IHSG Mode Optimis! Sukses Rebound 2,58% di Awal Perdagangan

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:43 WIB
IHSG Mode Optimis! Sukses Rebound 2,58% di Awal Perdagangan
IHSG Mode Optimis! Sukses Rebound 2,58% di Awal Perdagangan [astakom/Shintya]

astakom.com, Jakarta - Sikap optimis menyelimuti pasar modal Tanah Air! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang bikin adem setelah bangkit dan menguat tajam pada perdagangan Selasa (20/10/2026). 

Pergerakan positif ini jadi momen comeback yang manis usai dua hari berturut-turut tertekan hebat akibat isu ancaman MSCI yang berpotensi menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sampe jam 09.31 WIB, IHSG sukses melesat 2,58 persen ke level 5.125,36. Penguatan ini menjadi sinyal pemulihan yang sangat melegakan bagi para pelaku pasar, setelah indeks sempat anjlok 11,57 persen pada Jumat (16/10/2026) dan terkoreksi 3,64 persen pada Senin (19/10/2026).

Saham big cap rebound

Dinamika perdagangan di awal pekan ini memperlihatkan gairah investor yang kembali membara. Sebanyak 489 saham tercatat menguat, 254 saham melemah, dan 220 saham stagnan. Nilai transaksi pun langsung meroket menembus angka Rp8,91 triliun dengan volume perdagangan mencapai 20,06 miliar saham.

Penguatan IHSG kali ini utamanya ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Jajaran saham big cap yang sempat tertekan akhirnya rebound kuat, membuktikan bahwa daya tarik fundamental pasar modal Indonesia tetap solid bagi para investor.

Komitmen BEI lanjutkan reformasi

Geliat positif di bursa tak lepas dari respon cepat dan tegas Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam mempercepat pembenahan transparansi kepemilikan saham. Langkah adaptif ini diambil untuk merespons secara langsung dan tuntas sejumlah persoalan yang disoroti oleh MSCI.

Dikutip dari redaksi astakom.com, sebelumnya Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik ngespill, kebijakan pertama yang akan diterapkan adalah mengeluarkan seluruh saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan bobot IHSG. Kebijakan ini menjadi pembaruan yang sangat signifikan demi menghadirkan data perdagangan yang jauh lebih kredibel.

BEI bawa 2 inisiatif baru

Sementara itu, langkah strategis kedua berfokus penuh pada keterbukaan informasi. BEI bakal menambahkan keterangan mengenai status afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen dalam publikasi data kepemilikan saham.

"Kami akan menyampaikan lagi dua inisiatif baru. Pertama, dalam publikasi nama pemegang saham 1 persen, akan kami tambah keterangan apakah terafiliasi atau tidak. Kedua, kami mengeluarkan seluruhnya saham HSC dalam IHSG," kata Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).

Kebijakan soal HSC

Jeffrey tegaskan kalau pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG dilakukan agar indeks tersebut lebih mencerminkan pergerakan harga saham yang didukung oleh data perdagangan yang kredibel dan obyektif.

Langkah ini sekaligus menepis kekhawatiran sebagian investor yang sempat panik dan mengira saham-saham HSC bakal delisting alias didepak dari bursa. Jeffrey meluruskan dan memastikan kalau saham-saham tersebut tetap bisa diperdagangkan seperti biasa secara fleksibel. Perbedaannya hanya terletak pada kontribusinya terhadap perhitungan IHSG yang kini disetor menjadi nol.

"Bukan delisting, tapi tidak diperhitungkan dalam IHSG. Seperti yang sudah kami sampaikan bahwa saham HSC sudah dikeluarkan atau tidak masuk indeks flagship, seperti IDX30, LQ45, dan IDX 80," katanya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

IHSG mulai bangkit setelah dua hari tertekan, dengan penguatan 2,58% ke level 5.125,36 pada awal perdagangan Selasa (20/10). Rebound ini ditopang saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, sementara BEI mempercepat reformasi transparansi kepemilikan saham untuk merespons sorotan MSCI. Salah satu langkahnya adalah mengeluarkan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG, tanpa menghapus saham tersebut dari bursa. Jadi, pasar mulai menunjukkan pemulihan, tetapi pembenahan transparansi tetap jadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor.

IHSG IHSG sesi 1 BEI Bursa Saham Indonesia (BEI)

Infografis

Terkini