Presiden Prabowo bakal Luncurkan Program Perlinsos Digital, Cegah Pembagian Bansos Salah Sasaran

Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:24 WIB
Presiden Prabowo bakal Luncurkan Program Perlinsos Digital, Cegah Pembagian Bansos Salah Sasaran
Presiden Prabowo Subianto menerima Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Menteri Bidang Ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Timpres]

Reporter: Usman

astakom.com, Jakarta - Kabar segar buat jutaan keluarga di tanah air! Pemerintah siap mengrombak total sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih adil, transparan, dan tepat sasaran. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital secara nasional pada 10 November 2026 mendatang.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, membeberkan rencana besar tersebut usai melaporkan progres Perlinsos Digital langsung kepada Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan.

Bansos beralih ke transfer tunai

Luhut menegaskan bahwa digitalisasi perlinsos bukan cuma sekadar formalitas ganti sistem administrasi biasa. Lebih dari itu, skema baru ini dirancang untuk menghadirkan keadilan nyata bagi warga yang berhak lewat mekanisme transfer tunai (cash transfer) langsung ke rekening penerima.

Langkah strategis ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang secara bertahap bakal menghentikan pemberian subsidi berbasis produk, dan beralih ke bantuan langsung yang lebih terarah bagi kelompok masyarakat rentan.

"Karena Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer," terang Luhut, Selasa (20/10/2026).

Tembus 514 kabupaten/kota: 11,5 juta KK terdaftar, dibantu 775.000 agen lapangan

Perkembangan infrastruktur Perlinsos Digital menunjukkan progres yang luar biasa. Direktur Eksekutif Percepatan Program Prioritas Ekonomi DEN, Mochammad Firman Hidayat, mengungkapkan bahwa uji coba dan persiapan pendataan kini telah menjangkau seluruh 514 kabupaten dan kota di Indonesia.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 11,5 juta Kepala Keluarga (KK) telah mendaftar di portal Perlinsos, dengan trafik pendaftaran harian menembus lebih dari 600 ribu warga. Guna membantu warga yang gaptek atau punya keterbatasan akses internet, pemerintah juga menerjunkan 775.000 agen Perlinsos di penjuru Nusantara.

“Per hari ini sudah ada 11,5 juta kepala keluarga (KK) yang terdaftar dalam program digitalisasi perlinsos ini. Dan ada 775.000 agen perlinsos yang membantu pendaftaran warga-warga kita yang membutuhkan bantuan sosial,” beber Firman.

Terbukti di piloting Bali: angka masalah bansos ‘salah sasaran' turun drastis

Keberhasilan skema digital ini telah diuji coba secara ketat melalui proyek percontohan (piloting) di Provinsi Bali. Hasil studinya membuktikan bahwa penggunaan Perlinsos Digital ampuh memangkas dua kendala utama bansos selama ini: exclusion error (warga miskin yang terlewat pendataan) dan inclusion error (orang kaya yang malah dapat bansos).

Data DEN mencatat, penerapan Perlinsos Digital di Bali sukses menekan exclusion error hingga turun sebesar 24,1 persen, serta menurunkan inclusion error menjadi 4,1 persen.

“Jadi artinya digitalisasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran,” tegas Firman. (Usm/RaM)

Gen Z Takeaway

Gak ada lagi cerita bansos 'salah alamat' atau cuma nyangkut di kantong orang dalam! Presiden Prabowo Subianto siap merilis Perlinsos Digital secara nasional pas Hari Pahlawan, 10 November 2026 mendatang. Sistem anyar berkonsep cash transfer berbasis digital ini udah mencakup 514 kabupaten/kota dan berhasil menjaring 11,5 juta KK terdaftar. Lewat bantuan 775 ribu agen di lapangan plus bukti piloting di Bali yang sukses pangkas angka salah sasaran sampai puluhan persen, penyaluran bantuan dari negara dipastikan bakal makin transparan dan adil.

Presiden Prabowo Subianto Perlinsos Bansos Verifikasi Digital Perlinsos

Infografis

Terkini