Mengapa Menlu Armanatha Sebut Sekjen PBB Antonio 'Sahabat Sejati?' Ini Alasannya!
astakom.com, Jakarta – Di tengah meningkatnya krisis global dan ketidakpastian dunia, komitmen menjaga keadilan serta perdamaian internasional kembali ditegaskan sebagai poin krusial yang berdampak langsung pada hajat hidup masyarakat dunia.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Armanatha Nasir, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepemimpinan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, yang dinilai konsisten berdiri teguh membela perdamaian, hukum internasional, dan pembangunan berkelanjutan di masa-masa sulit.
Apresiasi kepemimpinan PBB
"Kita menyambut Sekretaris Jenderal di ruangan ini ruangan tempat Indonesia merumuskan prinsip-prinsipnya dan kini menyambut Sang Penjaga Piagam Dunia" ungkap Menlu Armanatha Nasir pada agenda Foreign Policy Circle Talks, "Eight Decades of the United Nations: What's Next? di Gedung Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI Senin, (19/10/2026).
"Sekretaris Jenderal, kami mengapresiasi kepemimpinan Anda pada KTT Masa Depan (Summit of the Future) dan inisiatif-inisiatif PBB. Ini semua adalah langkah-langkah penting untuk membuat PBB menjadi lebih relevan, lebih kredibel, dan lebih efektif" lanjutnya.
Komitmen dan dedikasi Sekjen PBB dalam menghadapi gelombang krisis global pun menuai pujian hangat. Indonesia memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Guterres yang dinilai selalu hadir dan berpihak pada nilai-nilai keadilan internasional.
Alasan Guterres sahabat sejati
"Sekretaris Jenderal Guterres, Anda telah menjadi sahabat sejati bagi Indonesia. Anda telah berdiri teguh demi perdamaian, hukum internasional, dan pembangunan berkelanjutan. Anda telah memimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa melewati beberapa tahun yang paling sulit. Seiring masa jabatan Anda yang mendekati akhir, kepemimpinan Anda terbukti sangat berarti dari sebelumnya" paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Armanatha Nasir juga menyoroti ikatan historis yang erat antara Indonesia dan PBB. Ia mengingatkan kembali momen 1 Juni 1945 ketika Presiden Soekarno memperkenalkan Pancasila, yang lahir di tahun yang sama dengan berdirinya PBB dan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
"Dua kelahiran, dua keadaan yang sangat berbeda, namun dengan satu impian yang sama sebuah dunia yang dibangun di atas perdamaian, kebebasan, keadilan, dan martabat manusia" tegasnya.
Sejarah dan visi bersama
Menurutnya, hubungan Indonesia dan PBB tidak sekadar dilandasi oleh diplomasi formal, melainkan oleh kesamaan cita-cita luhur untuk mewujudkan perdamaian dunia.
"Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lahir pada tahun yang sama dengan impian yang sama. Di usianya yang ke-81 tahun, impian itu masih membutuhkan kita berdua" ungkapnya.
Komitmen kolaborasi ke depan
Menutup penyampaiannya, Menlu Armanatha menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi strategis bersama PBB dalam menghadapi tantangan global ke depan.
"Sekretaris Jenderal, saya menantikan pandangan Anda mengenai masa depan PBB dan bagaimana Indonesia dapat berbuat lebih banyak lagi untuk pencapaian bersama kita" tutupnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Di saat dunia lagi chaotic banget sama berbagai krisis global, Menlu Armanatha ngasih shoutout spesial ke Sekjen PBB Antonio Guterres karena konsisten kawal isu perdamaian dan keadilan, sekaligus ngingetin kalau Indonesia sama PBB itu ibarat partner seangkatan yang punya vibes dan impian masa depan yang sejalan sejak 1945.









