Panas Sambil Tunjuk-Tunjuk! DPR Semprot Dirjen Pas: Bapak Sulit Dihubungi!
astakom.com, Jakarta - Komisi XIII DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cibinong. Rapat membahas terkait temuan Ombudsman RI adanya lapas mewah bak apartemen yang ada di Lapas IIA Cibinong, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Rapat berlangsung panas. Anggota Komisi XIII DPR Fraksi Partai Demokrat Irjen (Purn) Frederik Kalalembang menyoroti tidak hadirnya Dirjen PAS Mashudi saat Ombudsman sidak.
“Ada satu pertanyaan yang masu saya dengarkan langsung jawabannya. Yang saya tanyakan setelah tahu (kedatangan Ombudsman) apakah saudara tidak langsung cek ke lapangan (Lapas Cibinong) apa yang terjadi pada saat masih ada Ombudsman,” tanya Frederik saat rapat ditayangkan TV Parlemen, Senin (28/09/2026).
Pertanyaan tersebut langsung dijawab Dirjen PAS Kemenkumham Mashudi. “Untuk tanggal 23 September itu kami yang pertama kita dapatkan telepon dari kalapas, yang mana bahwa ada Ombudsman RI masuk ke Lapas IIA Cibinong,” jawab Mashudi.
Mashudi mengatakan saat itu ia memerintahkan Dirintel dan Dirpatwal untuk mengecek ke lokasi. “Pada saat itu kami ada kegiatan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” lanjutnya.
Sayangnya, jawaban tersebut tidak membuat puas Frederik. Frederik menyentil Dirjen Pas, untuk peristiwa sebesar ini ia malah mengutus anak buah menemui pihak Ombudsman.
“Padahal ini kejadian yang luar biasa, yang harusnya saudara turun langsung ke lapangan. Mengecek itu. Tidak hanya membiarkan dan mengutus staf untuk mengecek,” semprot Frederik.
Lantas, Frederik menyinggung masalah komunikasi. Ia mengungkap selama ini sulit berkomunikasi dengan Mashudi sebagai Dirjen PAS. Bahkan telepon pun jarang diangkat.
“Beberapa senior menanyakan masalah-masalah di lapas, baik itu soal narkoba, penipuan dan sebagainya. Senior juga menyampaikan menghubungi saudara tidak mendapatkan jawaban,” tuturnya.
“Kemudian menanyakan ke saya. Tapi saya juga tidak mendapatkan jawaban. Saya telepon juga saudara tidak menjawab, seluruh anggota Komisi XIII tidak dijawab,” kesal Frederik.
Senada, Arisal Aziz alias Josal Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan sulit menghubungi Dirjen PAS Kemenkumham.
Padahal sebagai anggota Komisi XIII, ia hendak menanyakan rumor yang beredar terkait peredaran narkoba serta jual beli kamar.
“Pak Dirjen saya sudah chat wa, telepon susah bapak dihubungi,” semprotnya.
Ia pun menolak mentah-mentah penjelasan pihak Ditjenpas terkait temuan Ombudsman. “Ini fakta yang terjadi benar-benar terjadi. Mestinya bapak sebagai pimpinan yang bertanggung jawab, meminta maaf dan langsung menyampaikan ingin membenahi semuanya,” semprotnya. (RaM)
Gen Z Takeaway
RDP Komisi XIII DPR bareng Ditjen PAS mendadak super heated pasca temuan Ombudsman soal lapas mewah bak apartemen di Lapas IIA Cibinong, Jawa Barat. Dirjen PAS Mashudi langsung kena spill dan disemprot abis-abisan sama anggota DPR kayak Frederik Kalalembang dan Arisal Aziz (Josal) karena dinilai kurang responsible malah ngutus staf saat sidak ditambah kelakuan ghosting-nya yang susah banget dihubungi via telepon maupun WhatsApp saat DPR mau klarifikasi isu jual beli kamar hingga peredaran narkoba.









