Siswa SMPN 1 Kepanjen Ketagihan MBG Prasmanan: Makanan Hangat, Fresh, dan Bebas Pilih Porsi

Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:08 WIB
Siswa SMPN 1 Kepanjen Ketagihan MBG Prasmanan: Makanan Hangat, Fresh, dan Bebas Pilih Porsi
Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H. Ma'ruf Mubarok alias Gus Mamak. [dok. Usman]

Reporter: Usman

astakom.com, Jakarta -  Inovasi baru dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) garapan Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menuai respons positif di lapangan. Kali ini, uji coba MBG dengan konsep prasmanan yang digelar di SMP Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sukses bikin para siswa makin antusias dan lahap saat menyantap makan siang.

Para legislator Partai Gerindra  mulai dari tingkat DPR RI hingga DPRD kabupaten turun langsung mengawal uji coba ini demi memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan optimal dan sesuai harapan para siswa.

Makanan lebih hangat dan segar, sistem prasmanan terbukti ampuh cegah food waste

Berbeda dari mekanisme biasa yang memakai wadah kemasan siap pakai, model prasmanan memberi kebebasan penuh bagi para siswa untuk mengambil makanan sendiri sesuai selera dan porsi masing-masing. Hasilnya, makanan disajikan dalam kondisi yang jauh lebih segar dan hangat.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H. Ma'ruf Mubarok alias Gus Mamak, membeberkan antusiasme tinggi dari para siswa selama meninjau lokasi bersama jajaran anggota dewan lainnya.

“Anak anak di SMPN 1 Kepanjen lebih suka MBG model prasmanan. Katanya enak sekali. Makanan lebih hangat dan fresh,” ujar Gus Mamak, Jumat (16/10/2026). Ia menekankan bahwa masukan siswa terkait rasa dan variasi menu bakal jadi catatan evaluasi penting agar manfaat program ini benar-benar terasa maksimal.

Curhat siswa SMPN 1 Kepanjen: lebih praktis dan bebas pilih lauk favorit

Respons hangat juga datang langsung dari Hana, siswi kelas VIII SMPN 1 Kepanjen. Ia mengaku jauh lebih nyaman dengan sistem prasmanan karena bisa menyesuaikan jenis lauk dan porsi makanannya sendiri, sehingga tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

“Lebih enak model prasmanan, karena lauknya lebih hangat. Lebih fresh dan segar. Kami juga bisa ambil secukupnya. Menurut lauk yang tidak kita suka, kita gak ambil. Jadi lebih praktis,” ungkap Hana.

Melalui sistem prasmanan ini, siswa tak sekadar jadi penerima manfaat, tetapi juga dilatih untuk lebih bijak menentukan pilihan porsi makan sesuai kebutuhan harian mereka.

Rahasia suhu 60 derajat: kunci kelezatan MBG prasmanan di 61 titik uji coba

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra, Chusni Mubarok (Kaji Barok), menjelaskan bahwa SMPN 1 Kepanjen menjadi satu dari 61 titik lokasi uji coba MBG model prasmanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kaji Barok membeberkan rahasia di balik tingginya kualitas makanan pada sistem ini, yaitu berkat pengelolaan rantai panas (hot chain) yang terus dijaga ketat sejak makanan keluar dari dapur hingga mendarat di meja penyajian sekolah.

“Ini hari terakhir kita uji coba MBG model prasmanan. Hasil evaluasi kami, banyak siswa lebih suka karena makanan lebih fresh. Makanan lebih enak. Karena dari dapur rantai panas makanan dipertahankan hingga menuju meja prasmanan. Sehingga suhunya tetap terjaga. Makanan suhunya dipertahankan hingga di 60 derajat,” pungkas Kaji Barok. (Usm/RaM)

Gen Z Takeaway

Uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) model prasmanan bener-bener dapet jempol dari para siswa! Dikawal langsung oleh jajaran legislator Gerindra di SMPN 1 Kepanjen Malang, sistem prasmanan ini terbukti sukses bikin makanan tetep hangat dan fresh di suhu 60 derajat. Gak cuma bikin makan siang makin nikmat, konsep ambil sendiri ini juga ngasih kebebasan buat siswa milih lauk favorit tanpa takut mubazir atau ada makanan yang terbuang.

Makan Bergizi Gratis (MBG) Legislator Gerindra Badan Gizi Nasional (BGN)

Infografis

Terkini