Presiden Prabowo Siap Ambil Langkah Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk Atasi Kemiskinan

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 17 Juli 2026 | 21:30 WIB
Presiden Prabowo Siap Ambil Langkah Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk Atasi Kemiskinan
Presiden Prabowo Subianto memimpin Panen Raya Serentak di 43 titik seluruh Indonesia secara terintegrasi di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/07/2026). [Tim Media Presiden]

astakom.com, JakartaPresiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya terkait efisiensi anggaran negara.

Demi mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem dan kelaparan di Tanah Air, Presiden menyatakan siap mengambil langkah untuk mengurangi anggaran sektor pertahanan dan kepolisian.

"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan. Rela TNI? Rela polisi?" ungkap Presiden Prabowo di depan para prajurit saat menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/07/2026).

"Aku tanya TNI, polisi yang jawab. Rela ya anggaran dikurangin? Ikhlas?" lanjut Presiden Prabowo.

Kebijakan ini sebagai bentuk pengorbanan yang diperlukan agar masyarakat kelas bawah bisa segera keluar dari garis kemiskinan dan kelaparan.

Dorong Indonesia jadi raksasa ekonomi dunia

Presiden Prabowo menilai, ambisi Indonesia untuk level up menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia pada periode 2045-2050 bukanlah hal yang mustahil.

"Kita okelah ya keempat di dunia, boleh enggak? Hah? Kita nanti 2040, 50, kita di atas Jepang, di atas Inggris, Brasil, Prancis. Makanya kita sekarang harus siap," terang Presiden Prabowo.

Namun, target tersebut mustahil digapai jika fondasi dasarnya belum beres. Menurutnya, persoalan krusial seperti kemiskinan dan kelaparan harus diselesaikan dari sekarang agar tidak menjadi obstacle yang menghambat kemajuan bangsa di masa depan.

Prioritaskan investasi kualitas SDM

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa waktu menuju era Indonesia Emas tersebut sudah sangat mepet, sehingga investasi pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama sejak dini.

"Jadi kalau kita sekarang tidak ngurus anak-anak itu, dia gimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia? Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. InsyaAllah kita akan hilangkan," terang Presiden Prabowo.

Pemerintah memilih untuk lock-in fokus pada program pengentasan kemiskinan ekstrem. Oleh karena itu, efisiensi belanja negara bakal terus ditekan demi mengamankan anggaran pos krusial ini. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Panen raya serentak yang dipimpin Presiden Prabowo bareng TNI menunjukkan bahwa ketahanan pangan kini didorong lewat kolaborasi lintas sektor, bukan cuma mengandalkan petani. Dari pendampingan budidaya hingga hilirisasi tebu menjadi gula, bioetanol, dan produk turunannya, langkah ini memperlihatkan fokus pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mengejar target swasembada pangan nasional secara lebih berkelanjutan.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto TNI Polri Panen Raya Malang Jawa Timur TNI-Polri

Infografis

Terkini