Platform Digital Mulai Perkuat Fitur Anak, Komdigi Sebut Implementasi PP TUNAS Bergerak Positif

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 14 Juli 2026 | 06:08 WIB
Platform Digital Mulai Perkuat Fitur Anak, Komdigi Sebut Implementasi PP TUNAS Bergerak Positif
Platform Digital Mulai Perkuat Fitur Anak, Komdigi Nilai Implementasi PP TUNAS Bergerak Positif [Komdigi]

astakom.com, Jakarta – Upaya memperkuat pelindungan anak di ruang digital terus didorong melalui berbagai pendekatan. Selain memperkuat regulasi, pemerintah juga menilai kolaborasi dengan industri kreatif dan penyelenggara sistem elektronik (PSE) menjadi langkah penting agar pesan mengenai keamanan digital dapat menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih mudah dipahami.

Komitmen tersebut tercermin dalam implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Seiring penerapannya, sejumlah platform digital mulai menghadirkan fitur-fitur yang mendukung keamanan anak, seperti akun khusus anak, kontrol orang tua, hingga pembatasan akses berdasarkan kelompok usia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai pendekatan kreatif melalui karya audiovisual juga dapat memperkuat sosialisasi PP TUNAS. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya membantu memperkenalkan regulasi kepada masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekosistem konten digital yang aman bagi anak.

Pendekatan kreatif dinilai efektif

Pandangan itu disampaikan Nezar usai menghadiri Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Cinema XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Sabtu silam (11/07/2026). Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival keluarga tersebut karena dinilai selaras dengan semangat PP TUNAS dalam menghadirkan pengalaman digital yang aman bagi anak.

"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Netflix atas penyelenggaraan World of Wonder. Kegiatan seperti ini sangat baik dan sejalan dengan semangat PP TUNAS, terutama dalam menghadirkan pengalaman digital yang aman bagi anak melalui penerapan pembatasan usia dan penyediaan konten yang sesuai," ujar Nezar usai menghadiri Netflix Family Festival 2026 di Jakarta, Sabtu silam (11/07/2026).

Nezar menambahkan bahwa kepatuhan terhadap PP TUNAS tidak hanya diwujudkan melalui penguatan fitur keamanan pada platform digital. Menurutnya, berbagai inisiatif yang melibatkan masyarakat juga berperan penting dalam meningkatkan pemahaman mengenai pelindungan anak di ruang digital.

"Netflix mendekati regulasi ini secara kreatif dan inovatif. Selain menghadirkan fitur pelindungan anak, mereka juga membuka ruang bagi para kreator untuk menghasilkan konten yang aman, sehat, edukatif, dan inspiratif. Pendekatan seperti ini membuat pesan pelindungan anak lebih mudah dipahami masyarakat," ungkapnya.

Festival jadi contoh kolaborasi

Dalam festival tersebut, Netflix menghadirkan pemutaran film karya sineas Indonesia serta berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan keluarga, anak-anak, dan pelaku industri kreatif. Menurut Nezar, kolaborasi semacam ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggara sistem elektronik lainnya dalam mendukung implementasi PP TUNAS.

"Kegiatan seperti ini bisa menjadi model sosialisasi PP TUNAS. Pesan tentang perlindungan anak tidak hanya disampaikan melalui regulasi, tetapi juga melalui pengalaman yang menyenangkan, melibatkan keluarga, kreator, dan industri secara bersamaan," jelasnya.

Ia juga menegaskan pemerintah terus mendorong setiap penyelenggara sistem elektronik agar tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi turut berkontribusi membangun budaya digital yang sehat melalui inovasi dan kolaborasi.

Evaluas berjalan berkala

Nezar menyatakan implementasi PP TUNAS hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Berbagai platform media sosial maupun layanan digital disebut mulai menyediakan fitur-fitur pelindungan anak, termasuk akun khusus anak, kontrol orang tua, dan mekanisme pembatasan akses sesuai kelompok usia.

"Kami berterima kasih kepada seluruh platform yang bersikap kolaboratif. Saat ini berbagai platform media sosial maupun layanan digital sudah menyediakan fitur-fitur khusus untuk anak dan mulai memperkuat pembatasan akses berdasarkan usia," jelas Nezar.

Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan setiap penyelenggara sistem elektronik memenuhi ketentuan yang diatur dalam PP TUNAS sekaligus meningkatkan kualitas pelindungan anak di ruang digital.

"Kami berharap evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat terus meningkatkan kinerja setiap platform sehingga pelindungan anak di ruang digital semakin efektif. Yang terpenting, semangat PP TUNAS menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, penyelenggara sistem elektronik, industri kreatif, dan masyarakat," pungkas Nezar.

Komdigi menilai pelindungan anak di ruang digital membutuhkan peran bersama dari pemerintah, penyelenggara sistem elektronik, industri kreatif, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi PP TUNAS sehingga ekosistem digital di Indonesia semakin aman bagi anak. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Bikin ruang digital yang aman buat anak ternyata nggak cukup hanya lewat aturan. Dukungan dari platform digital, kreator, keluarga, hingga masyarakat juga jadi bagian penting supaya anak bisa menikmati internet dengan lebih aman, sehat, dan sesuai usianya.

Techno Ruang Digital komdigi Fitur anak PP Tunas

Infografis

Terkini

Job Market Fair 2026 di Balikpapan

Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka di bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (14/7/2026).

Footage 20:03 WIB