3 Tahun Dibombardir Israel, 370 Anak Palestina Dipenjara Zionis

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:09 WIB
3 Tahun Dibombardir Israel, 370 Anak Palestina Dipenjara Zionis
370 Anak Palestina Dipenjara Israel? Simak (Ilustrasi Pexels)

astakom.com, Jakarta – Isu kemanusiaan di Palestina kembali menyita perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada nasib ratusan anak-anak Palestina yang harus mendekam di balik jeruji besi penjara Israel. Realita ini terasa sangat prihatin mengingat usia mereka yang masih sangat muda. Seperti diketahui, sudah 3 tahun sejak 2023, Israel memborbardir tanah Gaza, Palestina.

Angka Bikin Miris

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 370 anak Palestina yang ditahan di penjara Israel. Sebagian besar dari mereka ditempatkan di dua fasilitas penahanan utama, yaitu Penjara Megiddo dan Ofer.

Berdasarkan laporan resmi dari Palestinian Center for Prisoners’ Advocacy, jumlah anak-anak ini merupakan lebih dari 9.400 warga Palestina yang ditahan atau dipenjara oleh otoritas Israel sampai awal Agustus. Bahkan, sepanjang 6 bulan pertama tahun 2026 saja, tercatat ada 276 anak Palestina yang ditangkap oleh tentara Israel.

Bukan Cuma Kebetulan

Kondisi ini menegaskan kalau penangkapan terhadap anak-anak bukanlah kejadian acak atau sekadar kasus terpisah. Kelompok advokasi tersebut menilai tindakan ini sudah menjadi strategi yang terus berulang dalam operasi penangkapan di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.

“Penahanan anak Palestina telah menjadi pola berulang dalam kampanye penangkapan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, bukan sekadar kasus yang terjadi secara terpisah,” ucap kelompok tersebut, dilansir dari TRT World, Jumat,(28/08/2026).

Main Tangkap Tanpa Sidang

Hal lain yang menjadi sorotan tajam adalah penggunaan skema administrative detention atau penahanan administratif oleh pihak Israel. Sistem ini memungkinkan warga Palestina, termasuk anak-anak, ditahan tanpa adanya dakwaan formal maupun proses persidangan.

Masa penahanan tersebut bisa terus diperpanjang untuk periode tertentu, hanya berdasarkan bukti yang tidak dibuka kepada publik. Praktek ini dinilai sangat merugikan posisi para tahanan karena menutup akses keadilan secara transparan.

Fasilitas Serba Minim

Tak berhenti di situ, nasib para tahanan di dalam penjara juga memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Sejumlah organisasi hak asasi manusia, baik dari Palestina maupun tingkat internasional, sebelumnya telah melayangkan tuduhan keras terhadap otoritas Israel.

Mereka mengungkapkan kalau kondisi penahanan yang diberlakukan sangatlah keras. Para tahanan, termasuk anak-anak di bawah umur, dilaporkan harus bertahan hidup dalam situasi serba kekurangan, mulai dari tidak diberikan jatah makanan yang layak hingga minimnya akses perawatan medis yang memadai. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Bayangin anak-anak seumuran kita yang harusnya lagi sibuk nyusun masa depan, nongkrong, atau explore potensi diri, justru harus kehilangan kebebasannya dan dikurung tanpa proses hukum yang adil. Isu kemanusiaan ini bukan sekadar berita luar negeri yang lewat di timeline, tapi pengingat keras kalau kebebasan itu mahal dan ketidakadilan sistematis kayak gini butuh kepedulian serta kesadaran kolektif dari generasi kita untuk terus disuarakan.

Palestine Update Gaza Palestina krisis kemanusiaan palestina Israel Gaza Update

Infografis

Terkini