Perwakilan Tinggi BoP Sebut Hamas Sepakat Serahkan Senjata dan Kekuasaan di Gaza

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:31 WIB
Perwakilan Tinggi BoP Sebut Hamas Sepakat Serahkan Senjata dan Kekuasaan di Gaza
BoP Ungkap Hamas Setuju Lucuti Senjata Pertama Kali di Gaza (Ilustrasi Hamas Gemini)

astakom.com, Jakarta – Ada kabar yang bener-bener bikin gempar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Hamas bareng kelompok bersenjata lainnya di Gaza dikabarkan udah sepakat buat menyerahkan seluruh senjata mereka. Gak cuma itu, mereka juga setuju buat melakukan pengalihan penuh atas kewenangan sipil maupun keamanan kepada pemerintahan transisi yang diakui secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kabar ini disampaikan langsung oleh Perwakilan Tinggi Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nikolay Mladenov, pada sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu, (26/08/2026), pas lagi membahas implementasi rencana perdamaian Gaza yang disokong oleh Amerika Serikat.

"Untuk pertama kalinya, Hamas dan kelompok bersenjata di Gaza telah setuju menyerahkan senjata mereka dan mengalihkan seluruh kewenangan pemerintahan, sipil maupun keamanan, kepada pemerintahan transisi yang diakui PBB," tutur Mladenov, berdasarkan pernyataan BoP di sosial media, dilansir dari Yeni Safak pada Jumat, (28/08/2026).

Kesepakatan Bersejarah

Menurut penuturan Mladenov, kesepakatan besar ini punya potensi luar biasa buat jadi titik balik turning point dalam memperbaiki kualitas hidup warga Palestina di Gaza, sekaligus memberikan jaminan keamanan jangka panjang buat pihak Israel.

Skema Pelucutan

Dalam skenario rencana perdamaian ini, aturan yang bakal diterapkan tergolong komprehensif banget. Pelucutan bakal mencakup seluruh jenis persenjataan di Gaza tanpa terkecuali mulai dari senjata berat, fasilitas produksi, gudang penyimpanan logistik tempur, jaringan terowongan bawah tanah, sampai ke senjata pribadi. Nantinya, pemerintahan transisi bakal memegang kendali penuh sebagai satu-satunya otoritas yang sah dan berwenang menguasai senjata.

Mladenov juga membeberkan kalau penarikan pasukan Israel nantinya bakal dilakuin secara bertahap setelah proses pelucutan senjata diverifikasi. Setiap fasenya bergantung penuh sama keberhasilan di fase sebelumnya dan didasarkan pada pencapaian real di lapangan, bukan sekadar patokan tenggat waktu formal.

Ganjalan Netanyahu

Namun, jalan menuju damai ini gak langsung smooth gitu aja. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya sempat menolak pendekatan bertahap ini. Pihaknya nuntut agar Hamas dilucuti total dulu secara penuh sebelum Israel mau menarik pasukannya atau memulai proses rekonstruksi pembangunan Gaza.

Realita Lapangan

Hingga saat ini, perdebatan soal urutan pelucutan senjata versus penarikan pasukan masih terus berlangsung. Situasi makin intens lantaran serangkaian serangan dari pihak Israel masih berlanjut di Gaza, meskipun kesepakatan gencatan senjata sebenarnya udah berlaku sejak Oktober 2025.

Semenjak konflik dan perang Israel di Gaza pecah pada Oktober 2023, data resmi Palestina mencatat kalau lebih dari 73.000 warga Palestina telah gugur dan lebih dari 174.000 orang lainnya mengalami luka-luka. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Setelah konflik berkepanjangan yang memakan puluhan ribu korban jiwa, Gaza akhirnya melihat celah damai paling bersejarah lewat kesepakatan pelucutan senjata penuh Hamas di bawah supervisi PBB. Sayangnya, skenario ini masih berada di titik rawan karena perdebatan alot soal siapa yang harus mengalah duluan—apakah Hamas yang melucuti senjata lebih dulu, atau pasukan Israel yang harus ditarik mundur lebih awal. Bottom line: perdamaian nyata masih terancam menggantung kalau kompromi di lapangan tak kunjung tercapai.

BoP Board Of Peace Hamas Gaza Update

Infografis

Terkini