2 Tahun Presiden Prabowo, BI Gaspol QRIS Makin Mendunia! Transaksi Tembus Rp1,12 Kuadriliun
astakom.com, Jakarta - Siapa di sini yang udah makin jarang megang cash? Fix, kamu gak sendirian! Memasuki 2 Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, budaya pembayaran nontunai alias cashless di Indonesia terbukti makin melesat tajam dan mengubah total kebiasaan finansial masyarakat.
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) racikan Bank Indonesia (BI) bener-bener lagi gaspol dan bikin ekosistem pembayaran digital kita makin next level.
Perkembangan adopsi QRIS per pertengahan tahun 2026 ini emang gak main-main, guys. Data terbaru hingga Juni 2026 mencatat jumlah pengguna QRIS udah sat-set melesat sampai 65,77 juta orang, dengan total 44,86 juta merchant yang terintegrasi.
Yang paling bikin bangga dan terharu, berdasarkan data Juli 2026, sekitar 96,68 persen dari total merchant tersebut merupakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ini bukti nyata kalau digitalisasi ekonomi bener-bener merata dan menyentuh rakyat kecil, dari kafe estetik langganan anak muda sampai pedagang kaki lima di pinggir jalan.
Nilai transaksi tembus Rp1,12 kuadriliun
Soal volume transaksi? Jangan kaget! Sepanjang Semester I-2026 saja, QRIS sukses mengukuhkan rekor fantastis:
- Total Transaksi: 12,55 miliar transaksi
- Nilai Transaksi: tembus Rp1,12 kuadriliun
- Pertumbuhan: meroket 93,92 persen secara tahunan (year-on-year)
PR: jangan cuma banyak merchant, tapi harus aktif
Meskipun angkanya keliatan mantep banget, masih ada tantangan yang harus kita selesaikan bareng-bareng. Dikutip dari riset Indef mengenai ekonomi digital dan UMKM pada Sabtu (17/10/2026), perluasan jumlah merchant ini perlu diimbangi dengan peningkatan pemanfaatan harian.
INDEF mencatat rata-rata merchant saat ini baru melakukan sekitar 1,5 transaksi QRIS per hari. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan perluasan penggunaan pembayaran nontunai jadi kunci utama agar manfaat QRIS gak berhenti cuma di pendaftaran merchant, tapi bener-bener mendongkrak roda ekonomi UMKM secara konsisten.
Bukan cuma buat transaksi, tapi biar ekonomi makin ngebut
Melihat tren yang super positif ini, Analis Kebijakan Ahli Utama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Edwin, ngasih pandangan strategis. Menurutnya, konektivitas digital harus jadi instrumen penggerak kemajuan ekonomi nasional.
“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang digitalisasi transaksi, tetapi juga tentang bagaimana konektivitas digital dapat menjadi penggerak produktivitas, perdagangan, investasi, inklusi dan daya saing ekonomi Indonesia,” kata Rizal Edwin yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia pada Rabu (30/09/2026).
QRIS antarnegara: jaringan global yang makin keren
Visi besar ini makin nyata lewat perluasan QRIS Cross Border alias QRIS Antarnegara. Sekarang, QRIS udah bisa dipakai langsung buat transaksi instan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Dalam waktu dekat, jaringannya juga bakal menjangkau Hong Kong dan Timor-Leste.
Gak berhenti di situ, Bank Indonesia terus gaspol menjajaki negara-negara baru seperti Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, Fitria Irmi Triswati, ngespill rencana besar ini.
“Kita sedang menjajaki dengan teman-teman di India, dengan teman-teman di Saudi Arabia, dengan teman-teman di Vietnam, kemudian juga Australia kita juga rapat bareng, kita jajaki (potensi kerja sama). Jadi regional payment connectivity itu semakin luas. Nanti tidak hanya dengan QRIS, tapi juga dengan BI-FAST-nya di Indonesia,” kata Fitria di Jakarta, dikutip astakom.com pada Rabu (16/09/2026).
Adanya terobosan ini bikin UMKM lokal bisa go international dan flexing produknya di pasar global tanpa ribet urusan tukar mata uang asing.
Tetap waspada
Di tengah kemudahan teknologi yang super sat-set ini, faktor keamanan tetap jadi nomor satu. Pemerintah dan otoritas terkait terus menekankan pentingnya penguatan perlindungan konsumen, tata kelola data yang aman, peningkatan literasi digital, serta manajemen risiko yang solid.
Langkah preventif ini krusial banget biar kita bisa menikmati transaksi yang aman, nyaman, dan bebas dari celah kejahatan siber! (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Memasuki dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, QRIS makin memperkuat tren cashless di Indonesia dengan 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant hingga Juni 2026. Sepanjang semester I-2026, transaksinya mencapai 12,55 miliar dengan nilai Rp1,12 kuadriliun. Jangkauannya juga makin luas lewat QRIS antarnegara, yang memudahkan transaksi di sejumlah negara sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang. Namun, PR-nya bukan sekadar menambah merchant, melainkan mendorong transaksi yang lebih aktif, memperkuat literasi digital, dan menjaga keamanan agar manfaat ekonomi digital makin terasa.









