Update Soal Rekening Gratis Buat Warga 17+, Mendagri Saranin Pake Data Dukcapil
astakom.com, Jakarta - Pemerintah lagi ngebut nih buat bikin urusan bansos sama rekening gratis yang udah dispill dari beberapa waktu lalu. Update soal data penerima rekening gratis, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian baru-baru ini ngasih saran supaya data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dipakai buat menyaring penerima secara presisi. Karena calon penerima program rekening gratis ini menyasar warga berusia 17 tahun ke atas.
Langkah rekonsiliasi data ini dinilai penting banget, mengingat catatan dari Danantara nunjukin kalau baru sekitar 170 juta penduduk Indonesia yang udah memiliki rekening perbankan.
Padahal, Mendagri Tito ngespill kalau database Dukcapil sendiri udah nge-cover sekitar 98 persen penduduk Indonesia dengan rincian identitas yang super lengkap, mulai dari perekaman wajah, sidik jari, nama, alamat, sampai status kependudukan. Sehingga rekonsiliasi data ini ngebantu banget buat pemadanan data secara by name, by address sampai tingkat desa.
Rekonsiliasi data dukcapil
"Dari data yang ada di Danantara, perbankan itu 170 juta yang baru memiliki rekening sehingga kemarin kami menyampaikan, saya menyarankan menggunakan data Dukcapil," kata Tito di Jakarta dikutip astakom.com pada Selasa (29/09/2026).
Tito menjelaskan kalau pencocokan data kependudukan Dukcapil ini bakal mempermudah pemerintah dalam mengidentifikasi secara akurat warga berusia 17 tahun ke atas yang belum tersentuh akses perbankan.
"Kalau di rekonsiliasi, kita akan ketemu siapa yang umur 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening di bank. By name, by address, bukan hanya sampel, by name, by address, dan kita bisa belah lagi per provinsi, kabupaten, kota," ungkap Tito.
Dikutip dari astakom.com, soal rekening bank gratis dengan saldo awal Rp50.000 otomatis buat masyarakat Indonesia yang berusia 17 tahun, disebut bakal otomatis dibuatin pemerintah bareng pas bikin KTP.
Dirancang supaya nggak dormant
Rencananya, insentif ini bakal diterapin buat 76 juta masyarakat, dan rekening ini nantinya bakal tetap aktif atau tidak dormant.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ngespill kalau program ini disiapin supaya rekening massal ini tetap aktif dan nggak menjadi dormant akibat minimnya aktivitas transaksi.
"Jadi kalau usia 17 tahun sampai menikah kita sedang pikirkan program apa yang bisa diberikan kepada mereka supaya rekeningnya tidak dormant," kata Airlangga di Jakarta, dikutip astakom.com pada Kamis (24/09/2026).
Lagi lakukan pendataan
Sekarang pemerintah lagi melakukan pendataan terhadap masyarakat yang berusia 17 tahun ke atas yang belum punya rekening bank. Kelompok ini nantinya bakal dibuatkan rekening secara massal dengan saldo awal Rp50.000.
"Rekening gratis, kami sudah laporkan Presiden, bahwa rekening gratis ini dari hasil rekap itu ada sekitar yang di atas usia 17 tahun, belum punya rekening ada jumlah tertentu," katanya. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi sat-set merapikan data calon penerima rekening gratis buat warga usia 17 tahun ke atas. Mendagri Tito Karnavian menyarankan data Dukcapil dipakai sebagai basis pencocokan karena cakupannya sekitar 98% penduduk, sehingga warga yang belum punya rekening bisa diidentifikasi secara by name, by address sampai level daerah. Program ini menyasar sekitar 76 juta orang dengan saldo awal Rp50.000, dan pemerintah juga lagi nyiapin skema supaya rekeningnya tetap aktif alias nggak cuma jadi rekening pajangan.









