Bukan Sekadar Penanda Jalan, Ini Fakta & Cerita di Balik Ikoniknya Patung Pancoran

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 23 Oktober 2026 | 22:03 WIB
Bukan Sekadar Penanda Jalan, Ini Fakta & Cerita di Balik Ikoniknya Patung Pancoran
Sering Lihat Patung Pancoran? Yuk, Kenali Sejarah dan Maknany (Dok. Distamhut Jakarta)

astakom.com, Jakarta – Patung Pancoran menjadi salah satu landmark yang mudah dikenali saat melintasi kawasan Jakarta Selatan. Namun, di balik bentuknya yang ikonik, monumen bernama resmi Patung Dirgantara ini menyimpan cerita tentang semangat Indonesia di bidang penerbangan dan kedirgantaraan. 

Mengutip keterangan resmi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta serta dokumen penetapan cagar budaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikutip pada Jumt, (23/10/2026), patung ini dibuat pada pertengahan 1960-an dan dirancang oleh pematung Edhi Sunarso dengan bantuan Keluarga Arca Yogyakarta. Kini, monumen tersebut telah ditetapkan sebagai struktur cagar budaya.

Bukan sekadar patung di persimpangan jalan

Buat masyarakat yang sering melintasi kawasan Pancoran, keberadaan patung ini mungkin sudah tidak asing lagi. Letaknya yang berada di persimpangan jalan membuatnya mudah dikenali sebagai salah satu penanda kawasan Jakarta Selatan.

Namun, Patung Dirgantara tidak hanya berfungsi sebagai penghias kota. Berdasarkan informasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, gagasan pembuatannya berkaitan dengan keinginan untuk menghadirkan monumen yang menggambarkan dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan.

Sosok yang ditampilkan dikenal sebagai manusia angkasa. Figur tersebut menggambarkan semangat dan keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Makna ini membuat Patung Pancoran tidak hanya memiliki nilai visual, tetapi juga membawa pesan tentang cita-cita Indonesia dalam bidang kedirgantaraan.

Pematung Edhi Sunarso merancang monumen ini pada pertengahan 1960-an dengan bantuan Keluarga Arca Yogyakarta. Dalam dokumen penetapan cagar budaya, Ir. Soetami juga tercatat sebagai arsitek pelaksana dalam pembangunan atau peletakan Patung Dirgantara.

Berbahan perunggu dengan struktur melengkung

Kalau diperhatikan lebih dekat, Patung Pancoran memiliki bentuk dan struktur yang cukup khas. Berdasarkan lampiran Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 684 Tahun 2024, patung ini berbahan perunggu dengan berat sekitar 11 ton.

Tinggi figur patung mencapai 11 meter, sedangkan pedestal atau struktur penyangganya setinggi 16 meter. Panjang lengkungan pedestal-patung tersebut mencapai 36 meter.

Bagian penyangganya menggunakan struktur beton bertulang dengan bentuk melengkung. Sementara itu, figur patung menampilkan sosok laki-laki dengan kain penutup di bagian bahu dan pinggul, ekspresi wajah tegas, serta tatapan lurus ke depan.

Dokumen cagar budaya juga mencatat gaya Patung Dirgantara sebagai naturalis ekspresif modern. Gaya tersebut menjadi salah satu unsur yang membuat monumen ini memiliki karakter tersendiri di tengah perkembangan lanskap perkotaan Jakarta.

Patung ini berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 1, tepatnya di persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Dr. Supomo, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Lokasinya juga berhadapan dengan kompleks Wisma Aldiron Dirgantara, yang menurut informasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta dahulu merupakan markas besar TNI Angkatan Udara. Letaknya yang strategis turut menjadikan patung ini sebagai penanda visual bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Resmi menjadi struktur cagar budaya

Nilai sejarah Patung Pancoran semakin diperkuat melalui penetapannya sebagai struktur cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 684 Tahun 2024 yang ditetapkan pada 30 September 2024.

Dalam dokumen tersebut, terdapat sejumlah pertimbangan yang mendukung penetapannya. Patung Dirgantara telah berusia lebih dari 50 tahun, memiliki gaya seni yang mewakili zamannya, serta mempunyai arti khusus bagi sejarah pembangunan Indonesia di bidang kedirgantaraan.

Status cagar budaya ini menegaskan bahwa Patung Pancoran bukan sekadar ikon kota yang dikenal karena bentuknya. Monumen tersebut juga memiliki nilai sejarah dan seni yang perlu dipertahankan keberadaannya.

Upaya pelestarian pun dilakukan oleh pemerintah daerah. Pada Agustus 2025, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melaksanakan konservasi pada bagian pedestal atau tiang patung. Langkah ini dilakukan karena kondisi permukaannya dinilai kurang baik, antara lain ditandai dengan cat yang terkelupas dan lumut.

Perawatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi fisik monumen agar kerusakan tidak terus berkembang. Dengan begitu, keberadaan Patung Dirgantara sebagai salah satu warisan sejarah Jakarta dapat terus dipertahankan.

Bisa dilihat dari kawasan jalan layang

Selain menjadi penanda kawasan, Patung Pancoran berada di lingkungan perkotaan yang terhubung dengan jalur transportasi dan ruang terbuka di bawah jalan layang.

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat bahwa kawasan flyover Pancoran memiliki area seluas 13.969 meter persegi, termasuk area hijau seluas 2.372 meter persegi dan area pedestrian seluas 7.596 meter persegi. Data ini menggambarkan bahwa lingkungan sekitar monumen juga mencakup ruang hijau dan jalur pejalan kaki.

Meski begitu, Patung Dirgantara bukan destinasi yang dapat dimasuki seperti museum. Portal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut masyarakat dapat menikmati pemandangan patung dari flyover MT. Haryono.

Karena berada di kawasan lalu lintas yang ramai, masyarakat yang ingin melihat atau memotretnya tetap perlu memperhatikan keselamatan dan tidak berhenti sembarangan di jalan.

Gen Z Takeaway

Patung Pancoran ternyata menyimpan lebih banyak cerita daripada sekadar monumen yang sering terlihat saat melintasi Jakarta Selatan. Mulai dari makna kedirgantaraan, bentuk dan struktur yang khas, hingga statusnya sebagai cagar budaya, semuanya menunjukkan bahwa patung ini punya nilai sejarah tersendiri. Jadi, saat melihatnya lagi, kita tidak hanya mengenali ikonnya, tetapi juga memahami cerita dan warisan yang ada di baliknya.

Patung Pancoran Sejarah Sejarah Patung DKI Jakarta Sejarah Patung Pancoran Patung Dirgantara Landmark

Infografis

Terkini