Menlu Australia Kunjungi Jakarta, Bahas Apa dengan Menlu Tata?

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:28 WIB
Menlu Australia Kunjungi Jakarta, Bahas Apa dengan Menlu Tata?
Menlu Australia Kunjungi Jakarta, Bahas Apa dengan Menlu Tata? [Ilustrasi Menlu Penny Wong/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, resmi mendarat di Jakarta pada Rabu (21/10/2026). Kunjungan diplomasi ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan momentum krusial untuk mempererat tali kemitraan dua negara tetangga.

Dalam agenda utamanya di Ibu Kota, Wong dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral khusus bersama Menlu RI yang baru dilantik. Kunjungan ini menegaskan posisi strategis Indonesia di mata Canberra.

“Selama di Jakarta saya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia yang baru dilantik, Arrmanatha Nasir,” tutur Menlu Wong, dilansir dari keterangan Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada Rabu, (21/10/2026).

Fokus kemitraan strategis

“Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia,” tutur Menlu Wong.

Wong mengungkapkan kalau landasan hubungan kedua negara kini makin solid berkat kesepakatan strategis yang telah diteken oleh pimpinan tertinggi kedua negara sebelumnya.

Menurut Menlu Wong, Traktat Jakarta, yang ditandatangani awal tahun ini oleh Perdana Menteri Anthony Albanese dan Presiden Prabowo, mencerminkan dalamnya kepercayaan dan persahabatan antara kedua negara kita serta komitmen bersama untuk bekerja sama demi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

Implementasi Traktat Jakarta

“Saya menantikan kesempatan untuk berdiskusi dengan Menteri Nasir mengenai bagaimana kita dapat terus melanjutkan implementasi Traktat tersebut, serta menghadirkan semangat kepercayaan dan kemitraannya dalam setiap aspek hubungan kita,” sambung Menlu Wong.

Tak cuma berdiskusi dengan jajaran diplomatik, agenda Wong di Jakarta juga menyentuh ranah pembangunan sosial dan penguatan ekonomi nasional.

Kolaborasi ekonomi dan sosial

Selain Menlu Arrmanatha, Wong juga akan melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugiono, untuk mendiskusikan dukungan Australia terhadap prioritas pembangunan ekonomi Indonesia.

Babak baru Program Prospera

Ia juga bakal meluncurkan Program Australia–Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) untuk fase sepuluh tahun mendatang, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Langkah kolaborasi ini menjadi bukti nyata perjalanan panjang kemitraan strategis kedua negara yang terus berlanjut hingga dekade mendatang.

Kerja sama ekonomi bareng Australia ini udah berjalan lebih dari tiga dekade, lho. Lewat babak baru program Prospera ini, kedua negara bener-bener all out nunjukkin komitmen kuat buat terus saling support ke depannya.

Bisa dibilang, koneksi dua negara ini dibangun di atas fondasi kepercayaan, rasa hormat, dan kerja sama yang solid. Ke depannya, mereka bakal terus merawat fondasi itu biar kolaborasinya makin keren dan siap ngebentuk masa depan yang jauh lebih cerah bareng-bareng. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kunjungan Menlu Australia Penny Wong ke Jakarta bukan cuma urusan diplomat kaku, tapi bukti kalau hubungan RI-Australia itu bener-bener vibe-nya solid abis! Dari bahas Traktat Jakarta yang diteken PM Albanese & Presiden Prabowo, sampai ngegas program ekonomi Prospera buat 10 tahun ke depan bareng Menko Perekonomian dan Wamenkeu, kerja sama dua negara tetangga ini nunjukkin komitmen nyata buat terus saling support demi stabilitas dan kemakmuran kawasan.

Indonesia - Australia Diplomatik Indonesia- Australia Menlu Australia Penny Wong Kerjasama Indonesia-Australia Menlu Armanatha Nasir

Infografis

Terkini