Asap Karhutla Bikin Hujan 'Delay?' BMKG Turun Tangan Pakai Modifikasi Cuaca!

Editor: Anri Syaiful
Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:02 WIB
Asap Karhutla Bikin Hujan 'Delay?' BMKG Turun Tangan Pakai Modifikasi Cuaca!
Lanud Sjamsudin Noor fasilitasi penerbangan pesawat TNI AU untuk Operasi Modifikasi Cuaca atasi karhutla di Banjarbaru, Kalsel, Selasa (20/10/2026). [Pen Sam]

astakom.com, Jakarta – Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ternyata nggak cuma bikin mata perih dan sesak napas, tapi juga bisa bikin jadwal masuknya musim hujan makin ngaret. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggenjot Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi membobol kepekatan asap di wilayah terdampak.

Langkah ini diambil agar proses pembentukan awan hujan tidak terhalang dan musim hujan bisa datang sesuai perkiraan.

Taktik 'garam & es kering': BMKG gandeng Thailand demi tembus atmosfer

Gak cuma cara biasa, operasi modifikasi cuaca kali ini terbilang cukup canggih. Pemerintah tidak hanya menyemai awan menggunakan Natrium Klorida (NaCl) atau garam dapur, tetapi juga memanfaatkan dry ice (es kering) untuk menembus lapisan atmosfer yang tertahan asap pekat.

Dalam penerapannya, BMKG menjalin kolaborasi khusus dengan Thailand. Tak hanya itu, uji radiosonde juga rutin menerbangkan balon udara berinstrumen untuk memetakan titik koordinat penyemaian awan secara akurat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan pentingnya pembongkaran asap pekat ini agar masa transisi cuaca tidak terganggu.

"Kalau kepekatan asap tidak bisa kita kurangi, kita khawatir musim hujan masuknya bisa lebih mundur lagi sehingga kepekatan itu dibongkar dengan melakukan OMC, operasi modifikasi cuaca," ujar Faisal kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2026.

Durasi hujan lebih singkat, tapi siap-siap guyuran ekstrem

Berdasarkan analisis BMKG, awal musim hujan diproyeksikan mulai masuk ke wilayah Indonesia pada November 2026. Adapun puncak musim hujan diperkirakan berlangsung dari Desember 2026 hingga Februari 2027.

Meskipun secara akumulasi curah hujan tergolong normal, durasi musim hujan kali ini cenderung lebih pendek. Efeknya, intensitas hujan yang turun dalam kurun waktu singkat tersebut diprediksi bakal cukup tajam dan ekstrem.

"Sehingga nanti terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan, sehingga bencana meteorologi basah yaitu banjir, longsor itu juga perlu kita antisipasi dari mulai sekarang," terang Teuku Faisal Fathani.

Bayang-bayang El Nino hingga awal 2027

Kondisi cuaca tahun ini memang cukup menantang karena dibayangi oleh fenomena El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat yang diprediksi bertahan sampai awal 2027. Pengaruh El Nino inilah yang meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, serta meluasnya titik karhutla di berbagai daerah.

Karena kedatangan awal musim hujan cenderung terlambat, langkah preventif lewat modifikasi cuaca menjadi tumpuan utama agar dampak kemarau panjang dan bencana hidrometeorologi bisa diminimalisasi sedini mungkin. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gara-gara asap karhutla makin pekat dan bikin jadwal musim hujan makin ngaret, BMKG langsung gercep turun tangan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pakai dry ice sampai gandeng Thailand buat mendobrak lapisan atmosfer—soalnya meskipun El Nino masih bakal staycation sampai awal 2027, awal hujan November 2026 ini diprediksi punya durasi lebih pendek tapi bakal guyur hujan ekstrem, jadi banjir dan longsor wajib banget diwaspadai dari sekarang!

BMKG Operasi Modifikasi Cuaca OMC Karhutla El Nino El Nino Godzilla

Infografis

Terkini