Presiden Prabowo Minta Bakom RI Dengarkan Aspirasi Masyarakat hingga ke Daerah

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:34 WIB
Presiden Prabowo Minta Bakom RI Dengarkan Aspirasi Masyarakat hingga ke Daerah
Presiden Prabowo Minta Bakom RI Dengarkan Aspirasi Masyarakat hingga ke Daerah (Dok. Bakom RI)

astakom.com, Jakarta – Mendengar langsung suara masyarakat menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan. Pemerintah menegaskan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan publik, termasuk aspirasi yang datang dari berbagai daerah, agar persoalan di lapangan bisa diketahui dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan respons pemerintah.

Syahganda menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Local Media Summit 2026 di Hotel Manhattan, Jakarta pada Kamis (22/10/2026). Di hadapan para pelaku industri media dari berbagai daerah, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi untuk mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Bapak Presiden minta saya untuk menerima masukan. Nah, di sinilah saya butuh bersahabat dengan Bapak-Ibu sampai ke daerah-daerah untuk mendengar,” jelas Syahganda di hadapan para pelaku industri media dari berbagai daerah di Indonesia yang menghadiri Local Media Summit 2026 di Hotel Manhattan, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026).

Media lokal bantu pemerintah memahami persoalan daerah

Menurut Syahganda, media lokal memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat membantu pemerintah memperoleh informasi mengenai berbagai persoalan yang terjadi di daerah. Informasi dari jurnalis yang memahami kondisi lapangan dinilai dapat menjadi masukan agar pemerintah lebih cepat mengetahui masalah yang membutuhkan perhatian.

Ia mencontohkan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, termasuk Riau, Kalimantan, dan Sumatera Selatan. Informasi dari media daerah dapat membantu pemerintah mengenali perkembangan situasi sekaligus mempertimbangkan langkah penanganan yang diperlukan.

“Nah itu (media) daerah yang bisa lebih tahu apa yang terjadi di Riau, Kalimantan, Sumatera Selatan tentang kebakaran, tentang isu lain-lain itu tempat media lokal. Karena kalau lebih cepat kita tahu, tentu kita lebih cepat melakukan satu reaksi,” ujarnya.

Syahganda juga menyampaikan bahwa Bakom RI terbuka untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai jenis media, mulai dari televisi, media cetak, dan media daring hingga media baru yang bergerak melalui media sosial. Keterlibatan berbagai saluran informasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

Komunikasi dua arah jadi perhatian pemerintah

Selain menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan hasil kerja pemerintah, komunikasi publik juga perlu memberi ruang bagi aspirasi masyarakat. Dengan begitu, pemerintah tidak hanya menyampaikan pesan kepada publik, tetapi juga memperoleh masukan mengenai persoalan yang dirasakan masyarakat.

Syahganda menyoroti pentingnya komunikasi yang baik agar hasil kerja pemerintah dapat dipahami secara lebih utuh. Menurutnya, hasil pekerjaan pemerintah dan persepsi masyarakat terhadap kinerja tersebut tidak selalu sejalan apabila informasi yang disampaikan belum menjangkau publik secara luas.

“Antara hasil survei kepuasan itu ada yang disebut persepsi dengan apa yang kita kerjakan dengan keras itu, itu bisa tidak terjadi kalau tidak ada komunikasi yang baik,” kata Syahganda.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kerja yang dilakukan pemerintah belum tentu dipahami masyarakat sesuai dengan tujuan dan hasil yang ingin disampaikan apabila informasi pendukungnya tidak tersampaikan dengan jelas.

“Orang misalkan kerja keras, tapi yang diterima oleh masyarakat itu yang koruptor, yang malas, atau apa sebagainya, angka-angkanya kurang jelas dan lain-lain. Nah itulah yang diminta Pak Presiden saya harus melakukan satu upaya menyampaikan seluas-luasnya,” imbuhnya.

Local Media Summit 2026 pertemukan pelaku media daerah

Local Media Summit 2026 diselenggarakan oleh Suara.com bersama International Media Support (IMS) sebagai ruang diskusi dan jejaring bagi media lokal serta media berskala kecil di Indonesia. Acara tahunan kelima ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang industri media dan pihak pendukungnya.

Peserta yang hadir mencakup pemimpin redaksi, awak media, agensi periklanan, homeless media, penyedia teknologi, lembaga donor, hingga perwakilan pemerintah. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pelaku media dari berbagai daerah untuk bertukar pandangan dan membahas perkembangan industri media.

Melalui komunikasi dengan pelaku media, pemerintah berharap dapat memperluas pertukaran informasi, menyerap aspirasi masyarakat, dan menyampaikan kebijakan serta hasil kerja pemerintah kepada publik. Media lokal menjadi salah satu saluran yang dapat membantu menghubungkan persoalan di daerah dengan pemerintah. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kritik dan masukan masyarakat bisa menjadi bahan penting bagi pemerintah untuk memahami persoalan yang terjadi di lapangan. Kedekatan media lokal dengan warga juga dapat membantu menyampaikan informasi dari daerah, sehingga komunikasi pemerintah bukan hanya soal menyebarkan informasi, tetapi juga mendengar dan memahami kebutuhan masyarakat.

Bakom Presiden Prabowo Prabowo Subianto Masukan publik Local Media Summit 2026

Infografis

Terkini