OJK Punya 552 Tim di Daerah, Akses Keuangan Makin Merata dan Mudah

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08 WIB
OJK Punya 552 Tim di Daerah, Akses Keuangan Makin Merata dan Mudah
OJK Punya 552 Tim di Daerah, Akses Keuangan Makin Merata dan Mudah! (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Rakornas PPAKD 2026 bertajuk “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat” pada Kamis (22/10/2026) di JIExpo Jakarta.

Di acara itu, Friderica menjelaskan kalau OJK selaku pengawas keuangan dan pengatur sektor jasa keuangan baik pasar modal, perbankan hingga asuransi, bilang kalau kinerja sektor jasa keuangan terus mencatatkan hasil yang positif.

Di tengah tantangan ekonomi global yang challenging, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, ekonomi RI justru tumbuh 5,6 persen di semester 1.

"Sektor jasa keuangan dalam keadaan resilient, dapat kami laporkan kepada bapak (Presiden Prabowo) kredit di sektor perbankan tumbuh 13,69 persen dan ini tertinggi dalam 10 tahun terakhir," kata Friderica di acara Rakornas TPAKD, di JIExpo Kemayoran Jakarta pada Kamis (22/10/2026).

Support program Asta Cita

Friderica juga bilang kalau penyelenggaraan Rakornas Tim Percepatan Keuangan Daerah ini salah satunya buat mensupport program pemerintah, Asta Cita. Terutama dalam hal pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengusaha di daerah juga sudah masuk di ekosistem ekonomi pemerintah kayak program MBG.

"Kami menyelenggarana Rakornas Tim Percepatan Keuangan Daerah dapat kami laporkan kepada bapak (Presiden Prabowo), bahwa ini adalah untuk mendukung Asta Cita," katanya.

Mengembangkan potensi di daerah

Selanjutnya Friderica juga menyampaikan kalau sampai saat ini, Tim Percepatan Keuangan Daerah sudah memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia. Jadi nggak ada lagi daerah yang nggak punya akses ini.  

"Itu adalah mengembangkan apa yang menjadi potensi di setiap daerah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Friderica memaparkan capaian sektor jasa keuangan yang selama ini reltaif stabil, inklusif dan punya peran krusial dalam mensupport pertumbuhan ekonomi nasional.

Capaian sektor jasa keuangan

Capaian sektor jasa keuangan yang tercatat oleh OJK, yakni di sektor perbankan, aset yang dimiliki mencapai lebih dari Rp14 triliun rupiah. Dengan jumlah bank yang terhimpun sebanyak kurang lebih 1.500 an.

Dari asuransi, penjaminan dan dana pensiun, aset yang dihimpun sebanyak lebih dari Rp2 ribu triliun. Dengan jumlah entitasnya mencapai 610 entitas. Selanjutnya, dari lembaga pembiayaan modal ventura, LKM dan LJK lainnya, tercatat asetnya sebanyak Rp1.143,04 triliun, dengan jumlah entitas sebanyak 755.

Di pasar modal, market capitalization tercatat sebanyak lebih dari Rp9 ribu triliun, lalu jumlah perusahaan yang tercatat yakni 979 perusahaan. Dari inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital dan aset kripto, dari ITSK asetnya mencatatkan Rp770,63 M sedangkan Kripto asetnya tercatat Rp15,03 triliun.

Jumlah entitas Kripto yang tercatat OJK yakni 34 entitas dan ITSK sebanyak 24 entitas. Sehingga overall total aset lembaga jasa keuangan yakni Rp18,767.1 triliun. Jumlah entitas lembaga jasa keuangan 3.899 dan kapitalisasi pasar Rp9.379 triliun. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

OJK membawa kabar positif dari sektor jasa keuangan Indonesia yang tetap tangguh di tengah tantangan ekonomi global. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, ekonomi RI tumbuh 5,6% pada semester I, sementara kredit perbankan naik 13,69%, tertinggi dalam 10 tahun terakhir menurut Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi. Lewat Rakornas PPAKD 2026, OJK juga memperkuat akses keuangan daerah melalui 552 tim di seluruh Indonesia untuk mendukung Asta Cita, mendorong pemerataan ekonomi, dan membuka peluang usaha yang lebih luas. Intinya, akses keuangan bukan cuma soal angka, tetapi juga bagaimana manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan masyarakat sampai ke daerah.

OJK Rakornas TPAKD 2026 Friderica Widyasari Dewi

Infografis

Terkini