APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 T, Menkeu Pastikan Masih Aman, Fiskal On Track!

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 12 Juli 2026 | 10:01 WIB
APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 T, Menkeu Pastikan Masih Aman, Fiskal On Track!
APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 T, Menkeu Pastikan Masih Aman, Fiskal On Track! (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ngasih laporan kalau postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai penutupan Semester I-2026 kemarin ngalamin defisit sebesar Rp196,5 triliun. Angka defisit ini setara dengan 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kalau dibandingin sama posisi defisit per Mei 2026 yang ada di angka Rp180,4 triliun (0,70 persen terhadap PDB), angka defisit kali ini emang kelihatan naik. 

Tapi plot twist-nya, secara tahunan (Year-on-Year), performa defisit anggaran ini justru menyusut alias turun 3,8 persen dari posisi Semester I-2025 yang sempat menyentuh 0,84 persen terhadap PDB.

"Defisit APBN semester I (2026) tercatat sebesar Rp196,5 triliun dengan presentase sebesar 0,76 persen terhadap PDB, kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali," kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Sabtu (11/07/2026).

Pendapatan negara meroket

Dari sisi pemasukan, pemerintah berhasil ngumpulin pendapatan negara sebesar Rp1.459,4 triliun. Angka ini udah memenuhi 46,3 persen dari total target APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun. Lalu, secara tahunan (year-on-year/yoy), realisasi pendapatan ini melonjak tajam hingga 21,4 persen.

Menkeu Purbaya ngejelasin kalau gairah pendapatan negara yang lagi hype ini didorong kuat sama meningkatnya aktivitas ekonomi riil di masyarakat serta perbaikan manajemen tata kelola di pintu-pintu penerimaan negara.

"Kinerja pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan akses ekonomi, peningkatan pengawasan dan tata kelola pajak dan bea cukai, serta peningkatan layanan kementerian lembaga dan BLU," katanya.

Pajak dan PNBP kompak naik

Kalau dibedah lebih detail, total pendapatan negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan yang mencapai Rp1.187,8 triliun (setara 44,1 persen dari target APBN dan tumbuh 21,4 persen secara tahunan).

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp271 triliun. Angka PNBP ini udah memenuhi 59 persen dari target APBN, alias naik 21,6 persen secara tahunan.

Purbaya juga nge-notice performa sektor pajak murni yang melesat sampai 24,6 persen selama enam bulan pertama tahun ini. Tren positif ini bener-bener ngebalikin situasi sulit pada periode yang sama tahun lalu yang sempat terperosok ke zona negatif.

Penerimaan pajak dinotice

"Kalau kita lihat penerimaan pajak saja itu tumbuhnya 24,6 persen. Ini perkembangan yang menggembirakan mengingat tahun lalu kontraksi 7 persen di 6 bulan pertama," kata Purbaya.

Lompatan performa yang impresif ini dinilai jadi bukti real kalau roda transformasi birokrasi dan pembenahan tata kelola organisasi di otoritas perpajakan emang beneran ampuh dan mulai membuahkan hasil yang nyata. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Gak usah overthink guys, meskipun APBN kita semester I-2026 ini defisit Rp196,5 triliun (alias sekitar 0,76% dari PDB), tapi kondisinya masih safe dan terkendali banget kok menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Plot twist-nya, performa ini justru lebih oke dan menyusut 3,8% dibanding periode yang sama tahun lalu, apalagi pendapatan negara kita lagi menyala meroket 21,4% (mencapai Rp1.459,4 triliun) gara-gara sektor pajak murni dan PNBP yang kompak naik signifikan berkat transformasi birokrasi yang beneran no counter!

APBN 2026 APBN Semester I-2026 Defisit APBN menkeu purbaya

Infografis

Terkini