Dari Singapura sampai India, Ini Sederet Tamu Negara Temui Presiden Prabowo sejak Pelantikan!
astakom.com, Jakarta – Dunia internasional emang lagi menyorot langkah diplomasi Indonesia. Sejak resmi dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto langsung tancap gas menerima deretan tamu negara di Istana Kepresidenan.
Mulai dari pertemuan ikatan diplomasi bilateral, kerja sama sektor energi dan pertahanan, sampai pembicaraan strategis tingkat tinggi, agenda diplomasi luar negeri Indonesia terasa makin intensif.
Nggak cuma sekadar seremoni formal, kedatangan para pemimpin dunia ini membawa misi penting. Nah, biar kamu nggak FOMO, redaksi astakom.com nge-spill timeline dan kronologi lengkap tamu negara yang berkunjung ke Indonesia sejak Oktober 2024 sampai Agustus 2026.
Maraton diplomasi usai pelantikan (Oktober – Desember 2024)
Pascapelantikan pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto langsung mengadakan pertemuan bilateral maraton dengan para pemimpin dan utusan khusus negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta.
Momen Pertama di Istana Merdeka (Oktober 2024)
20 Oktober 2024:
- Lawrence Wong (Perdana Menteri Singapura)
- James Marape (Perdana Menteri Papua Nugini)
- Charlot Salwai (Perdana Menteri Vanuatu)
- Han Duck-soo (Perdana Menteri Korea Selatan)
- Han Zheng (Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok)
- Pany Yathotou (Wakil Presiden Laos)
- Richard Marles (Wakil Perdana Menteri Australia)
- Winston Peters (Wakil Perdana Menteri Selandia Baru)
- David Lammy (Menteri Luar Negeri Britania Raya)
21 Oktober 2024:
- Xanana Gusmão (Perdana Menteri Timor Leste)
- Jeremiah Manele (Perdana Menteri Kepulauan Solomon)
- Võ Thị Ánh Xuân (Wakil Presiden Vietnam)
- Linda Thomas-Greenfield (Utusan Khusus Amerika Serikat)
- Francois Corbin (Utusan Khusus Prancis)
22 Oktober 2024:
- Syaikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan (Utusan Khusus Uni Emirat Arab)
- Usama al-Sayyid Al-Azhari (Utusan Khusus / Menteri Wakaf Mesir)
Kunjungan Kerja Resmi Perdana (November 2024)
6 November 2024:
- Lawrence Wong (Perdana Menteri Singapura) melakukan kunjungan kerja resmi pertamanya ke Istana Merdeka, Jakarta.
2025: Geopolitik makin hangat, pemimpin dunia ramai-ramai tiba di Indonesia
Tahun 2025 ditandai dengan penguatan hubungan diplomasi, perdagangan, dan pertahanan melalui kunjungan para kepala negara dan menteri kabinet utama.
- 11 Januari 2025: Shigeru Ishiba (Perdana Menteri Jepang) – Diterima di Istana Kepresidenan Bogor.
- 30 Januari 2025: Suhail Al Mazroui (Menteri Energi dan Infrastruktur UEA) – Diterima di Kertanegara, Jakarta.
- 31 Januari 2025: Sébastien Lecornu (Menteri Pertahanan Prancis) – Diterima di Hambalang, Jawa Barat.
- 12 Februari 2025: Recep Tayyip Erdoğan (Presiden Turki) – Kunjungan kenegaraan resmi di Istana Kepresidenan Bogor.
- 25 Februari 2025: Sergei Shoigu (Sekretaris Dewan Keamanan Rusia) – Pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta.
- 10 Maret 2025: Tô Lâm (Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam) – Kunjungan di Istana Kepresidenan Jakarta.
- 18 Maret 2025: Mahmoud Al-Habbash (Utusan Khusus Presiden Palestina) – Pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta.
- 26 Maret 2025: Jean-Noël Barrot (Menteri Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 15 April 2025: Denis V. Manturov (Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 22 April 2025: Ahmad Zahid Hamidi (Wakil Perdana Menteri Malaysia) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 24 April 2025: Sitiveni Rabuka (Perdana Menteri Fiji) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 4 Mei 2025: Fumio Kishida (Mantan Perdana Menteri / Utusan Khusus Jepang) – Diterima di Kertanegara, Jakarta.
- 5 Mei 2025: Hun Sen (Presiden Senat Kamboja) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 15 Mei 2025: Anthony Albanese (Perdana Menteri Australia) – Kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta.
- 25 Mei 2025: Li Qiang (Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok) – Pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta.
- 28 Mei 2025: Emmanuel Macron (Presiden Prancis) – Kunjungan resmi di Istana Merdeka, Jakarta.
- 5 Juni 2025: Richard Marles (Wakil Perdana Menteri Australia) – Diterima di Kertanegara, Jakarta.
- 27 Juni & 29 Juli 2025: Anwar Ibrahim (Perdana Menteri Malaysia) – Pertemuan tingkat tinggi dan konsultasi tahunan di Istana Merdeka, Jakarta.
- 11 Agustus 2025: Dina Boluarte (Presiden Peru) – Kunjungan resmi di Istana Merdeka, Jakarta.
- 22 Oktober 2025: Cyril Ramaphosa (Presiden Afrika Selatan) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 23 Oktober 2025: Luiz Inácio Lula da Silva (Presiden Brasil) – Kunjungan tingkat kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta.
- 15 November 2025: Raja Abdullah II bin Al-Hussein (Raja Yordania) – Pertemuan bilateral strategis di Istana Merdeka, Jakarta.
- 27 November 2025: Ratu Máxima (Ratu Belanda / Utusan Khusus PBB) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 4 Desember 2025: Wang Huning (Ketua Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok) & Muhammad al-Isa (Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia).
2026: Poros diplomasi makin solid hingga pertengahan tahun
Sepanjang tahun 2026, dinamika hubungan luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo terus memuncak dengan hadirnya para pemimpin Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
- 6 Februari 2026: Anthony Albanese (Perdana Menteri Australia) – Kunjungan kerja berkala di Istana Merdeka, Jakarta.
- 12 Maret 2026: Richard Marles (Wakil Perdana Menteri Australia) – Kertanegara, Jakarta.
- 27 Maret 2026: Anwar Ibrahim (Perdana Menteri Malaysia) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 1 Juni 2026: Saoud bin Abdulrahman Al Thani (Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar) – Istana Merdeka, Jakarta.
- 3 Juni 2026: Hakan Fidan (Menteri Luar Negeri Turki) – Diterima di Hambalang, Jawa Barat.
- 15 Juni 2026: Frank-Walter Steinmeier (Presiden Republik Federal Jerman) – Kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta.
- 2 Juli 2026: Aleksandr Lukashenko (Presiden Belarus) – Kunjungan resmi tingkat kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta.
- 6 Juli 2026:Lawrence Wong (Perdana Menteri Singapura) – Istana Merdeka, Jakarta.Tony Blair (Mantan Perdana Menteri Britania Raya) – Kertanegara, Jakarta.
- 7 Juli 2026: Narendra Modi (Perdana Menteri India) – Pertemuan bilateral tingkat tinggi di Istana Merdeka, Jakarta.
- 8–9 Juli 2026: Thaksin Shinawatra, Yingluck Shinawatra, dan Paetongtarn Shinawatra (Tokoh politik & mantan Perdana Menteri Thailand) – Pertemuan khusus di Jakarta.
- 3 Agustus 2026: Anutin Charnvirakul (Perdana Menteri Thailand) – Istana Merdeka, Jakarta.
Kenapa ini penting buat Indonesia?
Intensitas kunjungan para kepala negara dan kepala pemerintahan dunia dalam rentang waktu Oktober 2024 hingga September 2026 ini menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia yang tetap berpegang teguh pada prinsip Bebas Aktif (Non-Aligned).
Presiden Prabowo Subianto berhasil menjaga keseimbangan hubungan diplomasi geopolitik global dengan menerima kunjungan seimbang dari Blok Barat (Amerika Seikat, Australia, Prancis, Jerman), Blok Timur & BRICS (Tiongkok, Rusia, India, Brasil, Belarus), kawasan Timur Tengah, serta kawasan regional ASEAN. (aNs)
Gen Z Takeaway
Nih tl;dr-nya: sejak spill jabatan Oktober 2024 sampai September 2026, Presiden Prabowo beneran non-stop panen kunjungan tamu negara—mulai dari circle ASEAN, Blok Barat, BRICS, sampe Timur Tengah—yang bikin posisi politik diplomasi Bebas Aktif Indonesia makin slay dan menyala banget di kancah geopolitik global!









