Presiden Prabowo Tegaskan Garis Politik Luar Negeri Indonesia: Seribu Kawan Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak

Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:16 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Garis Politik Luar Negeri Indonesia: Seribu Kawan Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak
Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026). [Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden]

astakom.com, Jakarta - Di tengah tensi global yang kian panas dan serba tidak menentu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga independensi dan ketahanan nasional. Saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026), Kepala Negara membeberkan strategi diplomasi sekaligus langkah tegas penyelamatan aset bangsa di era yang ia sebut sebagai masa bertahan (survival).

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa seluruh kebijakan negara harus berorientasi mutlak pada keselamatan rakyat dan perlindungan sumber daya alam agar tidak terus tergerus pihak luar.

Diplomasi tanpa blok militer: jalin hubungan baik tanpa tunduk kekuatan besar

Mengusung jargon kepemimpinan yang tegas namun bersahabat, Presiden Prabowo menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia yang tetap berpegang teguh pada amanat konstitusi. Indonesia memilih untuk menjalin persahabatan dengan semua negara tetangga dan kekuatan dunia tanpa harus mengorbankan independensi atau terseret ke dalam blok militer tertentu.

"Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," tegas Presiden Prabowo.

Pendekatan diplomasi inklusif ini sudah dibuktikannya sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden ke-7 Joko Widodo. Kendati ramah dan mengakomodasi hubungan bilateral, Presiden Prabowo memastikan Indonesia tidak akan pernah mendukung praktik imperialisme maupun penjajahan dalam bentuk apa pun.

Stop bocor sumber daya

Di sisi lain, Presiden memberikan peringatan keras soal pengelolaan kekayaan alam dalam negeri. Menurut Presiden, kerawanan situasi global memaksa Indonesia untuk bertindak rasional dan menghentikan segala bentuk kebocoran aset nasional.

"Inti yang saya sampaikan, kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat," ujar Presiden Prabowo menalar analogi keselamatan negara.

Sikap ini diambil karena kondisi geopolitik dunia saat ini tidak lagi menyisakan ruang untuk bersikap naif dalam mengelola kekayaan nasional.

Era baru geopolitik: saat mata uang, ekspor-impor dan beras berubah jadi senjata

Poin krusial lain yang diangkat Presiden adalah pergeseran peta konflik global. Prabowo meminta jajaran elite, birokrat, hingga kalangan akademisi dan para profesor untuk merombak cara pandang lama yang terkotak-kotak (silo). Menurutnya, sektor politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan kini sudah saling bertautan erat.

Presiden Prabowo menyoroti bagaimana instrumen ekonomi dan komoditas pangan kini kerap dijadikan alat tekan politik antarnegara di panggung internasional.

"Politik, ekonomi, sosial, pertahanan, tidak bisa dipisah-pisahkan. Sekarang mata uang jadi senjata. Sekarang ekspor impor jadi senjata. Sekarang pangan menjadi senjata. Beras menjadi senjata. Jadi, business tidak bisa kita pandang hanya murni business, tidak bisa," kata Presiden. (RaM)

Gen Z Takeaway

Diplomasi cantik ala Presiden Prabowo: ramah ke semua negara, tapi tetep tegas amani kekayaan dalam negeri! Dalam Sidang Kabinet Paripurna Rabu (21/10/2026), Presiden Prabowo Subianto nranskrip ulang strategi luar negeri Indonesia lewat prinsip "1.000 kawan terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak" tanpa perlu join blok militer mana pun. Namun buat urusan internal, Prabowo gak mau kompromi: kekayaan alam wajib dijaga ketat kayak 'darah' bangsa di masa survival, apalagi di era sekarang pas beras, mata uang, sampai ekspor-impor udah disulap jadi 'senjata' geopolitik.

2 tahun Presiden Prabowo Subianto 2 Tahun Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto Politik luar negeri geopolitik

Infografis

Terkini