Polri Dorong Potensi Pangan Daerah Jadi Penopang Program MBG

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 30 September 2026 | 07:08 WIB
Polri Dorong Potensi Pangan Daerah Jadi Penopang Program MBG
Polda Metro Jaya kembangkan kawasan pangan di Muara Gembong [Dok. Humas Polri]

astakom.com, Jakarta - Polri terus kasih full support buat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. 

Caranya bukan cuma formalitas, tapi lewat penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan, mulai dari tempat produksi lokal sampai masuk ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kapolri mendorong jajarannya biar ikut ambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah ini. Kuncinya adalah dengan memaksimalkan potensi pangan di setiap wilayah. 

Jadi, eksekusinya enggak cuma sebatas bangun dan mengoperasikan SPPG, tapi juga memperkuat produksi, jalur distribusi, kualitas bahan pangan, sampai bikin masyarakat ikut terlibat.

Contoh nyata implementasi di lapangan

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko bilang, gerak cepat yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, adalah contoh nyata dari arahan tersebut.

“MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, berdasarkan keterangan resmi yang diterima, dikutip pada Selasa (29/09/2026).

Ribuan SPPG siap layani jutaan penerima

Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, tercatat ada 1.502 SPPG Polri yang sedang dalam berbagai tahapan pengembangan. 

Detailnya, sebanyak 841 SPPG sudah beroperasi secara aktif, 390 dalam tahap persiapan operasional, dan 271 sisanya masih dalam proses pembangunan.

Jaringan raksasa ini diproyeksikan bakal melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 42.050 tenaga kerja.

Melihat skala jaringan yang segede ini, Trunoyudo menegaskan pentingnya penguatan rantai pasok biar ketersediaan bahan pangan tetap aman dan sustainable.

“Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.

Pengembangan kawasan pangan

Polda Metro Jaya membuktikan aksinya lewat pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong. Kawasan yang awalnya cuma punya 60 kolam kini upgrade pesat menjadi 128 kolam. 

Pada panen raya hari Senin (28/9/2026), hasil yang didapat enggak main-main: sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam berhasil dipanen!

Rincian hasil perikanannya meliputi 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, serta 1.000 kilogram udang pancet.

Dari total tersebut, sebanyak 5.171 kilogram ikan langsung disiapkan buat menyokong kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat. 

Biar Kualitasnya tetap fresh dan enggak hilang gizinya, pengiriman dilakukan pakai kendaraan khusus yang dilengkapi box es.

Bisa diterapkan oleh Polda seluruh daerah

Trunoyudo menyampaikan bahwa skema keren ini sangat layak dicontoh oleh Polda di seluruh daerah.

“Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.

Menurutnya, tiap daerah bisa menyesuaikan keunggulannya. Wilayah pertanian bisa fokus mengembangkan beras, jagung, sayur, dan buah. 

Wilayah peternakan bisa geber pasokan telur, ayam, dan sumber protein lainnya. Sedangkan wilayah pesisir tinggal maksimalkan potensi ikan dan udang.

Rekrut SDM expert lewat Bakomsus

Penguatan rantai pasok ini juga makin mantap berkat adanya rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) yang punya keahlian di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi, hingga sektor terkait lainnya.

“Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.

Ia menegaskan, skema terintegrasi ini diharapkan bisa bikin dampak MBG makin berasa dan meluas ke banyak lapisan masyarakat.

“Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Dukungan Polri untuk MBG kini bukan cuma soal SPPG, tapi juga memastikan rantai pasok pangan dari produksi hingga distribusi tetap kuat. Konsep berbasis potensi daerah seperti Muara Gembong bisa jadi langkah konkret agar MBG sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Polri Polda Metro Jaya MBG Makan Bergizi Gratis SPPG

Infografis

Terkini