Menlu Arrmanatha Nasir: Gak Ada Negara Superpower yang Bisa Jalan Sendirian

Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:34 WIB
Menlu Arrmanatha Nasir: Gak Ada Negara Superpower yang Bisa Jalan Sendirian
Mengapa Menlu Armanatha Sebut Sekjen PBB Antonio 'Sahabat Sejati'? Ini Alasannya! (Astakom/ Paulina)

astakom.com, Jakarta - Tantangan dunia yang makin kompleks dan brutal bikin diplomasi internasional butuh penyegaran total. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir saat memberikan pidato di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, pada Senin (19/10/2026).

Arrmanatha menyoroti bahwa di era sekarang, tidak ada satu pun negara di dunia sekuat atau sebesar apa pun status superpower-nya yang mampu menyelesaikan rentetan persoalan global sendirian tanpa kolaborasi multilateral.

Tantangan abad ke-21 gak bisa diselesaikan pakai cetak biru abad ke-20

Arrmanatha membeberkan bahwa ancaman modern seperti perubahan iklim, pandemi, pesatnya kecerdasan buatan (AI), hingga ancaman keamanan baru sangat jauh berbeda dibandingkan era saat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pertama kali berdiri pada tahun 1945.

Ia mengkritik keras arsitektur PBB yang dinilai masih jalan di tempat dan mendesak adanya reformasi total agar PBB tetap inklusif, relevan, serta adaptif merespons kebutuhan negara anggota.

"Kita tidak bisa menjawab pertanyaan abad ke-21 dengan cetak biru abad ke-20," tegas Arrmanatha di hadapan jajaran diplomat.

Ironi dunia modern

Di saat ancaman global makin mengepung dari berbagai sisi, Menlu menyayangkan dinamika politik dunia yang justru menunjukkan tren kebalikan. Ruang untuk berdialog secara multilateral malah dinilai kian menyempit dan kaku.

Padahal, bagi Indonesia, multilateralisme bukan sekadar pilihan formalitas, melainkan sebuah kebutuhan mutlak demi menjaga kestabilan politik dan keamanan internasional.

"Ketika dunia paling membutuhkan kerja sama, ruang untuk dialog multilateral justru semakin menyempit," ungkapnya.

Indonesia datang ke meja diplomasi bawa aksi nyata, bukan cuma formalitas kursi

Menlu menegaskan komitmen Indonesia yang tetap kokoh memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif berbasis hukum internasional dan Piagam PBB. Indonesia meyakini ketahanan nasional berbanding lurus dengan perdamaian dunia: Indonesia yang tangguh akan menciptakan dunia yang lebih kuat.

Lebih lanjut, Arrmanatha menyebut rekam jejak Indonesia mulai dari pengiriman pasukan penjaga perdamaian sejak 1957 hingga perjuangan prinsip negara kepulauan membuktikan bahwa diplomasi Indonesia selalu berorientasi pada kontribusi konkret.

"Multilateralisme bagi Indonesia bukan soal memiliki kursi di meja perundingan. Ini tentang apa yang bisa kita bawa ke meja perundingan," pungkas Arrmanatha. (RaM)

Gen Z Takeaway

Menlu Arrmanatha Nasir baru aja kasih wake-up call keras buat panggung diplomasi dunia! Lewat pidatonya di Kemlu pada Senin (19/10/2026), Menlu menegaskan kalau gak ada negara sok jagoan yang bisa atasi isu AI, iklim, dan pandemi sendirian. Beliau mendesak PBB buat segera upgrade sistem 'jadul'-nya dan menegaskan posisi Indonesia lewat politik bebas aktif di mana Indonesia hadir di forum dunia bukan cuma buat formalitas duduk manis, tapi beneran bawa dampak dan solusi nyata.

Menlu Arrmanatha Nasir Konflik Global PBB Konflik Timur Tengah

Infografis

Terkini