Rumah Sakit Kanker Anak Jadi Target Serangan AS, Iran Kecam Keras
astakom.com, Jakarta – Iran baru saja melayangkan tuduhan serius ke Amerika Serikat atas dugaan tindakan "kejahatan perang pengecut".
AS dinilai kelewatan karena melepaskan serangan udara di dekat sebuah rumah sakit kanker anak. Pihak Iran bahkan menyamakan aksi ini dengan serangan-serangan Israel yang menargetkan fasilitas kesehatan di Gaza.
Iran mengecam
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menumpahkan kekesalannya lewat sebuah postingan di platform X pada hari Kamis (16/07/2026).
Beliau mengecam keras serangan yang disebutnya "barbarik" tersebut. Imbas dari ledakan itu, sebanyak 211 pasien anak yang tengah berjuang melakukan kemoterapi terpaksa harus diungsikan dari Rumah Sakit Spesialis Shahid Baghaei di kota Ahvaz, barat daya Iran.
Seorang dokter di pusat perawatan tersebut memberikan kesaksian kalau ledakan itu shock banget karena skalanya yang masif dan posisinya yang sangat mepet dengan area rumah sakit.
“Serangan biadab ini, yang mengingatkan pada kekejaman Israel terhadap fasilitas perawatan kesehatan, menyebabkan penderitaan dan kecemasan yang hebat pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit, dan memaksa evakuasi darurat,” tutur Baghaei dikutip dari Al Jazeera pada Jumat, (17/07/2026).
"Serangan itu menyebabkan penderitaan dan kecemasan yang parah di antara anak-anak yang dirawat di rumah sakit dan memaksa evakuasi darurat 211 pasien yang menjalani kemoterapi,” lanjut Baghaei.
“Ini merupakan kejahatan perang pengecut terhadap manusia yang paling tidak berdosa – anak-anak yang dengan berani berjuang untuk hidup mereka.” ungkapnya.
Evakuasi chaos
Kondisi di dalam rumah sakit saat serangan terjadi benar-benar chaos dan bikin sedih. Manajer rumah sakit tersebut, Dr. Majid Bou'azar, mengonfirmasi kepada media Al Jazeera kalau situasi ini menyebakan 211 pasien auto pindah secara terpaksa akibat hal tersebut.
Pasien kritis
“Mereka adalah pasien-pasien khusus, termasuk pasien kanker, yang dirawat di rumah sakit ini… Beberapa pasien menggunakan oksigen dan ventilator,” tutur seorang anggota staf lain kepada Al Jazeera.
“Beberapa orang menggendong anak mereka, beberapa dipasangi infus di tangan mereka, dan beberapa berada di kursi roda.” lanjutnya.
Dampak fatal
Nggak cuma itu, Direktur rumah sakit, Reza Bazar, menyatakan kalau serangan AS di Kota Ahvaz ini sukses bikin operasional rumah sakit lumpuh total alias non-active, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Fars.
Aksi saling serang yang belum kelar-kelar ini makin memperdalam kekhawatiran global. Banyak pihak takut kalau konflik yang sudah berjalan hampir lima bulan ini bakal makin lepas kendali dan bikin proses negosiasi damai permanen jadi makin delay lama. (aND/aNs)
Gen Z Takeaway
Situasi di Timur Tengah makin intens setelah AS lepasin serangan udara yang mepet banget sama RS Kanker Anak di Ahvaz, Iran. Imbas ledakan masif ini, operasional RS langsung lumpuh total dan 211 anak yang lagi kemoterapi terpaksa dievakuasi secara chaos. Iran langsung naik pitam dan ngecam aksi ini sebagai "kejahatan perang pengecut" yang mirip banget sama kekejaman di Gaza.









