Perkokoh Ekonomi Haji dan Umrah, Standardisasi Jadi Fondasi Utama
astakom.com, Jakarta – Direktorat Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah lagi gaspol menjadikan standardisasi sebagai pilar utama.
Langkah ini diambil buat membangun ekosistem ekonomi Haji dan Umrah yang punya kualitas tinggi, kompetitif, sekaligus berkelanjutan.
Atas dasar komitmen keren ini disampaikan langsung oleh sang Direktur Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Nur Rokhma Muliana, pas acara Evaluasi Program dan Pelaksanaan Anggaran Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (DG PE2HU) di Purwokerto pada Kamis (17/07/2026).
Fondasi kualitas layanan
Nur Rokhma memandang kalau standardisasi ini punya peran yang strategis banget buat memastikan kualitas produk dan layanan tetap menyala, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem ekonomi Haji dan Umrah biar makin trusted.
“Standardisasi berfungsi sebagai fondasi untuk menghadirkan produk dan layanan Haji yang aman, berkualitas tinggi, dan kompetitif. Melalui pendekatan ini, kami membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi Haji yang berkelanjutan,” tutur Rokhma.
Fokus sektor krusial
Ia memaparkan kalau usaha standardisasi ini difokuskan ke beberapa sektor yang krusial. Mulai dari makanan siap saji buat para jamaah haji, seragam batik jamaah, fasilitas asrama haji, sampai platform digital yang menyokong ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Inisiatif ini juga dibarengi sama program pemberdayaan lewat bantuan industri, pengembangan UMKM lokal, peningkatan kapasitas para manajer, hingga transformasi digital bagi para pelaku bisnis. Tujuannya jelas, biar mereka bisa menghasilkan produk dan layanan yang memenuhi standar kualitas yang sudah dipatok.
Pada industri pangan, pengembangan standar dibikin biar makanan yang dikonsumsi sama jamaah haji benar-benar memenuhi syarat keamanan pangan, kualitas gizi, kepatuhan halal, kemudahan distribusi, sampai daya tahan yang oke selama proses pengiriman ke Arab Saudi. Kerennya lagi, inisiatif ini membuka peluang yang makin lebar bagi UMKM pangan lokal buat ikutan masuk dalam rantai pasokan haji.
Batik dan asrama bintang 3
Di industri kreatif, standardisasi batik jamaah haji berfokus pada kualitas kain, kenyamanan saat dipakai di iklim Arab Saudi yang menyengat, daya tahan warna biar gak gampang luntur, ukuran yang pas, desain ciamik yang mencerminkan identitas nasional Indonesia (biar OOTD haji makin bangga), sampai keterampilan konveksinya. Standar ini diharapkan bisa menaikkan kelas kualitas produk sekaligus mendongkrak daya saing industri batik Indonesia di kancah global.
Direktorat turut mendorong transformasi asrama haji dengan meningkatkan standar layanan yang setara dengan hotel bintang tiga. Standar ini mencakup aspek kenyamanan, sanitasi yang bersih, keamanan yang ketat, aksesibilitas yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas, hingga upgrade sistem informasi layanan.
Di sisi lain, pengembangan platform digital terus dilakukan buat memperluas akses pasar, mengembangkan daya saing pelaku bisnis, dan memperkuat perlindungan konsumen bagi para jamaah.
“Standardisasi harus berjalan seiring dengan pemberdayaan. Oleh karena itu, kami terus mendorong pengembangan UMKM, meningkatkan kualitas layanan asrama Haji, dan mengembangkan platform digital terintegrasi agar pelaku bisnis nasional lebih siap menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Haji dan Umrah,” lanjutnya.
Agenda prioritas dikebut
Saat ini, Direktorat Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan lagi mempercepat beberapa agenda prioritas mereka, di antaranya:
Penyusunan standar layanan untuk asrama haji yang setara dengan hotel bintang tiga.Penyusunan pedoman teknis pendaftaran di platform pemasaran digital Kementerian Haji dan Umrah.Pedoman teknis pemilihan penyedia serta standardisasi produk makanan siap saji bagi jamaah haji reguler Indonesia di Arab Saudi.
Gak cuma itu, diskusi intens mengenai standardisasi batik jamaah haji dan penyusunan Peraturan Pemerintah (PPP) tentang Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah lagi dikebut. Ini jadi bagian dari upaya yang lebih luas buat memperkuat tata kelola sekaligus membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah nasional yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan biar masa depannya makin cerah. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Fix, ekosistem ekonomi Haji dan Umrah Indonesia lagi leveling up parah! Lewat standardisasi baru ini, layanan kuliner jamaah makin higienis, seragam batik makin stylish dan adem buat OOTD di Arab Saudi, sampai asrama haji yang di-upgrade setara hotel bintang tiga. Inisiatif dari Direktorat PE2HU ini nggak cuma bikin jamaah makin nyaman, tapi juga ngebuka peluang besar buat UMKM lokal masuk ke rantai pasok global. Vibes-nya inklusif, digital, dan berkelanjutan banget!









