80+ Negara Kumpul di Jakarta, Rancang Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia!
astakom.com, Jakarta – Panggung besar ekonomi kreatif dunia kembali digelar di Indonesia. The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) resmi dimulai pada Kamis (22/10/2026) di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Dengan tema "Inclusively Creative: Collective Continuity", forum yang digagas Indonesia sejak 2018 ini jadi ajang menguatkan komitmen global untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Panggung dunia pulang ke Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan lewat sambutan yang dibacakan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Presiden menegaskan kalau ekonomi kreatif punya peran strategis sebagai mesin pertumbuhan nasional yang berpijak pada potensi lokal, sekaligus bagian penting dari agenda pembangunan global.
“Kreativitas dan inovasi merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi masa depan yang lebih adil serta inklusif. Ekonomi kreatif bukan sekadar pendorong kesejahteraan finansial, melainkan juga wadah untuk mempererat diplomasi budaya dan pemersatu bangsa-bangsa di seluruh penjuru dunia,” tutur Presiden Prabowo berdasarkan rilis yang diterima astakom pada Jumat (23/10/2026).
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, lalu menghighlight kontribusi sektor ini bagi ekonomi dunia dan nasional.
Ekraf Sumbang 7,38% PDB RI
Data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mencatat nilai ekspor barang dan jasa kreatif global menyentuh USD1,7 triliun pada 2024. Di Indonesia, sektor ini menyumbang 7,38 persen terhadap PDB dan menyerap hingga 27,4 juta tenaga kerja.
Menteri Ekraf menjelaskan kalau tema WCCE 2026 menggambarkan krusialnya kerjasama dan keberlanjutan. Unsur Collective menegaskan partisipasi seluruh elemen ekosistem hexahelix, yaitu pemerintah, kreator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media, untuk mewujudkan real action.
Sementara Continuity mencerminkan krusialnya melindungi kreativitas agar tetap stay dan berkembang di era rintangan dunia.
“Delapan tahun lalu, di Bali, kita memulai sebuah gagasan yang berani, bahwa ekonomi kreatif layak mendapat kursinya sendiri di meja tempat dunia mengambil keputusan. Sejak saat itu, gagasan ini telah berkeliling dunia. Hari ini, ia pulang kembali ke Jakarta untuk penyelenggaraan Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif WCCE yang kelima,” papar Menteri Ekraf.
Indonesia nggak cuma ngomong soal ekonomi kreatif di dalam negeri, tapi juga gigih membawanya ke meja diplomasi internasional. Lewat jalur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia terus mendorong agenda ini sampai lahir resolusi yang diadopsi pada 2019 dan 2023, lalu kembali diperbarui di Sidang ke-81. Langkah ini membuka pintu lebih lebar bagi negara-negara Global South untuk ikut menentukan arah kebijakan dunia yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama soal penciptaan lapangan kerja dan penguatan narasi lokal.
4 pilar Jakarta Vision
Semua komitmen itu jadi pondasi lahirnya Jakarta Vision on Creative Economy. Setelah ngobrol langsung lewat konsultasi publik bareng para pelaku dan komunitas kreatif, WCCE 2026 akhirnya menetapkan empat pilar utama sebagai kompas arah ekonomi kreatif ke depan.
Pertama, memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menguatkan kreativitas manusia. Kedua, menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan desain berkelanjutan. Ketiga, membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan memberdayakan masyarakat. Keempat, melindungi kekayaan intelektual supaya para kreator bisa menikmati nilai ekonomi dari karyanya secara lebih adil.
Menteri Ekraf juga me reminder kalau ekonomi kreatif bukan cuma urusan kebijakan dan strategi di atas kertas, tapi soal manusia yang melahirkan ide dan karya. Nilai inilah yang jadi bagian penting dalam upaya membangun ekosistem kreatif yang inklusif lewat Jakarta Vision on Creative Economy
"Di balik setiap kebijakan, dataset, dan panel diskusi, ada sosok individu yang berjuang menyampaikan apa yang mereka rasakan dan yakini. Kreativitas bukan sekadar hasil karya, melainkan cara kita saling berbicara ketika kata-kata biasa tidak lagi cukup. Selamat berkonferensi dan berkolaborasi. Semoga Jakarta Vision ini membuka babak baru dalam ekonomi kreatif global demi dunia yang Inclusively Creative,” ucap Menteri Ekraf.
Dilihat dari kacamata hubungan internasional, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir alias Menlu Tata menilai kreativitas adalah modal berharga Indonesia untuk menghadapi dunia yang serba tak menentu dan ekonomi global yang lagi bergejolak.
Menlu Tata juga menekankan peran diplomasi dalam menjawab tiga PR besar yaitu perubahan iklim, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan. Karena itu, kolaborasi antarnegara dibutuhkan supaya karya para kreator aman dari eksploitasi dan tetap punya akses yang adil ke pasar global.
“Inilah sebabnya mengapa Presiden Prabowo Subianto telah menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar ketahanan ekonomi nasional kita. Karena hal ini menciptakan lapangan kerja, memberdayakan para pemuda kita, dan membuat ekonomi kita lebih mandiri. Di tengah dunia yang serba tidak pasti, ide dan kreativitas adalah sumber daya terbarukan yang tidak akan pernah habis untuk memajukan ekonomi,” papar Menlu Tata.
80 negara, 38 menteri hadir
Panggung WCCE 2026 ramai banget. Delegasi dari lebih dari 80 negara dan 7 organisasi internasional hadir, termasuk 38 menteri dan perwakilan tingkat tinggi. Ada 183 pembicara dan moderator yang ikut urun suara, dengan target lebih dari 6.000 peserta yang bakal bareng-bareng merancang masa depan ekonomi kreatif dunia. Belum lagi Creativillage, bagian dari rangkaian WCCE yang diperkirakan bakal dikunjungi sekitar 20.000 orang.
Sesi pleno (plenary session) digelar selama dua hari, 22-23 Oktober 2026, dengan 33 sesi diskusi strategis yang bakal dipungkasi lewat Closing Session. Acara dibuka dengan Pagelaran Sabang Merauke yang memamerkan kekayaan budaya Nusantara, baru setelah itu Menteri Ekraf secara resmi membuka rangkaian diskusi.
Gelaran WCCE 2026 ikut memeriahkan Bulan Kreasi Nasional, sekaligus jadi bagian dari rangkaian menuju puncak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) pada 24 Oktober 2026. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Dunia lagi serius nganggep skill kreatif sebagai mesin ekonomi: di Indonesia sektornya nyerap 27,4 juta pekerja dan nyumbang 7,38% PDB. Jakarta Vision juga nekenin AI sebagai penguat kreativitas, desain berkelanjutan, ekosistem inklusif, dan perlindungan karya lewat hak kekayaan intelektual. Jadi, skill kreatifmu punya peluang karier nyata, tinggal lindungi karyamu.









