Spill 3 Fokus KEK Sektor Kesehatan, dari Layanan Medis hingga Industri Obat

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:02 WIB
Spill 3 Fokus KEK Sektor Kesehatan, dari Layanan Medis hingga Industri Obat
Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Selasa (17/6/2026). [astakom/M Syauqi Amrullah]

astakom.com, Jakarta – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor kesehatan tak hanya menyasar pembangunan fasilitas medis, tetapi juga penguatan industri kesehatan dan peningkatan kemampuan dokter Indonesia. Pemerintah menyiapkan tiga fokus pengembangan untuk memperluas pilihan layanan kesehatan di dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan di luar negeri.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memaparkan tiga fokus tersebut setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan III 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Fokus itu mencakup peningkatan layanan kesehatan, investasi industri alat kesehatan dan obat-obatan, serta transfer pengetahuan dari dokter asing kepada dokter Indonesia.

1. Layanan medis bertaraf internasional jadi sasaran

Salah satu fokus pengembangan KEK kesehatan adalah memperkuat layanan medis di dalam negeri agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan pengobatan berkualitas tanpa harus pergi ke luar negeri.

Dante menyoroti besarnya pengeluaran masyarakat Indonesia untuk berobat di negara lain. Menurutnya, potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan menghadirkan fasilitas kesehatan bertaraf internasional di kawasan ekonomi khusus.

"Tadi Pak Menko (Airlangga) sudah sebutkan ada Rp 150 triliun setiap tahun keluar karena orang berobat keluar negeri. Nah ini akan kita fasilitasi di KEK dan dia bisa membuat SAS (Special Access Scheme) serta mendatangkan fasilitas yang bertaraf internasional," kata Dante.

Angka Rp150 triliun yang disampaikan tersebut menggambarkan pengeluaran tahunan yang menjadi perhatian pemerintah. Pengembangan fasilitas medis di dalam negeri diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pasien Indonesia yang selama ini memilih berobat ke luar negeri.

Meski begitu, pengalihan pengeluaran tersebut masih menjadi sasaran kebijakan. Besarnya dampak yang dapat dicapai akan bergantung pada kesiapan fasilitas, kualitas layanan, dan kebutuhan pasien.

2. Investor diajak mengembangkan industri alat kesehatan dan obat

Fokus kedua menyasar penguatan industri kesehatan nasional. Pemerintah membuka peluang bagi investor untuk masuk ke KEK dan mengembangkan produksi alat kesehatan maupun obat-obatan yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.

Langkah ini diharapkan memperluas kemampuan produksi nasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yang masih bergantung pada produk dari luar negeri.

"Kami juga undang investor untuk masuk ke KEK agar bisa memproduksi alat kesehatan dan obat-obatan yang tidak bisa diproduksi sebelumnya di dalam negeri," terang Dante.

Melalui investasi tersebut, pemerintah ingin mendorong berkembangnya industri kesehatan di Indonesia. Namun, ajakan kepada investor tidak serta-merta berarti seluruh produk tersebut sudah diproduksi di kawasan KEK. Realisasinya masih bergantung pada investasi yang masuk, kesiapan fasilitas produksi, dan proses pengembangan industri.

3. Dokter asing diharapkan berbagi pengetahuan dengan dokter Indonesia

Selain layanan medis dan industri, pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Kehadiran dokter asing di wilayah KEK diarahkan untuk membuka kesempatan bagi dokter Indonesia mempelajari pengetahuan dan keterampilan dari tenaga medis internasional.

Dante menyampaikan bahwa pemerintah telah menerbitkan surat izin praktik bagi dokter asing di wilayah KEK. Kebijakan tersebut diharapkan mendukung proses transfer pengetahuan agar kemampuan dokter Indonesia semakin berkembang.

"Transfer of knowledge ini adalah kita sudah menerbitkan surat izin praktik untuk dokter asing di wilayah KEK. Dengan begitu, transfer of knowledge dari dokter-dokter asing itu bisa pindah ke dokter-dokter kita, sehingga nantinya dokter kita bisa mandiri melakukan pelayanan sama seperti pelayanan bertaraf internasional," ujarnya.

Melalui pendekatan ini, pemerintah ingin dokter Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan memberikan pelayanan kesehatan dengan standar yang sebanding dengan layanan internasional.

Meski demikian, penerbitan izin praktik belum otomatis membuktikan bahwa seluruh dokter asing telah bertugas atau transfer pengetahuan sudah berlangsung di semua kawasan. Pelaksanaannya perlu dilihat dari perkembangan di lapangan.

KEK kesehatan terus dikembangkan, ini yang jadi perhatian pemerintah

Pengembangan KEK sektor kesehatan bukan agenda yang baru dimulai pada 2026. KEK Sanur di Bali telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2022 dan diresmikan bersama Bali International Hospital oleh Presiden Prabowo pada 25 Juni 2025. Kawasan ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat layanan kesehatan di dalam negeri.

Dalam Rakernas KEK Triwulan III pada 21 Oktober 2026, pemerintah kembali membahas penguatan sektor tersebut melalui peningkatan layanan medis, dorongan investasi industri alat kesehatan dan obat-obatan, serta transfer pengetahuan dari dokter asing kepada dokter Indonesia. Pengembangan ini tidak hanya menyangkut fasilitas rumah sakit, tetapi juga kesiapan industri dan tenaga medis untuk mendukung layanan kesehatan nasional. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

KEK sektor kesehatan punya tiga fokus yang perlu dicermati: memperkuat layanan medis di dalam negeri, mengundang investasi untuk produksi alat kesehatan dan obat-obatan, serta membuka peluang transfer pengetahuan dari dokter asing kepada dokter Indonesia. Ketiganya masih perlu dilihat dari pelaksanaan nyata di lapangan, mulai dari realisasi investasi hingga peningkatan kompetensi tenaga medis. 

Pengembangan KEK KEK KEK Sektor Kesehatan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan

Infografis

Terkini