Presiden Prabowo Minta BPJS Tingkatkan Layanan: Antrean Lebih Pendek, Pasien Dilayani Setara

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 28 September 2026 | 19:04 WIB
Presiden Prabowo Minta BPJS Tingkatkan Layanan: Antrean Lebih Pendek, Pasien Dilayani Setara
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) membahas BPJS Kesehatan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/09/2026). [Timpres]

Reporter: Selvi Anggriani

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto meminta pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditingkatkan setelah pemerintah menyiapkan tambahan dana sebesar Rp20 triliun untuk memperkuat keuangan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9). Presiden Prabowo meminta tambahan dukungan anggaran tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antreannya bisa lebih pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” kata Budi.

Presiden Prabowo juga menekankan agar rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh peserta JKN.

Presiden, kata Budi, meminta agar tidak ada rumah sakit yang membedakan pasien BPJS dengan pasien yang membayar secara mandiri.

“Dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” ujarnya.

Selain itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, tambahan tersebut berada di luar anggaran pemerintah untuk membiayai 96,8 juta peserta penerima bantuan iuran (PBI) JKN yang nilainya sekitar Rp47 triliun.

“Di dalam APBN telah ada tambahan suntikan dana untuk jaminan kesehatan sebesar Rp20 triliun. Tambahannya itu sekarang Rp20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini dan juga bulan November,” kata Suahasil.

Menurut Suahasil, program JKN saat ini telah memberikan perlindungan pembiayaan kesehatan kepada sekitar 285 juta jiwa penduduk Indonesia.

Dengan upaya tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito berkomitmen untuk terus melakukan sejumlah pembenahan dalam sistem pelayanan, termasuk pengendalian fraud dan perubahan pola pelayanan dari berbasis volume menuju berbasis nilai atau kualitas layanan.

“Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value-based, dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan, yang tepat sasaran,” pungkasnya. (Sea/RaM)

Gen Z Takeaway

Menanggapi suntikan dana segar serta arahan Presiden, Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito pun berjanji bakal langsung tancap gas membenahi kualitas layanan demi perlindungan 285 juta jiwa peserta JKN, termasuk memberantas fraud dan mengalihkan fokus pelayanan ke kualitas (value-based) biar makin tepat sasaran.

Presiden Prabowo Subianto Menkes Budi Gunadi Sadikin BPJS Kesehatan

Infografis

Terkini