Presiden Prabowo Tepis Tudingan Kabinet Gemuk: Luas Indonesia Setara Eropa & Punya 300 Juta Rakyat
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara menanggapi berbagai kritik publik yang menyebut jumlah jajaran Kabinet Merah Putih terlalu besar dan kurang efisien. Menurut Kepala Negara,tuduhan tersebut tidak berdasar jika melihat fakta bahwa Indonesia merupakan negara megah dengan populasi mencapai hampir 300 juta jiwa serta wilayah geografis yang amat luas.
Pernyataan tersebut ditegaskan Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna memperingati dua tahun masa pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Bandingkan Indonesia kualifikasi Eropa: satu kabinet untuk luas setara 30 negara
Dalam arahannya, Presiden Prabowo membandingkan bentang alam Indonesia dengan benua Eropa yang terdiri dari puluhan negara berdiri sendiri. Di Eropa, setiap negara memiliki jajaran kabinet independen, mulai dari menteri keuangan hingga pimpinan kepolisian masing-masing.
Sementara itu, Indonesia mengelola wilayah yang seluas daratan Eropa hanya dengan satu susunan kabinet terpadu.
"Kita dituduh kabinet gemuk, ya kan? Tidak efisien. Tapi Saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa. Indonesia satu kabinet. Mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?" tegas Presiden Prabowo.
Dari bencana Sumatra utuh hingga Karhutla
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa jajaran kabinetnya mampu membuktikan kinerja nyata dalam mengendalikan berbagai krisis dan bencana alam di dalam negeri. Ia mencontohkan respons cepat pemerintah saat menerjunkan bantuan penuh ke wilayah Sumatra bagian utara, penanganan dampak gempa bumi, Gunung Krakatau, hingga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kekompakan lintas kementerian dan lembaga disebutnya menjadi kunci utama keberhasilan penanganan krisis di lapangan, meski pemerintah tetap terbuka untuk belajar dan melakukan evaluasi.
"Dan kita mampu mengendalikannya. Ada bencana alam, kita hadapi. Sumatra bagian utara kemarin habis-habisan kita turun. Gempa bumi, apa itu, Krakatau, Karhutla, kita kompak, kita hadapi. Kita tidak puas, kita belajar," kata Presiden.
Presiden Prabowo instruksikan TNI-Polri dan intelijen tindak korporasi nakal
Khusus untuk masalah karhutla, Presiden Prabowo menegaskan bahwa titik api yang muncul di berbagai daerah tidak murni dipicu oleh faktor cuaca atau fenomena alam semata. Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, terdapat indikasi kuat keterlibatan oknum manusia hingga pihak korporasi.
Guna mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak tersebut, Presiden Prabowo langsung menugaskan tim gabungan dari Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, hingga lembaga intelijen untuk melakukan penyelidikan mendalam.
"Menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti. Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab," pungkas Presiden Prabowo. (RaM)
Gen Z Takeaway
Gak ada istilah 'kabinet gemuk' kalau harus ngurusin negara seluas benua Eropa plus 300 juta rakyat! Tepat di Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan pada Rabu (21/10/2026), Presiden Prabowo Subianto menepis kritik soal struktur kabinetnya dengan membandingkan luas Indonesia yang setara 30 negara Eropa tapi cuma diurus satu kabinet terpadu.









