Kampus Motor Kemandirian Ekonomi, Presiden Prabowo Serukan Kolaborasi Biar Gak FOMO Kemajuan Global!

Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:03 WIB
Kampus Motor Kemandirian Ekonomi, Presiden Prabowo Serukan Kolaborasi Biar Gak FOMO Kemajuan Global!
Presiden Prabowo Subianto membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026, di JICC, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), kemarin (26/06/2026).

Acara high-profile ini diawali dengan laporan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, yang menyebutkan bahwa agenda besar tahun ini sukses menggaet antusiasme luar biasa dari ribuan akademisi Tanah Air.

Totalitas 2.600+ partisipan siap upgrade inovasi bangsa

Menteri Brian melaporkan total peserta yang hadir dalam forum ini mencapai angka yang cukup masif untuk ukuran simposium nasional. Angka tersebut mencakup ratusan pimpinan institusi pendidikan tinggi serta ribuan tenaga pendidik dan peneliti yang siap bersinergi demi memajukan ekosistem riset Indonesia.

“Kami melaporkan bahwa Sarasehan Kebangsaan hari ini diikuti lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan serta para peneliti termasuk dari BRIN sejumlah 300 peneliti. Kemudian lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ujar Menteri Brian, dilansir laman resmi Presiden RI.

Kilas balik KSTI: inisiasi keren yang berlanjut

Konvensi sains dan teknologi ini rupanya bukan agenda instan, melainkan proyek berkelanjutan yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo sejak tahun lalu. Acara perdana yang sukses digelar di kampus ITB pada Agustus 2025 menjadi fondasi awal bagi pergerakan kolaboratif skala nasional ini.

Sinergi multipihak biar Iptek makin menyala

Penyelenggaraan simposium di tahun 2026 ini membawa misi penting untuk mempererat koneksi antara pembuat kebijakan, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat luas. Harapannya, penguasaan ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi benar-benar menjadi fondasi utama pembangunan nasional yang riil.

“Sarasehan yang diadakan pada hari ini merupakan rangkaian dari program KSTI tahun 2026 dengan tujuan menguatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa,” ungkap Menteri Brian.

Vibe kemandirian ekonomi yang selaras dengan arah negara

Tema yang diusung tahun ini, yaitu “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia,” dinilai sangat relatable dengan visi besar pemerintah. Kementerian Diktisaintek pun berkomitmen untuk terus memosisikan kampus sebagai mitra yang solutif dalam menghadapi tantangan zaman.

“Di bawah arahan Bapak Presiden, pemerintah terus bergerak cepat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Dalam semangat tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama seluruh kampus memperkuat peran Perguruan Tinggi sebagai mitra strategis pemerintahan,” ucap Menteri Brian.

Respek Presiden untuk para guru besar dan akademisi

Saat memberikan sambutan, Presiden RI memberikan apresiasi tinggi kepada para profesor, peneliti, dan rektor yang menyempatkan hadir. Beliau menekankan bahwa kemajuan sebuah negara sangat bergantung pada bagaimana pemerintah bisa memberdayakan otak-otak paling cerdas di ranah akademik.

“Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” tegas Kepala Negara.

Momen reuni keempat: komitmen Presiden yang no debat!

Presiden Prabowo juga mengaku sangat bangga bisa kembali berdiskusi langsung dalam skala nasional dengan para pimpinan perguruan tinggi. Pertemuan tatap muka ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah sangat serius menaruh perhatian pada sektor pendidikan tinggi.

“Hari ini kita bisa hadir pada acara Sarasehan Kebangsaan dengan tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia. Ini adalah kehormatan yang besar bagi saya untuk bisa bertemu bapak-bapak ibu-ibu sekalian. Saya pernah bertatap muka dengan para rektor dari seluruh Indonesia, dan ini adalah keempat kalinya saya sebagai Presiden Republik Indonesia. Dua kali di Istana Merdeka, satu kali di ITB,” tutur Presiden.

Jajaran tokoh penting yang ikut meramaikan JICC

Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh sederet tokoh penting yang membuat atmosfer sarasehan semakin berbobot. Mulai dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga jajaran menteri Kabinet Merah Putih tampak hadir memberikan dukungan penuh pada agenda ini.

Sinergi lintas sektor demi amankan masa depan Indonesia

Selain para menteri, petinggi lembaga hukum dan keamanan seperti Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut mengawal jalannya acara. Kehadiran para petinggi ini menegaskan bahwa kemandirian ekonomi berbasis teknologi adalah agenda krusial bagi ketahanan nasional. (aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo baru aja membuka KSTI 2026 di JICC bareng 2.600+ akademisi dan tokoh penting biar Indonesia gak FOMO sama kemajuan global, nih! Lewat sinergi yang menyala antara kampus, pemerintah, dan industri, agenda high-profile ini fokus upgrade inovasi demi kemandirian ekonomi bangsa. Intinya, pemerintah komit abis buat gerakin potensi otak-otak jenius dari universitas biar pembangunan nasional makin legit dan no debat! 

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Prabowonomics Akademisi Ilmuwan Sarasehan Kebangsaan KSTI

Infografis

Terkini