Pembangkit Listrik Terancam, Iran Siap Gerakkan Houthi Tutup Laut Merah!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 17 Juli 2026 | 15:02 WIB
Pembangkit Listrik Terancam, Iran Siap Gerakkan Houthi Tutup Laut Merah!
Pembangkit Listrik Terancam, Iran Siap Gerakkan Houthi Tutup Laut Merah! [Ilustrasi Laut Merah Gemini]

astakom.com, Jakarta – Hubungan geopolitik global lagi-lagi kena guncangan hebat yang bikin ketar-ketir. Kali ini, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas.

Pemerintah Iran dilaporkan sudah meminta sekutu setianya di Yaman, yaitu kelompok pemberontak Houthi, untuk bersiap-siap menutup jalur minyak Laut Merah yang super krusial.

Skenario ini bakal jalan kalau AS nekat menyerang infrastruktur energi Teheran, terutama pembangkit listrik mereka. Langkah tersebut berpotensi memicu ancaman baru yang signifikan terhadap pasokan energi global.

Sinyal bahaya geopolitik

Informasi yang sangat krusial ini dilansir oleh Reuters pada Jumat (17/07/2026). Tiga sumber tepercaya yang berbicara kepada Reuters pada Kamis (16/07/2026) waktu setempat membocorkan rencana panas ini ke publik.

Gagasan ekstrem tersebut, berdasarkan dua sumber pejabat senior Iran dan satu sumber regional yang memahami betul persoalan ini, rupanya sudah dibahas secara matang di kalangan internal para pemimpin Iran, dan pesannya pun udah disampaikan langsung kepada Houthi.

Instruksi rahasia Teheran

Menariknya, sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa Houthi baru-baru ini telah diberitahu mengenai permintaan Iran tersebut, yang sebelumnya sama sekali belum pernah dilaporkan oleh media mana pun.

Namun, sampai sekarang belum dijelaskan lebih detail mengenai bagaimana tepatnya pesan tersebut disampaikan, atau apakah instruksi darurat ini meluncur tepat setelah adanya ancaman langsung dari Presiden AS Donald Trump pada Selasa (14/7/2026) lalu yang ingin menyerang infrastruktur energi Iran.

Pihak Kementerian Luar Negeri Iran maupun juru bicara Houthi masih memilih untuk belum memberikan respon langsung terkait bocornya kabar ini.

Houthi siaga satu

Kondisi di lapangan ternyata sudah sangat siaga satu. Hal ini diungkapkan oleh seorang sumber lainnya yang dekat dengan pihak Houthi. Sumber tersebut menegaskan kalau mereka gak main-main dalam mempersiapkan plan ini.

Diungkapkan kalau kelompok yang didukung Teheran tersebut udah menyelesaikan prepare buat nyerahg kapal-kapal dengan mengerahkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb, yang merupakan gerbang menuju Laut Merah.

Laporan terbaru menyebutkan jika Houthi saat ini sedang menunggu instruksi buat start serangan tersebut.

Efek domino energi

Ancaman apa pun atas Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb jelas punya resiko memperparah krisis energi global, yang sebelumnya sudah dipicu oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Situasi ini benar-benar menekankan risiko eksplosif yang bersumber dari konflik bersenjata di Timur Tengah.

Logikanya sangat simpel tapi mengerikan, dengan Selat Hormuz yang sudah ditutup aksesnya, maka serangan Houthi terhadap kapal atau pelabuhan di Laut Merah bakal langsung mengganggu dua jalur ekspor minyak utama Timur Tengah secara bersamaan. Skenario terburuk ini berpotensi membuka front baru dalam krisis energi dan konflik Iran yang lebih luas dengan AS.

Salah satu sumber yang dekat dengan Houthi juga menambahkan detail penting kalau perwakilan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) saat ini sudah berada langsung di Yaman. Kabarnya, mereka yang bakal memegang kendali penuh dan mengontrol keputusan soal kapan Selat Bab el-Mandeb akan ditutup secara total. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Ketegangan AS-Iran makin intense dan berpotensi bikin ekonomi global shook. Iran udah ngasih aba-aba ke Houthi buat nge-block Laut Merah pakai rudal dan drone kalau pembangkit listrik mereka diserang Trump. Karena Selat Hormuz udah ditutup duluan, skenario ini diprediksi bakal langsung nge-hit pasokan minyak dunia secara masif. Garda Revolusi Iran is already on the ground in Yemen, waiting to pull the trigger.

Iran AS iran Laut Merah AS Serang Iran Amerika Israel Iran

Infografis

Terkini