Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kemenhub Ulas Program di Empat Sektor Transportasi

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:02 WIB
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kemenhub Ulas Program di Empat Sektor Transportasi
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kemenhub Ulas Program di Empat Sektor Transportasi (Ilustrasi/AI)

astakom.com, Jakarta – Perluasan akses, penguatan konektivitas antardaerah, dan dukungan terhadap keterjangkauan layanan menjadi bagian dari program sektor transportasi yang dipaparkan Kementerian Perhubungan dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melansir dari unggahan resmi Kementerian Perhubungan (@kemenhub151) pada Rabu (21/10/2026) sejumlah program dipaparkan dalam empat sektor, yakni transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

Data yang disampaikan mencakup angka kumulatif sejak 2018, realisasi program pada 2025, serta layanan dan rencana program untuk 2026. Karena itu, setiap angka perlu dibaca berdasarkan periode dan status pelaksanaannya.

Transportasi darat: perluas akses bus sekolah dan angkutan perintis

Pada sektor transportasi darat, bantuan bus sekolah tercatat mencapai 1.252 unit secara kumulatif selama 2018–2026. Dari jumlah tersebut, terdapat penambahan 150 unit pada 2025, termasuk 28 unit yang ditujukan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat.

Selain bantuan bus sekolah, Kemenhub mencantumkan rencana layanan angkutan jalan perintis melalui 313 trayek pada 2026. Layanan ini ditujukan untuk mempermudah mobilitas pelajar dan masyarakat di wilayah yang membutuhkan akses transportasi.

Pada angkutan perkotaan, program Buy The Service (BTS) menjangkau enam kota pada Semester I 2026. Sementara itu, layanan bus pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) menjangkau 24 trayek pada periode yang sama.

Rangkaian program tersebut mencakup penyediaan sarana untuk pelajar, pengembangan angkutan di wilayah yang membutuhkan, serta dukungan mobilitas menuju kawasan pariwisata. Namun, angka kumulatif bantuan bus sekolah tidak dapat dianggap sebagai penyaluran yang seluruhnya berlangsung selama dua tahun pemerintahan saat ini.

Transportasi laut: jaga konektivitas antarpulau

Pada sektor transportasi laut, program Tol Laut dan angkutan laut perintis menjadi bagian dari upaya mendukung konektivitas antarpulau, termasuk akses terhadap kebutuhan pokok, layanan sosial, perdagangan, dan perjalanan masyarakat.

Materi Kemenhub151 mencatat terdapat 41 trayek Tol Laut pada 2026. Adapun angkutan laut perintis didukung 107 trayek dalam periode 2024–2026, dengan 17 unit layanan feeder perintis atau rede.

Kemenhub juga mencantumkan pelaksanaan stimulus berupa diskon tarif angkutan laut pada 2025 dan periode Januari–Juni 2026. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi beban biaya perjalanan bagi pengguna jasa.

Ketiga program tersebut memiliki cakupan berbeda, mulai dari dukungan distribusi barang dan konektivitas antarpelabuhan hingga layanan angkutan yang dibutuhkan masyarakat di berbagai wilayah.

Transportasi udara: kembangkan bandara dan penerbangan perintis

Di sektor transportasi udara, Kemenhub mencantumkan stimulus tiket pesawat untuk periode Natal dan Tahun Baru, Lebaran, serta libur sekolah. Program tersebut diarahkan untuk membantu keterjangkauan tarif dan akses masyarakat terhadap penerbangan.

Pada sisi infrastruktur, materi tersebut menyebutkan sebanyak 117 bandara telah dibangun dan dikembangkan. Pengembangan kebandarudaraan diarahkan untuk mendukung keandalan penerbangan, aksesibilitas wilayah, serta potensi ekonomi dan pariwisata.

Sementara itu, pada 2026 terdapat 262 rute angkutan udara perintis penumpang dan 47 rute angkutan udara perintis kargo sebagaimana tercantum dalam materi Kemenhub151.

Pengembangan bandara juga mencakup kawasan strategis pariwisata nasional, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, dan wilayah perbatasan.

Angka pembangunan dan pengembangan bandara tersebut perlu dibaca sesuai cakupan data Kemenhub. Tanpa rincian tahun pembangunan masing-masing bandara, angka 117 tidak dapat langsung disebut sebagai jumlah bandara baru yang dibangun selama dua tahun pemerintahan.

Perkeretaapian: stimulus tarif dan dukungan layanan bersubsidi

Pada sektor perkeretaapian, materi Kemenhub151 mencantumkan stimulus diskon 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi non-PSO/nonperintis. Program tersebut dimanfaatkan oleh 1.303.191 penumpang pada periode libur sekolah 2026 dan 1.295.069 penumpang pada periode Lebaran 2026.

Untuk periode libur sekolah, Kemenhub mengonfirmasi bahwa 1.303.191 pelanggan menggunakan tiket diskon pada 20 Juni–5 Juli 2026. Angka tersebut merupakan jumlah pelanggan diskon, bukan keseluruhan pelanggan kereta api selama masa liburan.

Selain stimulus tarif, layanan Public Service Obligation (PSO) dan kereta perintis berperan dalam menjaga keterjangkauan transportasi kereta api. Materi Kemenhub151 mencatat layanan PSO melayani 450,56 juta penumpang pada 2025, sedangkan layanan bersubsidi juga menopang KRL dan kereta ekonomi.

Angka 450,56 juta penumpang tersebut perlu dipahami sesuai cakupan layanan PSO yang digunakan dalam materi. Rincian jenis layanan, satuan penghitungan, dan periode datanya perlu dikonfirmasi melalui dokumen pendukung sebelum angka tersebut ditafsirkan lebih jauh.

Dari sisi infrastruktur, materi tersebut mencantumkan sejumlah pekerjaan dan pengembangan yang berkaitan dengan jalur Padang–Bukit Putus–Pauh Lima, Solo–Wonogiri, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jatake, Rangkasbitung, serta perpanjangan layanan kereta api Makassar–Parepare ke Palanro.

Daftar tersebut tidak berarti semua lokasi merupakan proyek baru yang dimulai pada 2025–2026. Dokumen kinerja Kemenhub mencatat peningkatan jalur Padang–Bukit Putus–Pauh Lima dan Solo–Wonogiri telah selesai pada 2024. Oleh karena itu, rincian status dan tahun pelaksanaan setiap pekerjaan perlu diperiksa agar tidak tercampur antara proyek sebelumnya dan kegiatan dalam periode pemerintahan saat ini.

Konektivitas dan keterjangkauan menjadi fokus layanan

Secara keseluruhan, materi capaian Kemenhub151 memuat berbagai program transportasi, mulai dari bantuan bus sekolah dan angkutan perintis hingga stimulus tarif, layanan bersubsidi, serta pengembangan infrastruktur dan rute.

Meski demikian, angka kumulatif, realisasi, dan rencana program memiliki makna berbeda. Penilaian yang menyeluruh terhadap capaian dua tahun pemerintahan membutuhkan data pembanding, rincian realisasi per tahun, serta indikator keselamatan dan kualitas layanan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Transportasi yang terhubung bukan hanya tentang tersedianya bus, kapal, pesawat, atau kereta api, tetapi juga tentang akses masyarakat untuk bersekolah, bekerja, bepergian, dan menjangkau kebutuhan sehari-hari. Data Kemenhub151 menggambarkan sejumlah program pada empat sektor transportasi, dengan periode dan status pelaksanaan yang perlu diperhatikan agar informasi capaian tetap akurat.

2 Tahun Presiden Prabowo kabinet merah putih moda transportasi semua moda transportasi Transportasi

Infografis

Terkini