Indonesia-Turkmenistan: Sepakati Kerja Sama Strategis Baru dalam Konsultasi Politik Perdana

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 16 Juli 2026 | 08:08 WIB
Indonesia-Turkmenistan: Sepakati Kerja Sama Strategis Baru dalam Konsultasi Politik Perdana
Indonesia-Turkmenistan: Sepakati Kerja Sama Strategis Baru dalam Konsultasi Politik Perdana [Kemlu RI]

astakom.com, Jakarta – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Turkmenistan baru aja naik level. Kedua negara resmi menggelar Pertemuan Perdana Konsultasi Politik Tingkat Pejabat Senior (The 1st Senior Official Political Consultation) pada Selasa silam (14/07/2026) di Jakarta.

Pertemuan ini bener-bener jadi isu penting yang menunjukkan kalau kedua negara emang se-komit itu buat memperkuat kerja sama di sektor politik, ekonomi, sosial budaya, hingga ranah multilateral.

Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Dr. Santo Darmosumarto. Sementara itu, perwakilan dari Turkmenistan diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Turkmenistan, Ahmet Gurbanov.

Pertemuan ini gak cuma buat kumpul-kumpul biasa, tapi juga meninjau ulang pelaksanaan berbagai perjanjian bilateral yang udah ada sebelumnya. Gak tanggung-tanggung, mereka sepakat buat fast track alias mempercepat penyelesaian sejumlah instrumen hukum yang masih dibahas.

Kebut regulasi bilateral

Beberapa poin penting yang bakal dikebut antara lain soal pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, kerja sama antarlembaga kejaksaan, kolaborasi pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sampai urusan kepemudaan dan olahraga.

Selain itu, kedua pihak juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi di PBB dan organisasi internasional lainnya buat ngawal isu-isu yang jadi kepentingan bersama.

Fokus sektor energi

Urusan ekonomi jadi salah satu fokus utama yang dibahas panjang lebar. Kedua negara sepakat kalau sektor energi adalah pilar utama kerja sama mereka.

Makanya, kolaborasi di seluruh rantai nilai energi bakal makin diperdalam lewat pembangunan infrastruktur, alih teknologi, peningkatan kapasitas, hingga kemitraan komersial.

Biar makin vibing, interaksi antar pelaku usaha juga didorong penuh. Mereka menyambut baik kedekatan yang makin erat antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan Kamar Dagang dan Industri Turkmenistan.

Kedua negara juga saling undang buat ikutan di ajang bergengsi kaya Trade Expo Indonesia 2026, Oil and Gas of Turkmenistan (OGT) International Conference and Exhibition, serta Turkmenistan Investment Forum (TIF).

Dunia kampus hingga wisata

Gak melulu soal politik dan ekonomi makro, Indonesia dan Turkmenistan juga sepakat buat memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, pariwisata, dan konektivitas.

Caranya lewat kemitraan antar perguruan tinggi, program beasiswa, pertukaran akademik, penelitian bersama, hingga promosi pariwisata. Langkah praktis ini diambil biar hubungan antar masyarakat (people-to-people contact) dan dunia usaha kedua negara makin erat.

Jembatan ASEAN & Asia Tengah

Di sisi lain, Indonesia menyambut baik ketertarikan Turkmenistan buat memperkuat keterlibatannya dengan ASEAN, termasuk mendorong aksesi Turkmenistan terhadap Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).

Sebaliknya, Turkmenistan juga tertarik menjajaki peluang buat meningkatkan interaksi antara ASEAN dan negara-negara Asia Tengah.

Kedua delegasi pun sempat tukar pikiran soal isu terkini di Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Timur Tengah dengan menekankan pentingnya dialog, hormat pada hukum internasional, dan kerja sama multilateral demi kedamaian global.

Dalam sambutannya, Dirjen Santo Darmosumarto menekankan pentingnya menempatkan kemitraan Indonesia–Turkmenistan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat Kerja Sama Selatan-Selatan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

“Indonesia meyakini di tengah tatanan global yang semakin terfragmentasi saat ini, Semangat Bandung perlu berkembang melampaui simbolisme sejarah menjadi kerangka kerja yang nyata bagi Kerja Sama Selatan-Selatan, sejalan dengan politik luar negeri Bebas Aktif Indonesia dan kebijakan netralitas permanen Turkmenistan, dalam memperkuat perdamaian, pembangunan berkelanjutan, solidaritas kemanusiaan, serta mewujudkan tatanan global yang lebih inklusif.” papar Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Santo Darmosumarto dikutip oleh astakom pada Rabu, (15/7/2026).

Sebagai penutup agenda yang padat ini, Wakil Menteri Luar Negeri Turkmenistan juga menyempatkan diri buat meet up dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Wakil Menteri Perdagangan, serta Sekretaris Jenderal ASEAN di sela-sela kunjungannya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Singkatnya, Indonesia dan Turkmenistan baru aja sepakat buat saling dukung, mulai dari urusan mempermudah visa, kolaborasi proyek energi, beasiswa kuliah, sampai urusan pariwisata. Kerja sama ini jadi bukti nyata kalau di tengah situasi dunia yang lagi gak menentu, kolaborasi antar-negara berkembang itu penting banget buat menjaga perdamaian dan membuka banyak peluang baru buat masa depan kita.

Indonesia -Turkmenistan Konsultasi politik Asean update Turkmenistan

Infografis

Terkini

Pelatihan Barista Kopi Warga Binaan

Sejumlah warga binaan belajar menjadi barista di Lapas Wanita Tangerang, Banten, Rabu (15/07/2026) dalam pelatihan kerja Disnaker demi wirausaha setelah bebas.

Footage 09:01 WIB