Presiden Prabowo Spill RAPBN 2027: Ekonomi RI Ditarget Ngebut 6%, Kemiskinan Ditekan ke 6-6,5%
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dengan resmi mengumumkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, Jumat (14/08/2026).
Presiden Prabowo menilai APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara. Akan tetapi APBN ini merupakan instrumen untuk melindungi rakyat. Sehingga pemerintah mengumumkan RAPBN untuk tahun 2027 kepada rakyat.
"APBN adalah instrumen untuk melindungi rakyat. Alat utk memperkuat bangsa. Alat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dalam mencapai kehidupan yang lebih baik," kata Presiden Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/08/2026).
Delapan program kerja prioritas nasional
Presiden Prabowo menjelaskan kalau RAPBN tahun 2027 difokusin buat delapan Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN. Program itu meliputi: kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, penurunan kemiskinan.
Supaya agenda itu bisa terlaksana, Presiden Prabowo memetakan belanja negara tahun 2027 yang direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun. Angka ini naik dibadingin dengan APBN 2026 yang dipatok di angka Rp3.842,7 triliun.
Pendapatan negara dipatok naik
Sementara itu, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun. Target yang dipatok itu naik 8,64 persen dibandingkan dengan target pendapatan negara pada 2026 yang angkanya dipatok senilai Rp3.153,6 triliun.
Lalu, pembiayaan direncanakan sebesar Rp 671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan di APBN tahun 2026, yaitu Rp 689,1 triliun, dengan defisit 2,68% Produk Domestik Bruto," kata Presiden Prabowo.
Pertambahan ekonomi targetnya mencapai 6 persen
Untuk tahun depan, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan target APBN 2026 yang ada di angka 5,4 persen.
Sedangkan, inflasi bakal dijaga pada 2,5 persen, suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9 persen, nilai tukar rupiah atau kurs di level Rp17.500 rupiah per dolar Amerika Serikat.
"Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar Amerika Serikat per barel. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari. Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan di tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5% dari target APBN 2026 6,5 sampai 7,5%," kata Presiden Prabowo.
Berikut adalah rincian asumsi makro RAPBN 2027:
Postur RAPBN 2027
- Pendapatan negara: Rp3.426 triliun
- Belanja negara: 4.097 triliun
- Defisit: Rp 671,2 triliun atau 2,40% PDB
Asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027
- Pertumbuhan ekonomi: 6%
- Inflasi: 2,5%
- Suku bunga SBN 10 tahun: 6,9%
- Nilai tukar rupiah: Rp 17.500/USD
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USd 75/barel
- Lifting minyak mentah (RBPH): 610
- Lifting gas bumi (RBSMPH): 954
Target pembangunan 2027
- Kemiskinan turun ke 6-6,5%
- Pengangguran terbuka di angka: 4,30-4,87%
- Rasio Gini: 0,362-0,367
- Indeks modal manusia: 0,575
- Indeks kesejahteraan petani 0,8038
- Proporsi penciptaan lapangan kerja formal 40,81%. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
RAPBN 2027 resmi diumumkan dengan belanja negara Rp4.097 triliun dan target pertumbuhan ekonomi 6%, lebih ngebut dari 2026. Defisit justru ditekan jadi 2,40% PDB atau Rp671,2 triliun, menunjukkan pemerintah ingin tetap growth-oriented tapi fiscal discipline. Target lainnya, kemiskinan dipangkas ke 6–6,5% dan penciptaan kerja formal digenjot.









