Harga Minyak Dunia Mode “Cooling Down”, Berpotensi Jadi Booster Ekonomi Global?

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Minggu, 28 Juni 2026 | 08:28 WIB
Harga Minyak Dunia Mode “Cooling Down”, Berpotensi Jadi Booster Ekonomi Global?
Harga Minyak Dunia Mode “Cooling Down”, Berpotensi Jadi Booster Ekonomi Global? [astakom/SKK Migas]

astakom.com, Jakarta - Harga minyak mentah dunia melanjutkan kabar positif setelah sebelumnya sempat panas dan menyentuh level USD100 per barel. Mengutip laporan Crude oil global price, harga minyak turun saat ini di kisaran USD60-an per barel. Hal ini bikin pasar energi global mulai sedikit lebih chill.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh astakom.com, dua harga minyak acuan dunia kompak lagi turun di perdagangan terakhir minggu ini. Harga minyak mentah Brent tercatat turun 4,34% menjadi USD71,99 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) ikut melemah 3,74% ke level USD69,23 per barel per Jumat (26/6/2026).

Dalam perhitungan akumulasi mingguan, minyak Brent turun 10,65% dan WTI anjlok 9,62%. Penurunan ini terjadi karena pasar mulai melihat risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah mulai mereda dibandingkan kekhawatiran pada pekan-pekan lalu.

Selat Hormuz mulai dilalui

Salah satu faktor yang bikin harga minyak mulai adem adalah aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz yang mulai kembali berjalan. Seperti yang diketahui, jalur ini menjadi salah satu titik penting distribusi energi dunia, sehingga normalisasi lalu lintas kapal tanker membuat sentimen pasar lebih positif.

Meski begitu, situasi belum sepenuhnya kembali normal. Jumlah kapal yang melintas sebenernya masih di bawah rata-rata sebelum konflik, jadi pasar tetap watch out sama potensi gangguan baru yang bisa kembali mengerek harga minyak.

Meski begitu, risiko geopolitik masih tetep menghantui keamanan di sekitar Oman. Makanya kemarin-kemarin harga minyak sempet naik 2 persen karena sentimen pasar khawatir distribusi energi global terganggu.

Pantau risiko geopolitik

Pelaku pasar sekarang fokus pantau arus pengiriman minyak bisa terus pulih atau justru terganggu. Jadi, market masih ada di mode wait and see, antara optimisme pasokan yang membaik dan risiko dari eskalasi di Timur Tengah yang belum sepenuhnya mereda.

Selain faktor eskalasi di Timur Tengah, pasar juga lagi memantau kondisi Venezuela setelah gempa bumi, seperti yang diketahui Venezuela punya cadangan minyak terbesar di dunia, pasar punya kekhawatiran terhadap produksi minyak negara tersebut. Tapi dilaporkan kalau dalam evaluasi awal fasilitas utama minyak dan gas tidak mengalami kerusakan besar.

Booster ekonomi global

Turunnya harga minyak dunia ini jadi angin segar buat ekonomi global. Pasalnya, harga energi punya efek domino terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Saat biaya energi lebih rendah, tekanan harga bisa lebih terkendali dan aktivitas ekonomi punya ruang buat kembali bergerak.

Dengan kondisi pasokan yang mulai membaik, harga minyak berpotensi masih tertekan ke bawah. Tapi, pasar masih tetep harus ready menghadapi volatilitas karena situasi geopolitik global masih cukup dinamis.(Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Harga minyak dunia lagi masuk fase cooling down setelah sempat tembus USD100 per barel. Penurunan ini jadi kabar positif karena bisa bantu tekan inflasi dan kasih ruang ekonomi global buat recovery. Tapi market masih wait and see karena isu geopolitik belum sepenuhnya aman.

harga minyak mentah eskalasi timur tengah harga minyak dunia turun

Infografis

Terkini