Barce/Leli Raih Emas Asian Para Games, Dedikasi bagi David Jacobs
astakom.com, Jakarta — Kejutan luar biasa ditorehkan tim para tenis meja Indonesia pada ajang Asian Para Games 2026. Berangkat tanpa status unggulan dan melampaui target awal kontingen yang hanya membidik empat medali perunggu, pasangan ganda campuran Barce Layaba/Leli Marlina sukses merebut medali emas di nomor ganda campuran kelas 10 (TT10) di Sky Hall Toyota, Jepang, Jumat (23/10/2026).
Raihan emas bersejarah ini sekaligus memutus puasa gelar para tenis meja Indonesia di panggung Asian Para Games sejak edisi Jakarta 2018 silam.
Titik balik krusial kontra Thailand dan mentalitas tanpa beban
Status nonunggulan justru menjadi berkah tersendiri bagi Barce/Leli untuk tampil lepas tanpa beban psikologis. Titik balik perjuangan mereka terjadi saat menghadapi rival bebuyutan asal Thailand, yang sempat mengalahkan mereka pada ASEAN Para Games 2025 lalu.
Kekhawatiran tersebut berhasil dipatahkan lewat performa spartan. Di fase grup, Barce/Leli melibas pasangan nomor satu Thailand, Panwas Sringam/Norakhan Chanpaka, dengan skor mutlak 3-0. Tren positif berlanjut di babak perempat final saat mereka menundukkan ganda kedua Thailand, Wassana Sringam/Wanchai Chaiwut, lewat pertarungan 3-1. Kemenangan ganda atas Thailand tersebut melipatgandakan kepercayaan diri Barce/Leli.
Di babak semifinal, mentalitas tak gentar kembali terbukti saat mereka menumbangkan wakil unggulan Tiongkok, Bian Zhang/Zhengyang Peng. Memasuki partai puncak kontra wakil Korea Selatan, Barce dan Leli tampil sangat dominan berbekal rekor pertemuan tanpa kekalahan melawan atlet Negeri Ginseng di berbagai kejuaraan dunia sebelumnya, hingga akhirnya memastikan podium tertinggi.
Dedikasi untuk mendiang David Jacobs dan kejutan atlet senior
Medali emas ini memiliki makna emosional mendalam bagi kontingen Merah Putih. Seluruh skuad mendedikasikan gelar juara ini khusus untuk mendiang legenda tenis meja Indonesia, David Jacobs, yang berpulang pada 2023 lalu.
Pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba, menegaskan bahwa emas ini merupakan tonggak kebangkitan tim setelah kepergian sang legenda. Apresiasi juga mengalir kepada atlet senior berusia 59 tahun, Osrita Muslim, yang tampil impresif dengan menyumbang dua medali perunggu di nomor ganda putri kelas TT10 (bersama Leli Marlina) dan ganda campuran kelas TT7 (bersama Yayang Gunaya).
Secara keseluruhan, tim para tenis meja Indonesia menutup kejuaraan dengan torehan 1 medali emas dan 6 medali perunggu. Empat perunggu lainnya disumbangkan oleh Barce Layaba (tunggal putra TT4-5), Komet Akbar (tunggal putra TT10), Hamida (tunggal putri TT8), serta duet Adyos Astan/Yayang Gunaya di ganda putra TT8. (ACwan/RaM)
Gen Z Takeaway
Plot twist paling berkelas dan emosional di Asian Para Games 2026! Datang bukan sebagai unggulan dan cuma ditarget perunggu, Barce Layaba/Leli Marlina malah main kesurupan: Thailand, China, sampai Korea Selatan dilibas habis demi bawa pulang emas TT10. Momen paling bikin merinding tentu persembahan emas ini buat sang legenda mendiang David Jacobs. Respect setinggi-tingginya buat mentalitas juara para atlet Merah Putih!









