Mengulik Patung Pemuda Membangun? Ini Sejarah dan Makna Obor di Tangannya
astakomcom, Jakarta – Patung Pemuda Membangun menjadi salah satu landmark yang mudah dikenali di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Monumen yang menampilkan sosok pemuda mengangkat obor ini ternyata menyimpan pesan tentang peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Melansir keterangan resmi Galeri Nasional Indonesia di bawah Kementerian Kebudayaan dikutip pada Jumat, (23/10/2026), patung tersebut dikerjakan oleh tim pematung Biro ISA (Insinyur Seniman Arsitektur) dan diresmikan pada Maret 1972.
Tingginya mencapai 24,9 meter, dengan obor sebagai elemen utama yang melambangkan semangat pembangunan yang tidak pernah padam.
Berawal dari karya seni di kawasan Senayan
Patung Pemuda Membangun terletak di bundaran air mancur Senayan, Jakarta Selatan, tepatnya di ujung selatan Jalan Jenderal Sudirman. Lokasinya berjarak sekitar 300 meter dari Mal Ratu Plaza dan berada di pertemuan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Patimura, serta Jalan Hang Lekir.
Berdasarkan katalog Galeri Nasional Indonesia, pengerjaan monumen ini dimulai pada Juli 1971 dan diresmikan pada Maret 1972. Karya tersebut tercatat dibuat pada 1971–1972 dan menjadi salah satu patung monumental yang menghiasi ruang publik Jakarta.
Pengerjaannya melibatkan tim pematung dari Biro ISA atau Insinyur Seniman Arsitektur yang dipimpin Imam Supardi. Sementara itu, Munir Pamuncak bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan sekaligus mengembangkan konsep bentuk patung.
Obor yang menyimpan makna semangat pembangunan
Hal yang paling mencolok dari patung ini adalah figur pemuda yang mengangkat obor berbentuk piring dengan api menyala. Bentuk tersebut bukan sekadar elemen visual, tetapi memiliki makna yang berkaitan dengan pesan utama monumen.
Galeri Nasional Indonesia menjelaskan bahwa obor itu melambangkan semangat pembangunan yang tidak pernah padam. Pesan tersebut berkaitan dengan masa ketika program Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I mulai dicanangkan.
Figur pemuda dibuat dengan kesan gagah, kuat, dan dinamis. Konsep yang dikembangkan Munir Pamuncak menonjolkan ekspresi gerak melalui bentuk tubuh, guratan otot, dan postur yang memperlihatkan tenaga.
Melalui gambaran tersebut, karya ini menyampaikan pesan bahwa pemuda diharapkan mengambil peran aktif dalam pembangunan. Generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Tingginya hampir 25 meter, terbuat dari beton dan teraso
Selain pesan yang dibawanya, Patung Pemuda Membangun juga menarik dari segi ukuran dan material. Berdasarkan data karya Galeri Nasional Indonesia, monumen ini memiliki tinggi mencapai 24,9 meter.
Patung tersebut dibuat menggunakan beton bertulang baja dengan adukan semen, kemudian bagian luarnya dilapisi bahan teraso. Material tersebut tercatat dalam katalog resmi sebagai beton cor, baja, dan teraso.
Dengan ukuran yang menjulang di tengah kawasan Senayan, patung ini menjadi elemen visual yang mudah dikenali dari sejumlah ruas jalan di sekitarnya. Bentuk figur yang mengangkat obor juga membuatnya memiliki ciri khas dibandingkan monumen lain di Jakarta.
Saat melintasi kawasan tersebut, masyarakat dapat melihat bagaimana karya seni ini ditempatkan sebagai bagian dari ruang publik ibu kota. Keberadaannya bukan hanya memperkaya tampilan kota, tetapi juga membawa pesan mengenai semangat generasi muda dalam pembangunan. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Patung Pemuda Membangun bukan sekadar monumen tinggi yang berdiri di kawasan Senayan. Figur pemuda dan obor yang diangkatnya menyimpan pesan tentang semangat yang terus menyala serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun bangsa. Jadi, saat melewati patung ini, ada cerita di balik bentuk ikoniknya yang menarik untuk dikenali, terutama tentang bagaimana sebuah karya seni bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat lintas generasi.









