NASA Pilih 41 Teknologi Baru, Siapkan Fondasi Misi Manusia ke Bulan dan Mars

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 16 Juli 2026 | 20:01 WIB
NASA Pilih 41 Teknologi Baru, Siapkan Fondasi Misi Manusia ke Bulan dan Mars
NASA Pilih 41 Teknologi Baru, Siapkan Fondasi Misi Manusia ke Bulan dan Mars [NASA]

astakom.com, Techno – Kalau selama ini misi ke Bulan identik dengan roket dan astronot, kini fokus NASA bergeser ke “amunisi” teknologi yang akan menopang eksplorasi di masa depan. Badan antariksa Amerika Serikat itu baru saja memilih 41 proyek teknologi komersial yang dinilai mampu menjawab berbagai tantangan misi ke Bulan dan Mars.

Sebanyak 41 proposal tersebut berasal dari 37 perusahaan Amerika Serikat yang dipilih melalui program Announcement of Collaboration Opportunity (ACO) 2025. Teknologi yang dikembangkan mencakup sistem energi, logistik antariksa, perlindungan wahana dari debu Bulan, hingga berbagai infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung eksplorasi jangka panjang di luar Bumi. Berdasarkan informasi resmi NASA, proyek-proyek tersebut diharapkan mampu mempercepat kesiapan teknologi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi antariksa komersial.

Pemilihan teknologi ini menjadi langkah terbaru NASA dalam memperluas kolaborasi dengan sektor industri untuk mengembangkan inovasi yang dapat dimanfaatkan pada misi pemerintah maupun sektor komersial. Melalui skema tersebut, NASA menyediakan akses terhadap fasilitas, perangkat keras, perangkat lunak, dan keahlian teknis guna mempercepat pengembangan teknologi yang dinilai strategis.

Kolaborasi Industri Jadi Kunci

Direktur Advanced Research and Technology Division NASA, Greg Stover, mengatakan keterlibatan industri menjadi bagian penting dalam mendukung target eksplorasi luar angkasa NASA.

"We are empowering American industry to become active partners in NASA's missions to the Moon, Mars, and beyond," kata Stover dalam keterangan resmi NASA dikutip pada Kamis, (16/07/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi dengan sektor komersial memungkinkan NASA mempercepat pengembangan kemampuan teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung misi-misi eksplorasi paling ambisius, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi ruang angkasa Amerika Serikat.

Program ACO sendiri bukan merupakan skema pendanaan langsung. NASA menjalin kemitraan dengan perusahaan melalui pemanfaatan fasilitas penelitian, perangkat keras, perangkat lunak, serta dukungan tenaga ahli. Sejak diluncurkan pada 2015, program tersebut telah mendukung lebih dari 110 proyek kolaborasi antara NASA dan industri.

Dari listrik di bulan hingga pelindung debu antariksa

Beragam teknologi yang dipilih mencerminkan tantangan nyata yang akan dihadapi manusia saat menjelajah Bulan maupun Mars.

Salah satunya adalah sistem pembangkit listrik modular yang dikembangkan Lockheed Martin untuk menghasilkan energi di wilayah Bulan yang selalu berada dalam bayangan dan tidak menerima sinar Matahari. Perusahaan tersebut juga melanjutkan pengembangan teknologi transfer daya nirkabel berbasis laser guna meningkatkan ketahanan distribusi energi di luar angkasa.

NASA juga memilih teknologi logistik antariksa Asteria dari Kall Morris Inc., yang memungkinkan pemasangan muatan tambahan pada wahana antariksa tanpa memerlukan dudukan permanen. Sementara itu, Moonprint Solutions mengembangkan pelindung fleksibel yang dirancang melindungi rover, sambungan robot, selang, dan komponen lain dari debu Bulan yang sangat abrasif. Menurut NASA, teknologi tersebut juga berpotensi digunakan dalam misi eksplorasi ke Mars.

Dukung misi sekaligus ekonomi antariksa

Selain mendukung eksplorasi, NASA menilai teknologi yang dikembangkan melalui program ini juga memiliki potensi memperkuat sektor antariksa komersial. Seiring meningkatnya kematangan teknologi, inovasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pasar baru, menekan biaya operasional, memperluas pilihan layanan, serta menghadirkan kemampuan baru dalam berbagai aktivitas ruang angkasa.

NASA menyebut kolaborasi dengan sektor swasta menjadi salah satu pendekatan untuk mempercepat lahirnya teknologi yang tidak hanya mendukung misi ke Bulan dan Mars, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan industri antariksa di masa depan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Perjalanan ke Bulan dan Mars ternyata bukan cuma soal roket yang meluncur. Di baliknya, ada puluhan teknologi yang sedang "dirakit", mulai dari pembangkit listrik di wilayah Bulan yang gelap, sistem transfer energi berbasis laser, hingga pelindung dari debu antariksa. Kalau teknologi-teknologi ini berhasil dikembangkan, bukan tidak mungkin fondasi kehidupan dan eksplorasi manusia di luar Bumi akan semakin dekat menjadi kenyataan.

NASA Teknologi Techno Bulan Bulan Puasa MARS

Infografis

Terkini