TNI Bakal Tindaklanjuti Informasi KPK terkait Dugaan Prajurit Terlibat Korupsi Dana BNPB
astakom.com, Jakarta — TNI menyatakan akan menindaklanjuti informasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam kasus korupsi dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan bencana.
TNI juga menegaskan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Koordinasi dengan KPK akan dilakukan untuk memastikan setiap informasi ditangani sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
"TNI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan berkoordinasi dengan KPK serta menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku," ungkap Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas dikutip astakom.com pada Kamis (22/10/2026).
Respons surat KPK ke Panglima TNI
Nas menyampaikan pernyataan tersebut untuk merespons informasi KPK yang telah mengirimkan surat kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Surat itu berkaitan dengan dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam kasus korupsi dana BNPB.
Langkah ini menjadi tindak lanjut atas informasi yang disampaikan KPK, sekaligus menegaskan komitmen TNI untuk menghormati proses hukum yang berjalan.
Lima tersangka dari OTT BNPB
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Kasus dugaan korupsi ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, penyidik menangkap 15 orang.
Sehari setelahnya, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Salah satunya Bima Setiawan, adik Letnan Jenderal TNI Suharyanto, yang saat OTT berlangsung menjabat sebagai Kepala BNPB. Bima juga pernah menjadi Tenaga Ahli Kepala BNPB ketika Suharyanto masih aktif menjabat.
Empat tersangka lainnya adalah pejabat pembuat komitmen sekaligus Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Tenaga Ahli Kepala BNPB Richard Erlangga, Direktur PT Trans Lintas Selaras Gery Prasetiawan, serta pihak swasta Syifa Nrika Ghifarin. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
TNI menyatakan akan menindaklanjuti informasi KPK terkait dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam kasus korupsi dana siap pakai BNPB untuk penanganan bencana. Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa TNI menghormati proses hukum yang berjalan dan siap berkoordinasi dengan KPK. Informasi tersebut sebelumnya disampaikan KPK melalui surat kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai bagian dari tindak lanjut atas dugaan keterlibatan kedua prajurit tersebut.









