KTT D-8 Ditunda Hingga Tahun Depan, Kemlu Beberkan Alasan Utamanya
astakom.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi bahwa penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang semula dijadwalkan pada April 2026 resmi ditunda hingga tahun depan.
Alasan Penundaan
Keputusan strategis ini diambil pemerintah setelah mempertimbangkan dinamika eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta demi menjamin tingkat kehadiran (attendance rate) yang maksimal dari seluruh pimpinan negara anggota.
"Pelaksanaan KTT yang semula direncanakan pada awal tahun ini yaitu di bulan April masih tertunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian, karena kita masih mempertimbangkan juga dinamika di Timur Tengah dan juga berbagai faktor yang tentu perlu kita take in to consideration" tutur Vahd Nabyl Juru Bicara Kemlu RI pada agenda Press Briefing Kamis, (22/10/2026), di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Kepemimpinan Tetap On-Track
"Meskipun demikian, Indonesia berkomitmen untuk menyelenggarakan ini di tahun depan" jelasnya.
Meskipun agenda puncak KTT D-8 mengalami pengereman jadwal, Kemlu menegaskan bahwa kepemimpinan Indonesia dalam organisasi D-8 tetap berjalan on track dan super aktif.
Penyesuaian Jadwal Istana
Proses pencarian tanggal pengganti kini tengah diselaraskan secara internal dengan pihak Istana Presiden sebelum diedarkan secara resmi ke seluruh negara anggota D-8.
Penyesuaian ini dirancang agar penyelenggaraan summit tidak terganggu oleh tensi keamanan global yang sedang fluktuatif.
"Dalam hal ini, kita masih memfinalisasi opsi jadwal tersebut untuk secara internal dengan disetujui nantinya oleh Bapak Presiden untuk dilakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga di Indonesia sebelum nanti akan diedarkan ke negara-negara anggota dan juga sekretariat untuk ditentukan pelaksanaannya" paparnya.
Agenda Pendahuluan Sukses
Penundaan KTT tidak lantas membuat mesin diplomasi Indonesia berdiam diri. Sepanjang tahun ini, Indonesia telah sukses mengeksekusi berbagai agenda pendahuluan yang membawa dampak konkret bagi penguatan ekonomi dan jejaring pemuda di lingkungan D-8.
Mulai dari forum kepemudaan hingga ajang pameran industri halal internasional berhasil digelar tanpa hambatan.
"Tapi meskipun KTT-nya ditunda, bukan berarti bahwa kita sama sekali tidak melaksanakan kegiatan dalam konteks D-8. Sebagaimana kita ketahui bahwa telah terlaksana sejumlah tahun ini beberapa kegiatan yang merupakan pendahuluan dari KTT tersebut, antara lain yaitu adanya D-8 Relevant Investigation Discussion, D-8 Youth Dialogue di Surabaya pada bulan Juli, kemudian juga ada Halal Expo pada bulan Juli, dan Business Forum yang dilaksanakan di Tangerang pada awal bulan Oktober ini" tutupnya. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Penundaan KTT D-8 ini bukti kalau tensi geopolitik global lagi nggak main-main sampai bikin jadwal pertemuan pimpinan negara harus di-reschedule demi kehadiran maksimal. Walau acara puncaknya geser ke tahun depan, diplomasi Indonesia tetap gaspol lewat berbagai event pendahuluan mulai dari Youth Dialogue sampai Halal Expo yang sukses digelar!









