Senyum Semringah Penuh Haru Siswa Disabilitas Wujudkan Mimpi Kunjungi Istana

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 16 Juli 2026 | 16:01 WIB
Senyum Semringah Penuh Haru Siswa Disabilitas Wujudkan Mimpi Kunjungi Istana
Para siswa disabilitas berfoto bersama saat mengunjungi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/07/2026) [Dok. BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta — Senyum semringah dan positive vibes terpancar jelas dari wajah para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) saat mimpi mereka berkunjung ke Istana Kepresidenan Jakarta akhirnya terwujud pada Kamis (16/07/2027) pagi.

Lewat program bertajuk "Istana untuk Anak Sekolah", para siswa disabilitas ini berkesempatan menyusuri ruang-ruang penuh sejarah sekaligus mengenal lebih dekat simbol negara.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang yang inklusif dan terbuka bagi seluruh anak Indonesia.

Bagi Alwin Haris, siswa dari SLB D-D1 YPAC Jakarta, kunjungan ini memberikan kebahagiaan tersendiri yang membekas.

“Saya merasa senang karena saya bisa berkunjung ke Istana Negara ini, karena ini baru pertama kalinya saya mengikuti acara Istana untuk anak sekolah,” kata Alwin, sebagaimana keterangan yang diterima awak media, Kamis (16/07/2026).

Rasa senang siswa kunjungi istana

Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh Rafi Syafar, seorang siswa tunagrahita dari SLB Negeri 11 Jakarta.

Keterbatasan fisik terbukti bukan halangan, sebab Rafi justru sukses flexing prestasi dengan meraih tiga medali emas di cabang olahraga renang pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Perparnas).

Usai berkeliling, Rafi mengaku sangat senang bisa melihat langsung setup ruang-ruang penting di dalam Istana.

“Senang banget lihat yang di sini. Lihat tempat pertemuan (dengan) negara lain, ruang presiden,” terangnya.

Respons positif dari tenaga pendidik

Momen berharga ini juga mendapat respons positif dari tenaga pendidik yang mendampingi. Abdul Matiin Haqq, guru dari SLB Negeri 11 Jakarta, menilai bahwa pengalaman mengikuti program ini merupakan bentuk contextual learning yang sangat efektif.

Menurutnya, program berkunjung langsung ke Istana ini tidak hanya sekadar jalan-jalan, melainkan mampu menumbuhkan mimpi besar serta mendongkrak rasa percaya diri para siswa disabilitas secara signifikan.

“Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan kesempatan kami sekolah luar biasa dan anak-anak hebat disabilitas untuk bisa mengunjungi Istana Negara,” ungkap Abdul Matiin.

Apresiasi dari Institusi Disabilitas Indonesia

Apresiasi tinggi juga datang dari pihak eksternal yang fokus pada isu disabilitas. Ketua Harian Institusi Disabilitas Indonesia (Indisi), Memes Prameswari, memberikan statement bahwa keterlibatan aktif siswa SLB dalam program ini adalah bukti konkret bahwa Istana ramah untuk semua.

Memes juga menambahkan bahwa fasilitas yang disediakan di lingkungan Istana kini sudah makin accessible dan bersahabat bagi para penyandang disabilitas, sebuah langkah maju yang patut diacungi jempol.

“Sarana dan prasarana di Istana Negara luar biasa, ternyata lingkungan di sini inklusi. Teman-teman disabilitas dari yang mulai netra, dari yang teman tuli atau rungu, grahita, daksa, semuanya ada aksesnya di sini mulai dari jalannya, terus ada di toiletnya pun, ada railnya juga. Jadi benar-benar Istana Negara ini ramah disabilitas,” tuturnya.

Secara keseluruhan, program "Istana untuk Anak Sekolah" ini sukses memberikan meaningful experience yang edukatif bagi generasi muda.

Istana Kepresidenan kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan simbol sejarah, tetapi juga menjelma menjadi ruang belajar yang inklusif.

Agenda ini memperkuat keyakinan bahwa setiap anak Indonesia, apa pun kondisinya, memiliki hak dan kesempatan yang setara untuk bermimpi, berprestasi, dan take part dalam membangun masa depan bangsa. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Program "Istana untuk Anak Sekolah" nunjukin kalau ruang negara seharusnya bisa diakses semua anak, termasuk siswa disabilitas. Bukan cuma jadi momen seru buat mengenal sejarah dan simbol negara, kunjungan ini juga membangun rasa percaya diri, membuka mimpi baru, sekaligus menegaskan bahwa inklusivitas paling bermakna ketika benar-benar diwujudkan lewat akses dan kesempatan yang setara.

Istana Untuk Anak Sekolah Program Istana untuk Anak Sekolah Disabilitas Siswa Disabilitas Sekolah Luar Biasa SLB

Infografis

Terkini