konflik yang konkret demi membantu perjuangan rakyat Palestina.

Spill strategi diplomasi multilateral ini disampaikan langsung dalam sesi konferensi pers Kemlu RI di Jakarta pasca-kehadiran Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI ke-52 di Baghdad, Irak.

Dorong Reformasi Lembaga

"Bapak Wakil Menlu Anis Matta dalam pertemuan tersebut mendorong reformasi menyeluruh dan penguatan mekanisme penyelesaian konflik di dalam internal lembaga OKI agar lebih efektif dan Indonesia sebagai oasis perdamaian" ungkap Vahd Nabyl Juru Bicara Kemlu RI kepada para media pada agenda Press Briefing Kamis, (22/10/2026), di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

Prioritaskan Isu Palestina

Indonesia menekankan bahwa isu Palestina merupakan prioritas utama yang membutuhkan diplomasi preventif serta solidaritas politik yang tidak sekadar wacana.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui dorongan program-program bantuan serta langkah politik konkret dari 53 negara anggota OKI yang hadir.

"Dalam hal ini, Indonesia juga menegaskan Palestina sebagai prioritas utama dengan penekanan pada preventif diplomasi dan perlunya solidaritas politik dalam bentuk yang konkret dan program-program yang nyata" paparnya.

Sepakati Deklarasi Baghdad

Pertemuan internasional di Baghdad tersebut menghasilkan Baghdad Declaration yang menyepakati tanggal 11 Oktober sebagai Hari Peringatan Genosida Gaza.

Selain itu, OKI juga melahirkan serangkaian resolusi penting yang mencakup penanganan konflik kawasan, krisis kemanusiaan, hingga kerja sama sosial-budaya.

"Hasil dari KTM ini antara lain adalah Baghdad Declaration yang menetapkan 11 Oktober sebagai Hari Peringatan Genosida Gaza. Dan juga terdapat berbagai resolusi tentang Palestina, tentang konflik-konflik kawasan, isu sosial-politik, dan isu kemanusiaan dan budaya dan ilmu pengetahuan"jelasnya.

Kawal Ekonomi Nasional

Di sela-sela agenda utama KTM OKI, Wamenlu Anis Matta juga memanfaatkan momen untuk menggelar bilateral meeting (side event) bersama sejumlah menteri luar negeri negara sahabat, seperti Menlu Gambia, Menlu Yaman, serta Sekjen D-8. Agenda ini difokuskan untuk mengawal kepentingan ekonomi nasional agar makin slay dan kompetitif di kancah global.

"Selain menghadiri pertemuan tersebut, Bapak Wakil Menlu juga mengadakan pertemuan bilateral antara lain dengan Menlu Gambia, Menlu Yaman, Wakil Menlu Irak, Wakil Menlu Oman, dan Wakil Menteri Perminyakan Irak, serta dengan Sekjen D-8. Dan dimanfaatkan juga untuk mendorong berbagai kepentingan Indonesia di bidang perdagangan, investasi, energi, dan penguatan D-8 kita" tutupnya. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Indonesia lagi all out membela Palestina lewat jalur diplomasi internasional! Di KTM OKI Baghdad, Wamenlu Anis Matta mendesak reformasi internal OKI supaya pergerakannya makin nyata dan nggak cuma wacana. Selain berhasil bikin Baghdad Declaration yang menetapkan 11 Oktober sebagai Hari Peringatan Genosida Gaza, Indonesia juga aktif menggelar pertemuan bilateral buat mengamankan investasi dan kerja sama ekonomi nasional biar makin slay di kancah global.

OKI Organisasi Kerjasama Islam Wamenlu Anis Matta Indonesia Dukung Palestina

Infografis

Terkini