Mencekam! Serangan Israel Hantam Gaza, 7 Nyawa Melayang Diterjang Rudal dan 2 Anak
astakom.com, Jakarta – Serangkaian serangan militer Israel yang kembali menerjang Jalur Gaza pada Selasa (20/10/2026) memicu duka mendalam sekaligus gelombang kemarahan publik.
Insiden ini berujung tragis setelah total 7 warga Palestina, termasuk 2 anak-anak dan sepasang suami istri, dilaporkan tewas. Tidak hanya itu, 10 orang lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa yang dinilai sebagai bentuk pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Duka Nuseirat & Jabalia
Berdasarkan keterangan sumber medis kepada Anadolu seorang warga Palestina meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka akibat tembakan Israel di dekat pemakaman al-Sawarha, sebelah barat kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.
Di kawasan al-Qusais, kamp pengungsi Jabalia bagian utara, seorang warga Palestina juga menghembuskan napas terakhir akibat luka parah pascaserangan pesawat nirawak (drone) Israel.
Anak-anak jadi korban
Aksi militer ini meluas hingga ke lingkungan Zeitoun, sebelah tenggara Kota Gaza, yang merenggut 1 nyawa warga setempat. Keganasan serangan juga memakan korban jiwa dari kalangan anak-anak.
“Selain itu, seorang anak Palestina tewas akibat tembakan tentara Israel di kawasan Wadi Gaza, Jalur Gaza bagian tengah,” ungkap sumber medis tersebut.
Gempuran udara & darat
Tragedi memilukan juga terjadi di wilayah barat Kota Gaza. Sebuah helikopter tempur Israel melepaskan setidaknya 1 rudal yang menghantam pemukiman warga di dekat Rumah Sakit Al-Shifa. Serangan udara itu memicu kobaran api hebat yang kemudian berhasil dipadamkan oleh tim pertahanan sipil.
Dampak dari gempuran tersebut membuat situasi kian terasa berat bagi warga lokal. Seorang sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan kepada Anadolu kalau jenazah sepasang suami istri dibawa ke rumah sakit tersebut, bersama dengan 4 warga Palestina yang terluka, termasuk 3 perempuan menyusul serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di bagian barat Kota Gaza.
Sementara di Gaza selatan, serangan kembali memakan korban jiwa balita atau anak-anak di kawasan Qizan Abu Rashwan, sebelah selatan Khan Younis.
Di lokasi terpisah seperti Hamad City dan beberapa area selatan Khan Younis, terdapat 5 warga Palestina termasuk seorang perempuan dan 2 anak-anak juga mengalami luka-luka akibat tembakan tentara Israel.
Penyerangan tidak berhenti disitu. Di wilayah timur Kota Gaza, tentara Israel melancarkan tembakan artileri bertubi-tubi serta melepaskan tembakan dari kendaraan militer dan drone jenis quadcopter ke arah rumah-rumah warga serta tenda pengungsian di lingkungan Tuffah. Ledakan keras terdengar sepanjang malam seiring dengan aksi pembongkaran bangunan sipil di area yang dikuasai militer.
Kondisi pesisir pantai pun tak luput dari gempuran. Kapal perang Israel melepaskan peluru dan proyektil ke arah pesisir utara Kota Gaza, sementara kendaraan militer menembaki wilayah Sudaniya. Tank-tank militer Israel juga secara agresif menembaki tenda-tenda tempat beralamat warga pengungsi di wilayah tengah, selatan, dan utara Khan Younis.
Gencatan senjata diabaikan
Pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh pihak Israel ini dinilai netizen sudah sangat out of control dan terus memperparah krisis kemanusiaan di kawasan tersebut. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025 telah mengakibatkan 1.522 warga Palestina tewas dan 5.421 lainnya luka-luka.
Secara akumulatif sejak bulan Oktober 2023, agresi militer Israel telah merenggut lebih dari 74.000 nyawa warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Jalur Gaza. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Agresi yang terus berulang ini makin ngebuktiin kalau krisis kemanusiaan di Gaza udah benar-benar out of control dan gencatan senjata cuma formalitas di atas kertas. Sebagai generasi yang melek isu global, ini saatnya kita terus stay vocal, awasi propaganda media, dan manfaatin platform digital buat suarain keadilan serta dukung aksi kemanusiaan riil buat warga Palestina.









