Lantik Eselon II, Menag Titip Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
astakom.com, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi melantik 5 pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama pada Selasa (29/09/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting untuk melengkapi struktur kerja Ditjen Pesantren sebuah unit baru setingkat eselon I di tubuh Kemenag.
Struktur baru Ditjen Pesantren
Lahirnya Ditjen Pesantren didasari oleh Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama. Fondasi hukum tersebut kemudian diperkuat lewat Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2026 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama.
Dalam arahannya, Menag menegaskan kalau kehadiran Ditjen Pesantren tak boleh berhenti pada pembentukan jajaran pimpinan atau bagan organisasi belaka. Para pejabat yang baru dilantik diminta langsung tancap gas merumuskan identitas, pijakan, hingga peta jalan (roadmap) pengembangan pesantren secara terukur.
Langkah ini dinilai amat krusial karena keputusan yang diambil bakal memengaruhi masa depan puluhan ribu lembaga serta jutaan santri di seluruh Indonesia.
“Betul-betul perhatikan masa depan para santri kita di 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia,” tutur Menag, Selasa (29/9/2026).
Peta jalan masa depan santri
Menag menggarisbawahi kalau strategi pembenahan pesantren harus diawali dari pemahaman mendalam terhadap nilai dasar dan keunikannya. Ditjen Pesantren dituntut membedah pesantren secara mendasar mulai dari aspek ontologi, epistemologi, metodologi, hingga aksiologi supaya arah geraknya konsisten dan tidak kehilangan jati diri.
Tak berhenti di situ, Menag mengingatkan agar perencanaan pendidikan tak cuma terpaku pada input dan output semata, tetapi fokus pada keberlanjutan dampak (outcome dan impact) bagi para santri dan masyarakat luas.
“Kita harus tahu input-nya seperti apa, output-nya seperti apa, outcome-nya seperti apa, dan impact-nya seperti apa,” ungkap Menag.
Pendekatan tersebut wajib masuk dalam roadmap yang tengah digodok. Dokumen ini harus mampu menjawab siapa sasaran utamanya, standar kompetensi serta karakter yang hendak dibentuk, hingga ke mana para alumni pesantren bakal berkontribusi selepas lulus.
Di samping itu, keunikan pesantren harus dirumuskan secara tegas agar membedakannya dari pendidikan Islam umum. Hal ini mencakup pemetaan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang kelak merangkul dan memanfaatkan potensi lulusan pesantren.
Penyempurnaan arah kebijakan ini perlu berjalan selaras dengan penataan internal Ditjen Pesantren. Selain melengkapi jajaran personel, penataan regulasi wajib dituntaskan agar seluruh lini organisasi dapat bergerak secara harmonis.
Rumah baru Kemenag
Menag mengibaratkan Ditjen Pesantren seperti rumah baru yang masih memerlukan banyak perabot dan kelengkapan agar bisa dihuni dengan nyaman. Walaupun berstatus sebagai lembaga baru dengan keterbatasan sumber daya maupun anggaran, Menag optimistis Ditjen Pesantren mampu menunjukkan daya pikat tersendiri.
“Biasanya rumah baru itu lebih cantik daripada rumah lama, dan itu kami berharap seperti itu. Walaupun pendatang baru, walaupun anggarannya mungkin juga sangat terbatas, tetapi akan menampilkan sosok yang mempunyai daya tarik tersendiri,” jelas Menag.
Momen pelantikan ini resmi mengisi jajaran posisi penting di Ditjen Pesantren, mulai dari urusan tata kelola, kurikulum pendidikan, aktivitas dakwah, hingga program pemberdayaan.
Pejabat Eselon II dilantik
Berikut jajaran pejabat eselon II yang dilantik:
- Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A., sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama
- Dr. H. Mastuki, M.Ag., sebagai Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama
- Dr. Adib, M.Ag., sebagai Direktur Ma’had Aly Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama
- Dr. Mahrus, M.Ag., sebagai Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Non Formal Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama
- Dr. Yusi Damayanti, S.E., Ak., M.M., sebagai Direktur Pemberdayaan Pesantren Kementerian Agama. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Kemenag baru aja glow up struktur organisasinya lewat Ditjen Pesantren demi ngejamin masa depan 42 ribu pesantren dan jutaan santri di Indonesia. Gak cuma sekadar bagi-bagi jabatan, pejabat baru ini dituntut tancap gas bikin roadmap pendidikan yang jelas, fleksibel, dan relevan sama kebutuhan zaman—mulai dari kurikulum, dakwah, sampai pemberdayaan alumni biar lulusan santri makin siap bersaing dan gak kehilangan jati diri.









