Dari Urus Kasus Kelas Kakap hingga Etik: Spill Karier Moncer Plt Jampidsus Rudi Margono
astakom.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja melakukan rotasi posisi yang cukup menyita perhatian publik. Rudi Margono resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), menggantikan Febrie Adriansyah yang memilih untuk mundur dari jabatannya. Penunjukan ini ditandatangani langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin lewat Surat Perintah Nomor: PRINT-76/A/JA/07/2026.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, memberikan konfirmasi resmi mengenai pergantian posisi strategis ini kepada awak media di Gedung Kejagung, Jakarta.
"Menindaklanjuti telah diterimanya pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah dari jabatan Jampidsus, Bapak Jaksa Agung telah menunjuk Dr Rudi Margono yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk melaksanakan tugas sebagai pelaksana tugas Jaksa Agung Muda Pidana Khusus," kata Anang kepada wartawan di Gedung Kejagung, Jakarta, kemarin (11/07/2026).
Lowkey tapi high skill: profil dan latar belakang akademik
Simak informasi yang dihimpun astakom.com pada Minggu (12/07/2026), terkait rekam jejak dan profil Plt Jampidsus berikut ini:
Meskipun punya pangkat bintang tiga, Rudi Margono dikenal sebagai sosok jaksa yang lowkey alias jarang tebar pesona di ruang publik. Vibes-nya yang tenang ini makin terlihat sejak ia mengemban tugas sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) pada Desember 2024, di mana ia bertugas menertibkan dan memeriksa para jaksa yang diduga melanggar kode etik.
Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 6 Desember 1969 ini punya latar belakang pendidikan yang gak main-main:
- S1 Ilmu Hukum: Universitas Brawijaya (Lulus 1992)
- S2 Magister Hukum: Universitas Gadjah Mada (Lulus 2002)
- S3 Doktor Ilmu Hukum: Universitas Brawijaya (Lulus 2021)
Modal akademik yang kuat ini menjadi fondasi kokoh bagi kariernya di Korps Adhyaksa yang sudah berjalan lebih dari tiga dekade sejak memulai debutnya pada 1994.
Rekam jejak yang menyala: dari Kejati hingga jam terbang di KPK
Sepanjang kariernya, Rudi Margono sudah kenyang pengalaman di berbagai lini, mulai dari tindak pidana umum, perdata, hingga kasus pidana khusus. Beberapa posisi prestisius yang pernah dipegangnya antara lain:
- Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jakarta
- Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT dan Yogyakarta
- Direktur di Jamdatun
- Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kepri) dan DKI Jakarta
Tak hanya di lingkungan Kejaksaan, Rudi juga sempat flexing kemampuan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia tercatat pernah menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut mantan Deputi Gubernur BI, Aulia Pohan, dengan hukuman 4 tahun penjara.
Selain itu, pada 2008, ia dipercaya oleh Ketua KPK saat itu, Antasari Azhar, untuk memimpin Tim Supervisi dalam pengusutan kasus mega skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pada 2010, ia juga sukses menangani kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran yang melibatkan mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah.
Reputasinya yang konsisten membuatnya sempat lolos masuk radar 6 besar dalam seleksi Deputi Penindakan KPK pada 2023, sebelum akhirnya diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Jamwas via Keppres Nomor 177/TPA Tahun 2024.
Cek LHKPN: finansial stabil, zero utang!
Sebagai pejabat negara, kepatuhan Rudi Margono dalam melaporkan harta kekayaannya patut diacungi jempol. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik terbaru tahun 2025 yang dilaporkan pada Maret 2026, total kekayaan bersih yang dimilikinya berada di angka Rp7,29 miliar.
Menariknya, grafik finansialnya dinilai sangat stabil tanpa ada lonjakan dana yang mencurigakan, ditambah lagi dengan status clean alias sama sekali tidak memiliki utang. (aNs)
Gen Z Takeaway
Spill dikit soal track record Dr. Rudi Margono, sosok jaksa bintang tiga yang lowkey tapi high skill dan baru aja ditunjuk jadi Plt Jampidsus Kejagung per Juli 2026 buat menggantikan Febrie Adriansyah. Karirnya bener-bener menyala, mulai dari pimpin tim supervisi kasus mega skandal BLBI di KPK, jabat Kajati DKI Jakarta, sampai diangkat Presiden Prabowo jadi Jamwas karena saking no counter-nya urusan beresin kode etik. Yang bikin makin respect, selain punya gelar Doktor, laporan LHKPN terbaru 2026 mencatat kekayaannya stabil di angka Rp7,29 miliar dengan status clean alias zero utang, bukti kalau finansialnya bener-bener aman dari hal mencurigakan.









